Chap 16
Seketika wajah Hana semakin panas mendengar jawaban Yoshiki.
"Sou ka, dengar aku Kuroto! Jika kau menyakiti, melukai, membuat Hana galau atau sedih aku yang akan menghajarmu" ucap Sasano tegas.
"Hn. Percayakan padaku" jawab Yoshiki sebagai janji.
"Hana!!" tiba-tiba Maki berlari menghampiri mereka. Nafasnya ngos-ngosan hebat.
"Maki? Ada apa?" Hana segara menghampiri Maki khawatir.
"Lokermu! Berantakan!"
"Oh. Yasudah tinggal dibereskan" ucap Hana santai.
"Ta-tapi ini kan..."
"Sudah ayo lihat saja"
"Ara? Berengsek? Pelacur? Murahan? Centil? Hefemale?" Hana membaca satu per satu tulisan dari cat semprot, cat minyak, tip-x, tinta, dll di lokernya yang benar-benar berantakan. Beberapa buku yang ada dirobek dan dicoret-coret. Sepatu kats Hana berbau khas air selokan.
"Astaga..." Hana menghela nafas.
"khhh! Siapa disana!?" teriak Sasano emosi mengetahui 'imouto'nya dibully seperti ini.
Drap...drap... Terdengar langkah kaki berlari. Nampaknya si pelaku melarikan diri.
'....' sementara Yoshiki hanya terdiam melihat keadaan loker Hana.
"Maki maaf ya, nanti bisa tolong aku membersihkan ini?" tanya Hana lesu pada Maki.
"Tentu akan kubantu!" jawab Maki yakin.
"Tidak perlu. Maki Hisegawa, Sasano Tokuto bisakah kalian kembali ke lapangan? Ada beberapa hal yang harus kukatakan pada Hana" pinta Yoshiki.
"Apa!? Apa yang akan kaulakukan pada Hana!?" protes Sasano.
"Hn" mata onix Yoshiki berubah menjadi azure merah sebentar dan kembali lagi menjadi onix kelam.
"Wakatta. My Lord" ucap keduanya serentak lalu berbalik arah meninggalkan Yoshiki dan Hana.
Hana sedikit tercengang dengan kelakuan aneh Sasano dan Maki. Namun tak lama kemudian Hana sadar, itu hal biasa bagi Yoshiki.
"Hn. Kau dibully?" selidik Yoshiki memastikan.
"Bisa jadi" jawab Hana hambar. "Ayo bantu aku membersihkan ini"
"Tidak perlu"
"Hah?" Hana segera berbalik menghadap Yoshiki meminta jawaban 'kenapa?'
"Lokermu sudah bersih" ucap Yoshiki dingin lalu berjalan kembali ke lapangan.
Hana berbalik badan dan mendapati lokernya kembali seperti semula. "Heeee??" Hana kaget dan segera mengejar Yoshiki.
"Bagaimana bisa?"
"Control Z. Kira-kira begitu" jawab Yoshiki.
"Undo?"
"Hn"
"Woaaaa keren! Yoshiki keren!"
"Hn" Yoshiki segera berbalik dan mengunci Hana diantara dinding.
"Katakan padaku jika ada apa-apa. Aku akan membunuh semua yang telah melaukan ini padamu jika kau ingin" ucap Yoshiki serius.
"Membunuh? Tidak. Aku yang harusnya membunuh mereka" ucap Hana sarkatis.
"Nee, Yoshiki-chan. Taukah kau aku seorang psikopat?" tanya Hana dengan tersenyum namun aura mencekam terus menguar disekitar Hana.
'chu' tiba-tiba Yoshiki menciumnya tetap di bibir membuat Hana kembali kepada sifat 'tsundere'nya.
"Aku tahu" jawab Yoshiki setelah melepas ciumannya.
"lalu kenapa kau menciumkuu!?" protes Hana.
"Karena aku ingin" jawab Yoshiki santai.
"mo! Dasar kau ini!" rengek Hana dengan wajah memerah.
"Hn. Masalah kau telat di jam olah raga tadi. Apa karena perbuatan mereka juga?" tanya Yoshiki.
Selasa, 18 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar