Senin, 03 Maret 2014

Yami no Ai [CHAPTER 1]

Chapter 1
Investigated

lagi-lagi seringai yg membuat wajah pria itu semakin tampan muncul lagi. Dan selama itupun Hana tak menyadarai sama sekali.
"Hn. Kau tak takut aku 'menyerangmu' saat tidur?" ucap Kuroto dengan nada mengejek.
"Aku akan ganti menyerangmu, aku kanibal loh," jawab Hana dengan muka polos.
"Sou ka... Aku jadi tidak berani menyerangmu kalau begitu."
"Ne, Kuroto--" "Yoshiki." sela Yoshiki.
"Eh, sonna... Kita kan baru berkenalan...,"
'ck!' Yoshiki mendecih pelan.
"Yoshiki. Panggil aku Yoshiki... Hana."
Hana sedikit tercengang. "Hh... Hai Hai..." akhirnya Hana menyetujui. "Saa, oyasumi Ku-" Yoshiki langsung menatap tajam "Eh Yoshiki-san... Aku suka jadi beruang, kalau dingin pingin tidur melulu hehe. Lagian besok harus bangun pagi. Ada event sih," dan Hana sudah berkelut selimut dan tertidur.
Yoshiki kembali menatap badai salju. Tak lama kemudian kakinya melangkah mendekati meja belajar Hana.
'Mirai no Gakoo...'
tangan licah Yoshiki segara mengambil ponsel disakunya dan mengetik sebuah sms.
To: Rangiku
Mirai no Gakoo
Send
tak selang beberapa menit ponselnya menampilkan sebuah sms
Form: Rangiku
Ryoukai My Lord
OK
mata dan tangannya terus menelusuri meja belajar itu.
'Winter Event... Besok...'
Yoshiki mendekati futon. Dia akan tidur? Tidak, ternyata dia mendekati Hana. Dia mendekatkan wajah tampannya ke wajah Hana. Sangat dekat, sampai ia mampu merasakan nafas damai Hana.
'Milikku... Kau milikku...' tiba-tiba suatu hasrat di tubuh Yoshiki muncul. Mata onixnya berubah menjadi merah. Cepat-cepat Yoshiki menahan hasrat itu.
'ukh! Sial... Kau benar-benar nakrotika bagiku My Lady... Hhhh daijobu... Daijobu tak lama lagi, kau akan jadi milikku.'
setelah matanya yg semerah batu azure itu kembali menjadi batu onix menwan ia bangkit dan menjelajaih seluruh seluk beluk rumah Hana. Dengan kamampuan menerawang masa lalu-nya Yoshiki terus menyelidiki seorang Rayumi Hana.
'sou ka...'

pelahan tapi pasti kelopak mata Hana naik dan membuka matanya. Tangannya membantu mengucek matanya.
Dalam keadaan masih ngantuk dia melihat jam weker disampingnya. "gyaaaa! Kelewatan 5 menit! Kenapa gak bunyi sih!?" Hana segera bangkit dengan meloncat.
"Alarm itu berbunyi. Kau saja yang tidak mau bangun," sebuah suara membuat Hana reflek menoleh mencari asal suara.
"Eh... Yoshiki-san..." setelah itu Hana langsung berlari ke kamar mandi.
Hana keluar dari kamar mandi telanjang dengan santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Hufft... Untung mandiku tak perlu lama-lama," Hana menghela nafas.
Bola matanya yg seindah lautan menangkap sebuah ah tidak seseorang tengah duduk sambil membaca koran langganan pagi ini.
"Hn?" seseorang itu menatap Hana. Wajah datarnya sempat tercengang, namun kembali menjadi datar.
"aa...aaa..." Wajah Hana menjadi merah. Benar-benar merah.
"Gomen! Hontou ni Gomennasai!" Hana menunduk lalu menutupi tubuhnya dengan handuk dan segera kembali ke kamar mandi. Blam
'Fuh... Shit...' Yoshiki merasakan miliknya mulai mengeras.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.