Chap 220 Hana tersenyum tipis mendengar pertanyaan singkat Yoshiki. "Kalau begitu lakukan saja..." ujar Hana dengan senyuman tipisnya. Yoshiki mendekatkan dirinya pada tubuh Hana. Mengurangi jarak dinatara tubuh mereka hingga bersisa kurang dari 5 cm saja. "Aku mencintaimu... My Lady..." guman Yoshiki tipis di depan wajah Hana. Mendengar itu, kontan wajah Hana langsung blushing. 'clllk...' tiba-tiba sesuatu yang basa dan geli menjalari leher Hana. Itu lidah Yoshiki yang tengah memainkan lehernya. "U-uuh..." Hana meringis geli. "My Lady? Kau tahu bagaimaa prosesi pertukaran darah kan?" Yoshiki menghentikan aktivitasnya sejenak. Hana mengangguk memberi jawaban. 'llckk...' Yoshiki kembali memainkan lidahnya pada leher jenjang Hana yang di sana terdapat beberapa jejak kissmark buatannya. "H-Haaah" Hana mendesah kecil menahan geli. "My Lady... Aku mulai..." Yoshiki memberi aba-aba kepada Hana. Dijawab lagi dengan anggukan kecil oleh Hana. Ya. Hana telah memberi persetujuan untuknya. Inilah yang dinanti-nanti oleh Yoshiki selama ini. Tangan Yoshiki bergerak menyusuri leher tan Hana. Inilah saatnya... Kuku ibu jari Yoshiki yang agak panjang mulai ia tempelkan pada leher Hana dan menggores kulit Hana hingga robek dan mengeluarkan darah. "Nghh" Entah kenapa Hana malah mendesah saat kulitnya dirobek seperti itu. "AHHH--" Desahan Hana bertambah saat Yoshiki mulai menghisap darahnya. DEG. DEG. DEG.... Tubuh Yoshiki yang baru saja meminul 5 teguk darah Hana langsung bereaksi hebat. Setelah berhasil menetralkan kekuatan Hana dalam dirinya, kini gilirannya untuk menuntaskan upacara perjanjian darah ini. Yoshiki harus memberikan darahnya pada Hana lewat mulut Hana. "Hn, masih terasa sakit?" Sebelum itu Yoshiki memastikan keadaan Hana. Hana menggeleng perlahan. Baguslah bila begitu. Yoshiki tersenyum menyambutnya. Ibu jari Yoshiki yang memiliki kuku tajam tadi ia dekatkan pada kulit lehernya dan menggoreskan luka dalam di sana. Darah segar segera mengucur dari sana. Dengan sabar dibimbingnya kepala Hana untuk mendekat ke arah lehernya yang mengeluarkan darah. Paham akan keinginan Yoshiki, Hana segera menjulurkan lidahnya mendekati liquid merah menggenang itu. Lidahnya saat mulai mengecap liquid merah itu terasa aneh. Namun tiba-tiba ia merasa haus dan sangat ingin menghisap habis liquid merah itu. 1 teguk 2 teguk 3 teguk 4 teguk 5 teguk DEG!!! Tubuh Hana bereaksi cepat. Tubuhnya tiba-tiba terasa panas luar biasa. Rasa pusing seperti menghantam kepalanya. Tenggorokannya perih dan kering. Rasanya seluruh tubuhnya mati rasa dan seperti memuntahkan banyak cairan lewat di seluruh lubang di tubuhnya. Tangan Hana mencakar tenggorokannya yang terasa terbakar. Tubuh Hana kelojotan luar biasa sesaat setelah meminum darah Yoshiki hingga tak sadarkan diri. Tiba-tiba saja kelopak mata Hana terbuka. Menampakkan sebuah Azure merah darah, bukan Saphire seperti biasanya. "Nah My Lady... Wellcome to our life..." END or TO BE CONTINUTED?
Senin, 04 Mei 2015
Yami no Ai [Chapter 220]
Published :
19.24
Author :
Hansel Vereiteln
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar