Senin, 03 April 2017

Yami no Ai: AFTER WORLD [Chapter 15]

CHAPTER 15: WHEN I CAN’T HOLD IT ANYMORE

“Haaah…” Yui menghela nafas berat.
“Makanlah Natsume-kun,” Yui menyodorkan sekotak bento yang berisi macam-macam masakan buatannya, “kamu lapar. Apalagai kamu sudah mengeluarkan banyak energy untuk menolong Hana tadi.”
“…” Natsume Haru hanya menatap bento yang disodorkan Yui.
“Dia tidak lapar Yui!” Hana masih memprotes.
‘Karena dia iblis! Dia tidak butuh makan!’ Pikir Hana.
‘Eh tunggu. Aku juga iblis. Lalu kenapa aku masih lapar dalam urusan makanan manusia? Dan lagi kenapa aku tenggelam tadi? Harusnya aku tidak membutuhkan oksigen kan?’
Hana seketika terdiam. Tenggelam dalam pikirannya.
“Tentu saja dia lapar!” Yui melawan cara pikir Hana.
“Habiskan, Natsume-kun!”
Tidak ada pilihan lain. Jika dia tidak makan di sini. Yui pasti akan sangat bingung kenapa dia tidak lapar sama sekali.
Meraih sepotong telur dadar dan kemudian memakannya.
“Bagaimana?” Yui menatap Natsume Haru dengan tatapan yakin.
“Ini enak,” Natsume Haru kembali mengambil telur dadar, dan melanjutkan dengan karage.
Tanpa Hana sadari, sapphirenya bergerak menuju pria itu dan mengawasi bagaimana pria itu benar-benar menyukai masakan Yui.
Bibirnya tanpa sengaja mengerucut tidak suka. Dan sesuatu dalam dirinya terasa tercubit.
‘Eh? Aku kenapa? Rasa kesal? Aku tidak suka Natsume menyukai makanan Yui…?’
Lama Hana terdiam.
‘… tentu saja aku tidak suka! Yui bisa-bisa tergoda oleh penghianat itu!’
Akhirnya Hana menyimpulkan sendiri bahwa rasa kesal dalam dirinya hanyalah karena takut Yui tergoda oleh Natsume Haru.
“Bagaimana jika setelah ini kita ke wahana seluncur yang tinggi itu?” Ida dengan polos menunjuk wahana tertinggi di Paradise Pool.
Semua kepala refleks menoleh ke arah yang ditunjuk Ida.
Yui dan Ishikawa Guren memucat tiba-tiba.
“B-bukankah setelah makan kita tidak boleh langsung bermain air?” Guren mencoba menghindar.
“A-aku… tidak ikut. Aku tidak bisa berenang,” guman Yui pasrah.
Ida meraih tangan Yui. Kedua insan itu saling menatap.
“Aku akan melindungimu, Yui-chan.”
“Ida-kun…”
“Hahaha…” Hana sweatdrop.
“Dan Hana akan dilindungi oleh Natsume-kun,” Yui mengerling jahil.
“Hah?” Protes Hana, “aku tidak mau!”
Mereka berlima pun menyudahi acara makan siang dan melanjutkan menikmati wahana yang ada di Paradise Pool.
“Woaaaa benar-benar tinggi!” Hana terkesima oleh tinggi seluncuran yang berada di pusat Paradise Pool.
“Guren-kun ayo coba!” Hana meraih tangan Ishikawa Guren.
Natsume Haru yang awalnya memasang wajah tidak berminat seketika terfokus pada tangan Hana yang mengait tangan Ishikawa Guren.
“...khh,” Natsume Haru yang tidak lain adalah Kuroto Yoshiki membuang muka.
Panggilan nama kecil itu… seberapa dekat hubungan mereka!?
Tangan Natsume mengepal erat membuat buku-buku jarinya memutih.
“Tunggu Hana-san… a-aku tidak bisa…” Ishikawa Guren nampak menahan tarikan Hana.
“Ayolah… sekali saja!” Hana bersikeras menarik tangan Ishikawa Guren.
“A-aku benar-benar tidak bisa!” Mau bagaimana lagi, Ishikawa Guren memang memiliki phobia terhadap kolam.
“Nanti akan sembuh!” Hana dengan keceriannya berhasil menarik Ishikawa Guren naik ke atas wahana.
“….” Kedua alis Ishikawa Guren tertaut ke atas, mengatasi rasa takutnya yang berlebihan pada seluncuran di depan matanya.
“Yuk, aku di depan, kamu di belakangku. Oke?” Hana sudah berada di dalam seluncuran. Kedua tangannya berpegangan pada kedua sisi seluncuran agar tubuhnya tidak terdorong masuk, menunggu Ishikawa Guren duduk dibelakangnya.
Hana merasakan seseorang telah duduk di belakangnya.
“Kau pasti bisa,” Hana berujar yakin sementara ia melepaskan pegangan tangannya.
Kedua orang itu meluncur searah dengan dorongan gravitasi dan air yang terus mengalir.
“Wuhuuu…” Hana berseru riang, “asik bukan?” Begitu ia menoleh ke belakang, bukan Ishikawa Guren yang ia lihat, melainkan Natsume Haru dengan tatapan datarnya.
“N-Natsume!?”
“My Lord tidak menyukai hubungan anda dan Ishikawa Guren. Hentikan segera.”
“A-apa? Kenapa kau di sini!? Mana Guren-kun?” Hana menatap Natsume marah.
“....” Tatapan datar diberikan Natsume Haru.
‘… Guren-kun,’ Natsume Haru meringis dalam batinnya.
“Sedekat apa hubungan anda?” Natsume bertanya dengan nada datar.
Tidak bisa. Yoshiki tidak bisa menjadi sosok Natsume yang seperti biasa. Dia tidak bisa memerankan sosok Natsume secara sempurna. Perasaan cemburu telah sepenuhnya menguasai dirinya.
“Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku!” Hana berteriak emosi.
Keduanya masih meluncur di dalam seluncuran tertinggi di Paradise Pool. Berputar, terdorong, dan meluncur.
“Dia masih di atas.” Natsume menjawab tenang.
‘Berhenti memikirkan si sialan itu!’
“Sekarang giliran anda menjawab pertanyaan saya. Sedekat apa hubungan anda dan si sialan itu?”
“Itu bukan urusanmu. Yang terpenting hanya aku dan dia tidak ada hubungan spesial.”
“Itu urusan saya. My Lord menyerahkan anda pada saya.”
“Kau tidak pantas mengatakan itu. Bukankah kau senang jika Yoshiki-kun tertangkap? Tidak kusangka Yoshiki-kun akan dikhianati bawahannya sendiri.”
“!?” Kedua mata Natsume Haru melebar.
PYAAASSHH
BYUUURR
Keduanya terhempas keluar seluncuran dan menghantam air kolam.
Hana segera memunculkan dirinya keluar dari kolam berkedalaman satu meter itu. Berniat segera keluar kolam meninggalkan Natsume Haru dan kembali menyusul Ishikawa Guren.
GREB
Pergelangan tangan Hana telah tertangkap Natsume.
“Lepaskan.” Ujar Hana tanpa menoleh sedikitpun.
“Bukan. Bukan seperti itu.” Rambut-rambut putih Natsume yang basah menutupi kedua kelopak mata sang pemuda.
“Kubilang lepaskan.” Hana mengabaikan ucapan Natsume.
“… Peringatan terakhir anda My Lady.”
Hana menarik tangannya sekuat tenaga.
Genggaman Natsume terlepas. Hana segera berlari ke tepi.
‘Tidak My Lady… jangan lepaskan tanganmu…’
Natsume terdiam di tempatnya. Pandangannya kosong.
“Hana-san,” Ishikawa Guren muncul setelah berlari kecil dari tangga seluncuran. Pria itu menyusul karena Hana tidak kunjung datang.
“Maaf, maaf Guren-kun. Ayo sekali lagi,” Hana meraih tangan Ishikawa Guren dan menggandengnya kembali menuju tangga seluncuran.
‘Kau melepaskan genggaman tanganku dan meraih tangan pria itu…’ Natsume Haru tersenyum getir.
GREB
Tangan Hana yang kosong tiba-tiba terasa digenggam sesuatu. Dan tubuhnya tertarik mengikuti tangan sang penggenggam. Saking kuatnya tarikan itu hingga Hana melepaskan tangan Ishikawa Guren.
Sadarlah Hana siapa sang penarik. Natsume Haru.
“Lepas—“
Tubuh Hana melayang, dan tertangkap oleh kedua tangan Natsume. Kejadian itu begitu cepat. Hana telah berada dalam gendongan Natsume yang tengah berlari menuju pintu keluar.
Semua pandangan seisi Paradise Pool seketika terarah pada Hana dan Natsume.
Begitu mencapai pintu keluar, sebuah mobil sedan gelap telah menanti dengan pintu terbuka. Natsume segera melemparkan Hana ke dalam mobil. Mengunci pintunya dan dirinya sendiri duduk di depan. Tanpa perintah, mobil itu segera melaju.
“Tidak! Apa yang kau lakukan!?” Hana mencoba membuka pintu mobil yang terkunci rapat.
“Paman hentikan mobilnya!” Hana berteriak member perintah pada sopir.
“Tetap kemudikan sampai manor atau aku akan membelah kepalamu.” Natsume melirik tajam kea rah sang sopir.
Sang sopir yang hanya iblis rendahan tentu saja lebih takut oleh kalimat ancaman Natsume.
“M-maaf My lady, saya tidak bisa…”
“Sebenarnya apa masalahmu pengkhianat? Aku dan Guren-kun hanya berteman!” Teriak Hana dari bangku belakang.
“’Guren-kun’?” Natsume mengulangi cara Hana memanggil Natsume Haru dengan nada merendahkan.
“Kalian terlalu dekat untuk disebut ‘hanya berteman’ My Lady. My Lord tidak menyukai itu,” Natsume berujar santai. Namun dibalik itu semua, ia menahan rasa sakit di dalam dadanya.
“Dia adalah ancaman,” lanjut Natsume.
“Justru kaulah ‘ancaman’ itu!” Hana berteriak ngotot dari belakang.
“Menarikku, dan menggendongku seperti itu! Kau pikir siapa kau menyentuhku seperti itu!?”
‘Aku suamimu!’
Natsume tenggelam dalam emosinya.
“Saya sudah memperingatkan anda tadi.”
“Bukan berarti kau bisa bertindak diluar batas seperti itu!”
“… maafkan saya.” Akhirnya Natsume pun meminta maaf.
“Barang-barangku bagaimana?”
“Saya sudah mengambilnya My Lady. Ada di samping anda,”
Hana menghela nafas berat. Astaga dirinya terlalu emosi sampai tidak menyadari tasnya sudah ada di sampingnya sejak tadi.
Hana meraih tasnya dan mengeluarkan isinya. Mencari ponselnya.
“Paman, ponselku di mana?” Hana mengacak-acak tasnya.
“Ponsel anda ada bersama saya.” Natsume menyahuti.
“Apa? Kembalikan ponselku!”
“Tidak.”
Dan bertepatan saat itu juga, sebuah panggilan masuk. Dari Ishikawa Guren.
Natsume menerima panggilan itu.
“Ha—“
“Jangan dekati Hana lagi.”
Dengan empat kata itu, Natsume mengakhiri panggilan itu. Tangannya kemudian bergerak untuk memblokir Ishikawa Guren.
“Eh?” Ishikawa Guren terpaku pada layar ponselnya yang menunjukkan tampilan kontak Hana namun dengan tulisan ‘pengguna tidak tersedia’. Hana memblokirnya. Bukan. Bukan Hana. Tetapi Natsume Haru.
“Bagaimana Ishikawa-san?” Yui yang berada di belakang Ishikawa berusara.
“D-dia memblokirku. Dan itu tadi suara Natsume Haru,” jawab ishikawa.
“M-maaf, semuanya jadi berantakan!” Yui berojigi meminta maaf.
“Tidak apa Umei-san.”
“Kau memblokirknya!?” Hana berteriak tidak terima.
“Apa saya harus menghancurkan ponsel anda juga?” Ucap Natsume tidak peduli.
“Anda milik My Lord. Maka saya akan melakukan apapun untuk membuat anda tetap aman. Termasuk dengan kemungkinan terburuk, saya akan memenjarakan anda jika perlu.”
Kedua sapphire Hana melebar mendengar kalimat itu.
“Kau gila….” Desis Hana.
Laju mobil menjadi nol. Mereka telah sampai.
Natsume Haru membuka pintunya dan berguman pelan, ‘benar. Aku gila karenamu, My Lady.’
Dibukakannya pintu Hana.
Hana segera keluar, niatnya menjauh dari Natsume sejauh mungkin. Pemuda ini berbahaya.
PLAK!
Namun sebuah tamparan malah diterima Hana.
“Gara-gara kamu! My Lord! My Lord tertangkap!”
Hazel McKen Allensway menatapnya emosi.
Hana hanya bisa meraba pipinya yang memerah karena tamparan Hazel barusan.
BRUAAAKK
Tubuh Hazel terpental dan menabrak dinding bangunan. Seandainya tidak ada bangunan itu mungkin Hazel bisa terlempar jauh.
“Di mana sopan santunmu pada My Lady?” Natsume berguman dingin.
“Ugggh…” Hazel perlahan bangkit sementara ia menahan perih di perutnya akibat tendangan Natsume.
Hazel mendongkakkan kepalanya, ia menemukan seseorang tak dikenalnya, dan ia sepenuhnya yakin bahwa sosok itulah yang telah berani menendangnya—dan mempermalukannya di depan Hana.
“Siapa kau?” Hazel mendekat. Kedua tangannya telah siap dengan sihir gelap.
Natsume Haru tidak menjawab, hanya menatap datar kedatangan Hazel.
Hazel yang merasa dipermainkan karena pertanyaannya tak dijawab, menambah kecepatan langkahnya dan membuat momentum untuk bentrokan dengan sang pria tak di kenal.
“!!!!” Mendadak Hazel menghentikan langkahnya.
“?” Natsume Haru yang telah bersiap-siap dengan kuda-kudanya untuk menghadang serangan Hazel bingung dengan tingkah Hazel.
“M-M….” Hazel berguman kacau.
“!!!” Natsume Haru yang menyadari jika identitasnya sebagai Kuroto Yoshiki hendak terbongkar segera menendang kembali Hazel.
BRUAAAK GRASSSAAAK
Hazel kembali terhenti karena tembok yang sama.
Natsume Haru mendekat ke arah Hazel, berjongkok tepat di hadapan Hazel, membelakangi Hana.
“Jangan sebutkan namaku, berpura-puralah tidak mengenalku,” bisik Natsume.
Hazel mengangguk paham.
“Temui aku setelah ini di pool room,” Natsume melanjutkan perintahnya.
“Natsume Haru. Wakil My Lord yang lain. Senang berkenalan denganmu Hazel McKen Allensway,” setelah mengucapkan perkenalan singkat, Natsume Haru berbalik pada Hana.
“Anda tak apa My Lady?” Kedua alis Natsume agak terangkat.
“Um..” Hana mengangguk pelan lalu meninggalkan Natsume begitu saja.



Beberapa ketukan di pintu menghentikan aktivitas Natsume yang hendak menembak bola billiard.
“Hn, masuk.”
Pintu terbuka, munculah sosok Hazel.
“M—“
DRAAAK
Sebuah bola billiard melesat tepat di samping Hazel.
“…” Hazel melirik ke samping, ia melihat lubang yang sama diameternya dengan bola billiard di pintu.
“Sudah kukatakan jangan sebut namaku,” Natsume berujar santai, pria itu duduk di sebuah sofa dengan kaki tersilang.
“Maafkan saya,” Hazel berojigi meminta maaf.
“Hn, sebelum itu dari mana kau tahu jika ini aku?”
“... Dari mata anda. Dari tatapan anda.” Jawab Hazel sembari mengigit bibir bawahnya.
“Tatapanku?” Ulang Natsume.
Hazel mengangguk, “hanya anda yang menatap saya sangat rendah seperti itu. Tatapan memabukkan yang selalu membuat saya jatuh cinta pada anda.”
“Hentikan omong kosongmu Hazel.”
“Tatapan mempesona yang sama. Tatapan yang selalu saya ingat ketika kita melakukan hubungan hard-sex dan bondage. Tatapan panas yang mampu membuat saya selalu basah.”
“… Kau benar-benar Masokis,” Ujar Natsume meremehkan.
“Oleh karena itu saya mampu mengenali anda.”
“Tidak diragukan lagi. Kau sudah bersamaku selama lebih dari delapan ratus tahun.”
“Jadi… sebenarnya apa yang terjadi?”
“Aku menginginkan laporanmu di Rusia,” Natsume tak menjawab pertanyaan Hazel.
Hazel tersenyum lebar, bangga pada dirinya sendiri, “Vladimir Putin menyetujui proposal kita untuk pusat Exorcist di Moskow. Saya sudah membuat laporan tertulis, saya akan segera menyerahkannya.”
“Hn, kerja bagus.” Natsume bangkit berdiri, mengembalikan stick billiardnya pada tempatnya.
“Seperti yang kau tahu, Kuroto Yoshiki tertahan oleh Exorcist. Namun itu bukan aku, itu Tomuro yang menyamar menjadi diriku dengan sempurna. Dan aku di sini menyamar sebagai Natsume Haru.”
“Syukurlah. Saya sangat khawatir karena berita anda tertangkap Exorcist.”
“Kau pikir aku selemah itu?”
“Tidak. Maafkan saya.”
“Kemari, buka mulutmu,” Natsume menggerakan jarinya mengundang Hazel untuk mendekat.
Hazel membuka mulutnya lebar-lebar.
“sperren Sie Ihren Mund.“
“AGHHK—“ Dengan terbentuknya segel di mulut Hazel, sekarang dia tidak bisa sembarangan memanggil nama Yoshiki dan tidak akan membocorkan kebenaran jika Natsume Haru sesungguhnya adalah Kuroto Yoshiki sang Lucifer.
“Hn, kembalilah. Urusan kita telah selesai.”
“Sedikit French Kiss?”
“Di mimpimu,” Natsume menjawab dingin.
Sebuah getaran yang cukup keras di ruangan yang sepi terdengar begitu Hazel pamit. Sumbernya adalah ponsel Hana di atas nakas.
Natsume meraih ponsel tersebut. Sebuah panggilan dari Umei Yui.
“…” Natsume terdiam memikirkan apakah sebaiknya ia mengambil panggilan ini atau tidak.
“Halo,”
“….” Tidak ada sahutan untuk beberapa saat dari Yui.
“….”
“….”
“NATSUME-KUN!?”
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.