Selasa, 30 September 2014

Yami no Ai [Chapter 71]

Chap 71

Sedikit helaan nafas terdengar. Menandakan ia sangatlah lega. Hana tidak bekerja di tempat pelacuran berkedok bar ini.
Ia hendak bangkit saat melihat adegan di depannya.
Seorang pria flamboyan dengan rambut pirangnya tengah menatap seorang maid di depannya dengan pandangan bernafsu. Maid itu mengenakan seragam bunny biru. Wajahnya nampak setengah ditekuk. Ia berambut Hitam pendek seleher. Matanya biru langit. Itu Hana.
Yoshiki duduk kembali di tempatnya. Sedikit ia geser duduknya supaya bisa lebih bebas memata-matai Hana.
Terdengar sayup-sayup percakapan kedua orang itu...
"Kau.. Baru ya disini?"
"Ah, b-begitulah T-tuan"
'Ck!' decak Yoshiki.
"Heee... Kemarilah duduk di dekatku"
Onix Yoshiki mengikuti pergerakan Hana yg sekarang sudah duduk di depan pria itu.
"Jadi, berapa umurmu?"
"16 tahun Tuan"
"Wah masih muda sekali. Apa kau masih virgin?" tanya pria itu.
Yoshiki yg mendengar itu mulai mengeratkan tanganya. Giginya bergelatuk emosi.
Hana terlihat hanya diam.
"hahaha kau tak mau memberitahuku? baiklah kita ganti tema... Bisa berdiri di sampingku?"
Hana berpindah berdiri di samping meja pria itu. Yoshiki masih terus mengamati.
"hmmm" pria itu berguman sambil mengamati tubuh Hana keseluruhan.
"Oppaimu kecil" ucap pria itu.
"Apa tidak ada yg memegangnya? Kalau begitu biar aku remas oppaimu supaya lebih besar" Pria itu segera mengarahkan kedua tangannya ke dada Hana.
Hana tercekat. Ia sangat ketakutan bukan main. Akhirnya ia hanya memilih untuk memejamkan matanya saja.
DUAK!
Tiba-tiba kepala pria itu menghantam meja kayu di hadapannya. Dan di belakang pria itu ada Yoshiki tengah menghantamkan kepala pria itu ke meja. Lagi, DUAK. Lagi, DUAK. Sampai wajah pria itu tak karuan. Hidung pria itu berdarah hebat.
Hana lebih kaget lagi melihat Yoshiki.
Para tamu dan staff segera berkumpul di tempat itu.
Menangani masalah itu.
Pria itu dibawa ke rumah sakit. Sementara Hana dan Yoshiki menghadap pemilik Queen's Bar.

"Jadi, bisa jelaskan ini tuan?" pemilik bar itu menatap Yoshiki.
" ... ." Yoshiki terdiam.
"Hana...?" pandangan pemilik bar itu beralih pada Hana.
"Ah! B-begini a-aku--"
"Wanita yg ada disini kau juga menjualnya kan? Aku akan membelinya" ucap Yoshiki memotong ucapan Hana.
Hana menatap Yoshiki tidak percaya.
"Jadi kau ingin membelinya?"
"Hn"
"Dia pegawai baru di sini. Mungkin dia masih virgin dan rapat, aku tidak akan memberikannya semudah itu"
mendengar kata 'virgin' Hana hanya bisa tersenyum hambar. Dirinya sudah tak 'virgin' lagi, ia sudah memberikan segalanya kepada pria di sampingnya--yg tak pernah ia ketahui jalan pikirannya.
Kenapa Yoshiki disini? Ya, itulah pertanyaan yg ingin Hana dapat jawabannya.
"Hn. Sebutkan"
"4 Milyar Yen" jawab pemilik bar itu dengan seringai diwajahnya.
Hana semakin menganga saja mulutnya mendengar nominal yg diberikan si pemilik bar.
"Hn" Yoshiki memberikan sebuah cek.
Pemilik bar itu tersenyum menatap cek yg diberikan Yoshiki.
"Baiklah. Kau bisa bawa dia pulang"
"APA? APA MAKSUD KALIAN? AKU BUKAN BARANG!"
Read More ->>

Senin, 29 September 2014

Yami no Ai [Chapter 70]

Chap 70

"Hn. Ini minum untukmu" Yoshiki menaruh sebotol air mineral--yg entah sejak kapan ia membawanya--di dekat Hana, lalu pergi entah kemana meninggalkan Hana.

Keesokan harinya wajah Hana mendadak berubah lebih sumringah. Ia terlihat bersemangat, melebihi hari-hari sebelumnya. Yoshiki yg selalu memperhatikannya sebenarnya juga kebingungan dengan perubahan sifat Hana.
Pada jam pulang sekolah, tingkah Hana semakin berubah. Ia nampak berjalan pulang dengan menyiulkan sebuah lagu. Terlihat jelas jika Hana sedang sangat-sangat bahagia.
"Moshi-moshi Agito-san?" Ujar Hana kepada lawan bicara melalui sebuah ponsel yg ia pinjam dari Yui.
"Moshi-moshi. Rayumi-san?"
"Ha'i watashi desu. Ano saya mau tanya tentang konfirmasi pekerjaan saya"
"Oh itu. Kau langsung saja dari rumah mengenakan pakaian biasa. Karena disini kau nanti akan mengenakan seragam resmi bar ini"
"Ha'i, wakatta. Arigato Gossaimash" dan telepon ditutup.
"kau kerja?" tanya Yui setelah menerima kembali ponselnya.
"Ya begitulah" jawab Hana gembira.
"Di mana?"
"Sebuah bar di distrik 3"
" ... ." Yui nampak terdiam sebentar. Memikirkan sesuatu.
"Hei kenapa?" tanya Hana bingung.
"Eh.. Ah tidak... Mana mungkin." guman Yui.
"Haaaa??" Hana menatap Yui cengo. Dia sama sekali tidak paham dengan ocehan tidak jelas Yui barusan.

Distrik 3. Distrik dimana tempat judi, prostitusi dan sex bebas sudah menjadi keseharian penghuninya. Surga dari manusia tak berotak. Surga para pecandu.
Narkoba, dan wanita disediakan disini. Asal kau memiliki kantong yg tebal kau bisa dapatkan itu.
Bahkan siapa sangka, di Distrik 3 ini tidak hanya wanita yg dijajahkan. Pria pun dijajahkan.
Polisi dan pihak keamanan setempat sudah jera menindaklanjuti setiap kegiatan--yg tentu saja melanggar semua hukum--disana. Jadi tempat itu seperti tempat khusus dimana segala hal itu dilegalkan.
Dan bodohnya, Hana tak mengetahui itu.
Tanpa ambil repot, Hana segera mengenakan pakaian normalnya dan menuju ke Queen Bar's. Sebuah Bar di daerah distrik 3. Kata Agito selaku pemilik Bar itu ia akan mempekerjakan Hana sebagai salah satu maid.

"Pengantar paket datang" seru Tomuro dari balik pintu ruang kerja Yoshiki.
"Hn. Masuklah"
"Permisi..." Tomuro membuka pintu tersebut dan ia melihat Yoshiki tengah membaca sebuah kertas dengan serius.
"Hn"
"Sudah tau dimana Hana akan bekerja?"
"Tidak. Belum" Yoshiki segera menyudahi acara 'membaca-dokumennya' dan segera menatap Tomuro serius.
"Aku tahu"
"Dimana?" Tanya Yoshiki tak sabaran.
"Baru kemungkinan sih, aku melihat tanda lingkaran di sebuah bursa kerja yg Hana tandai"
"Hn" Yoshiki semakin tidak sabar.
"Dia bekerja di Queen Bar"

Dan itulah alasan kenapa Yoshiki berada di sebuah Bar dan duduk di bangku dengan sebuah kopi di sebelahnya.
Mata onixnya tak bisa diam, bola hitam itu terus-terusan memelototi wanita berpakaian 'bunny' yg bekerja di bar ini yg saling menampilkan kemolekan tubuh masing-masing.
Sudah hampir setengah jam Yoshiki diam mengamati sekitar. Tapi yg ia cari tidaklah muncul.
Read More ->>

Minggu, 28 September 2014

Yami no Ai [Chapter 69]

Chap 69

"Hn. Karena kau bukan Hana"
Seketika seluruh penghuni kelas menatap Yoshiki serempak.
Termasuk Hana. Ia sangat kaget mendengar penuturan Yoshiki barusan.
"b-bukannya kalian sudah putus?" gadis itu tergagap.
"Ck!" Yoshiki mendecak lalu pergi meninggalkan kelas, meninggalkan si 'senpai' yang baru saja menembaknya.
Sepeninggal Yoshiki, giliran Hana yg ditatap oleh seluruh penghuni kelas.
"hee?" Hana cengo sendiri.

Hana yang merasa tidak nyaman dengan keadaan kelas yg terus memandanginya dengan pandangan tak menyenangkan akhirnya memutuskan berjalan keluar. Ia terus berjalan kemanapun mengikuti langkah kakinya. Sampai ia memasuki kantin sekolah.
Bau makanan yg lezat menyeruak di hidungnya. Seketika itu perutnya meronta minta diisi. Memang hari ini Hana belum makan apapun.
Alasannya? Karena dia harus menghemat pengeluarannya. Uangnya tinggal sedikit. Ia harus terus meminimalisir penggunaan uangnya sebelum ia mendapatkan pekerjaan pasti.
"Hana! Tidak makan?" seru segerombol siswa kelas 2-6 yg rata-rata siswa klub sepak bola yg pernah diikuti Hana.
"ah tidak" Hana hanya tersenyum memaksa lalu beranjak meninggalkan kantin.
Kakinya terus membawanya kesuatu tempat. Terus melangkah sampai ia mencapai kebun belakang sekolah.
"hmmm" Hana berguman pelan dan duduk di salah satu batu besar dan memejamkan matanya sejenak.
"ini buatanmu?" sebuah suara yg sangat-sangat dikenal Hana karena terdengar dingin ditelinganya membuatnya membuka matanya cepat.
"eh?" Hana melihat Yoshiki tengah menyodorkan sebuah bento berisi 2 buah onigiri yg sangat dikenalnya. Itu buatannya.
"Y-Yo-shi-ki?" Hana tergagap menatap bola mata kelam Yoshiki.
"Hn. Boleh aku duduk di sampingmu?"
"s-silahkan" Hana tersenyum kaku.
"Hn" Yoshiki segera menjatuhkan badannya diatas batu yg sama dengan Hana.
"Hn. Kau lapar?" tanya Yoshiki.
"ah tidak juga"
"aku melihatmu. Memasuki kantin namun tidak makan. Bibirmu kering, kau kurang minum dan aku tadi mendengar suara perutmu"
"a-aaaaa?" Hana hanya bisa mengangakan mulut shock.
"Hn. Ini onigiri buatanmu kemarin kan? Makanlah" Yoshiki menaruh kotak bento berisi onigiri itu disampingnya dan Hana.
Akhirnya karena tidak bisa menahan rasa lapar Hana pun melupakan harga dirinya dan segera melahap onigiri itu.
Ditengah kesibukan Hana mengunyah onigiri itu dan memanjakan lidahnya, Yoshiki bertanya, "Kenapa? Kau tak mau menerima uang... Bantuan dariku?"
Hana terdiam sesaat. Berhenti mengunyah.
"aku tak mau merepotkanmu lagi" jawab Hana akhirnya, "aku hanya penghasil kekuatanmu. Kau tak perlu membantuku"
"Ck!" decak Yoshiki emosi.
Dilain pihak ia ingin berteriak, 'aku mencintaimu! Kau bukan hanya sebagai penghasil kekuatanku! Aku suamimu! Mulai sekarang kembalilah padaku! Aku tidak ingin melihatmu menderita seperti ini!' tapi ia malah berkata, "Hn. Jika kau mati karena kelaparan maka aku akan kehilangan budak penghasil kekuatanku"
Hana tersenyum miris mendengar jawaban menyakitkan Yoshiki.
"Tenang saja aku tidak akan mati karena kelaparan," canda Hana.
Read More ->>

Sabtu, 27 September 2014

Yami no Ai [Chapter 68]

Chap 68

"Saat aku membuka pintu kamarku aku melihat benda ini di atas laciku. Bersama dengan surat ini," Tomuro menunjukan sebuah sobekan kertas bertuliskan 'Jenguk Hana'.
"Nah, Yoshiki kau sudah melihat Hana kan? Dia baik-baik saja kok" setelah berucap begitu dibantingnya handycam-mini itu hingga onderdil-nya berceceran di lantai.

"..." Yoshiki terdiam menatap layar monitornya yang sudah berubah menjadi hitam.
"ck!" rutuknya.

"Kenapa? Kenapa Yoshiki melakukannya?" tanya Hana penasaran kepada Tomuro.
"Karena dia mencintaimu"
"Bukan. Kenapa dia memilih cara merepotkan seperti itu jika hanya untuk melihatku?"
"Karena dia buta terhdapatmu"
"B-buta?"
"Benar. Jika dia bisa bebas menggunakan kemampuannya sebagai raja iblis kepada siapapun, maka kau adalah pengecualian. Bahkan kekuatanku tidak berpengaruh padamu."
"B-bagaimana bisa begitu?"
"Umm, mungkin karena kekuatan dari tubuhmu itu"
"Jadi begitu..." guman Hana.
"Ya begitu. Kalau begitu aku permisi dulu," Tomuro hendak menggapai pintu depan saat dicegah oleh Hana.
"Tunggu Tomuro-kun!" yang kemudian Hana segera berlari kedapur lalu kembali membawa 4 onigiri yang ditaruh diatas piring yang sudah tertutup rapat oleh plastik.
"Buatmu" Hana menyerahkan sepiring onigiri itu, "dan juga untuk orang yg sedang sakit itu"
Tomuro tersenyum.
"Baiklah terimakasih." Tomuro melangkahkan kaki keluar rumah Hana dan menghilang.

TOK.TOK.TOK.
Tomuro mengetuk sebuah ruangan berpintu dua daun berwarna putih.
"Selamat malam. Pizza pesanan anda telah tiba" ucap Tomuro.
Salah satu pintu putih itu terbuka, menampakan sosok tampan yg tengah mengenakan jas lab yang sudah terciprat noda darah.
"Hn" ucap Yoshiki.
"Yo!" Tomuro tersenyum sumringah.
"apa maksudmu tadi?" tanya Yoshiki dingin. Ia sedang membicarakan masalah handycam tadi.
"lupakan itu. Ini" Tomuro memberikan sepiring onigiri lalu menyalakan sebuah alat perekam, 'Buatmu... SREEZZ... dan juga untuk orang yg sedang sakit itu' yang merekam suara Hana.
"Hn" Yoshiki mengambil sepiring onigiri itu.
"Ngomong-ngomong sedang apa kau?" tanya Tomuro.
"Kegiatan sampingan" Yoshiki menutup pintu yg tadi dibukanya dengan kasar.
"Menguliti manusia hidup lagi, eh?" Tomuro menatap pintu putih itu dengan seringai.

Keesokan harinya Yoshiki muncul dan mengikuti kegiatan sekolah. Seperti biasa ia selalu dikerubungi gadis-gadis dari seluruh penjuru sekolah. Bahkan berkali-kali terjadi kejadian 'tembak-tolak'. Seperti halnya pada istirahat siang ada siswi dari kelas 3-2 yg notabene adalah seorang 'senpai' datang ke kelas 2-1 lalu berteriak di depan wajah Yoshiki yg serba datar, "Kuroto-kun! Atashi wa suki no Koto!"
Hana mengetahui hal itu. Hanya diam-diam mencuri pandang dari bangkunya yg berada di depan bangku Yoshiki walau agak jauh.
Yoshiki menatap datar gadis bersurai biru kehijauan itu.
"Hn. Aku tertarik padamu" jawab Yoshiki.
Bayangkan perasaan gadis yg sudah mengungkapan perasaannya malah ditolak dengan sangat-sangat kasar.
"E-eh kenapa?" tanya siswi itu.
Read More ->>

Jumat, 26 September 2014

Yami no Ai [Chapter 67]

Chap 67

Yoshiki hanya menganggapinya dengan tatapan datar.
"Hn. Kakakmu itu sangat mengganggu. Jika dia benari untuk sekali lagi menyentuhku akan kubunuh dia" Yoshiki memalingkan wajahnya ke arah langit biru.
"Jika kau berani melukai Sano-kun, aku yg akan membunuhmu Yoshiki-san!" teriak Hana yang nampak serius.
Yoshiki kembali menatap Hana dengan datar.
"Khuuu..." Yoshiki menatap Hana dengan tampang mengejek sekarang.
"Khu..hahahahaha!!" Yoshiki tertawa tiba-tiba.
"Kau bodoh ya? Akulah raja iblis!" Aura kegelapan menguar disekitar Yoshiki.
"Aku ABADI! Aku tidak memiliki kelemahan apapun!" teriak Yoshiki dengan wajahnya yang tetap 'stay-cool'.
Nyali Hana ciut saat melihat Yoshiki nampak sangat mengerikan. Apalagi sepertinya tadi mata Yoshiki berkilat tajam kearahnya.
"Hn..." Yoshiki berjalan melewati Hana dan menuruni tangga atap. Meninggalkan Hana membeku di tempatnya.

"Tidak memiliki kelemahan..." Yoshiki berguman saat memasuki mobil Ferrari Sport Kuning miliknya.
"Yang benar saja!" Yoshiki menghantap stir bundar di depannya.
"Kau... Kau satu-satunya manusia yang bisa menghancurkanku... Bahkan membunuhku!" Yoshiki menggenggam erat dadanya. Nafasnya memburu luar biasa. Tubuhnya berkeringat deras.
"shit!" Yoshiki membenturkan kepalanya ke arah stir.

Keesokan harinya Yoshiki tidak masuk kelas. Entah kenapa.
Selama pelajaran Hana tak bisa henti-hentinya memandangi bangku Yoshiki. Jujur saja, ia juga beranya-tanya apa sebabnya.
Sampai sekolah berakhirpun Yoshiki tetap tidak terlihat.

Ketika sedang asik melingkari daftar lowongan pekerjaan yang sudah ia print barusan tiba-tiba Hana terusik dengan suara ketukan pintu.
Dibukanya pintu depan rumahnya. Dan tenyata itu adalah Arashi Tomuro.
"Tomuro-kun?"
"Yo! Hana-kyun!"
"Ehm, silahkan masuk" Hana mempersilahkan Tomuro masuk.
"Terima kasih" Tomuro langsung saja memasuki rumah Hana dan mengamati dengan seksama setiap inchi dari rumah Hana.
"anoo, kenapa Tomuro-kun kesini?" tanya Hana.
"Aku merindukanmu Hana-kyun, tidak boleh?"
"hahaha" Hana sweatdrop.
"oh ya? Tadi kenapa dia tidak masuk?" tanya Hana.
"maksudmu Yoshiki? Dia sakit. Kau sedang mencari pekerjaan?" Jawab Tomuro singkat dan tidak jelas, dan setelah ia melihat kertas-kertas di meja ia malah bertanya balik.
"Ya begitulah. Yoshiki sakit? Apa maksudmu?"
"Dia mengurung diri di kamarnya. Tapi kata para maid dia sakit"
"Sakit apa?" raut wajah Hana nampak sangat khawatir.
"Heee? Kau nampak khawatir sekali"
"Beritahu aku Tomuro-kun!"
"entahlah. Dia tidak pernah begitu. Tapi aku 99% yakin penyebabnya adalah kau"
"aku?"
"tentu. Memang siapa lagi? Istri yg dicintainya, yg harusnya tinggal bersamanya, mendapinginya kini malah meninggalkannya"
"hentikan itu Tomuro-kun. Dia tidak mencintaiku. Aku hanya pemasok kekuatannya."
"oh ya? Kau percaya kata-katanya?"
Hana terdiam, "..."
"Dia mencintaimu. Percayalah padaku. Buktinya ini," Tomuro mengeluarkan mini-handycam yg terselip di pinggangnya.
Read More ->>

Kamis, 25 September 2014

Yami no Ai [Chapter 66]

Chap 66

Sampai akhirnya para siswi berteriak histeris dan melaporkan pada seorang guru dan perkelahian mendadak itu terhenti.
Efeknya, kedua siswa tampan itu digiring ke ruang konseling. Atas beberapa saksi akhirnya Sasano di skors selama 1 hari.

Saat keduanya keluar dari ruang konseling Hana terlihat sedang berlari lalu menerjang-- Sasano. Memeluknya dengan erat.
"Sano-kun kau tidak apa? Kau kena hukuman?" Hana menatap Sasano khawatir.
Bisa bayangkan perasaan Yoshiki yg tengah menatap Hana--istrinya--tengah memeluk pria lain, ya walaupun itu 'onii-chan'nya... Itu tetap terasa sesak. Yoshiki memalingkan wajahnya dan pergi dengan memegangi memar di wajahnya.
"tidak apa, skors 1 hari tidak menyusahkan kok." Sasano mengacak rambut Hana.
"selain itu," wajah Sasano berubah serius. "Jangan kau dekati lagi Kuroto itu! Dia menyakitimu kan? Dia melakukan apa saja padamu?"
"eh?" Hana menatap Sasano bingung.
"matamu sembam. Lalu terdengar kabar kau dan Kuroto putus. Apa benar kalian putus?"
Hana menunduk "benar. Tak kusangka kabar itu tersebar dengan cepat, padahal aku hanya memberitahu Yui kemarin"
"Si sialan itu! Aku akan menghajarnya lagi!" Sasano geram.
"Hentikan Sano-kun, membunuhnya pun tak akan mengubah apapun!" sergah Hana.
"hhh" Sano kembali mengelus rambut Hana pelan. "kau masih tetap imouto-ku yang dulu..."

Dikelas Hana tidak bisa henti-hentinya menoleh ke arah Yoshiki. Pipi Yoshiki yang dihiasai bekas lembam di kedua bagian nampak membuat Hana tersiksa. Ia sepenuhnya tau Yoshiki tetap menjaga bekas lembam itu agar tidak menarik pehatian jika lembam itu cepat sembuh.
Mungkin karena hari pertama, jam sekolah diundurkan. Karena hanya berisi pengarahan-pengarahan untuk kedepannya saja.
Hana melihat bangku Yoshiki yg sudah kosong hanya bisa menghela nafas. Ia berjalan menuju kantin, membelu beberapa es batu, menuju ruag PKK mengambil kain-kain bersih bekas praktik menjahit lalu menuju atap.

Saat membuka pintu atap sekolah Hana menatap punggung seseorang dari sana. Punggung orang yang sangat ia kenal--dan ia cintai. Yoshiki Kuroto.
Darimana Hana tau Yoshiki disini? karena Hana sudah hafal tempat favorit Yoshiki adalah atap.
Hana berjalan perlahan mendekat ke arah Yoshiki.
"Kenapa kau kemari?" suara dingin Yoshiki menghentikan gerakan Hana sesaat.
"maaf" guman Hana dan berjalan mendekat.
Yoshiki membalikan tubuhnya menghadap Hana. Bekas lembam di wajahnya sudah hilang. Sebagai gantinya di mulutnya terselip sebuah benda bergulung. Rokok.
Hana yang melihat itu terdiam lagi.
"oh sudah sembuh. Baiklah maaf mengganggu--" Hana berbalik badan. Belum sampai sembilan puluh derajat Hana terdiam dan kembali ke posisi semula. Menatap rokok Yoshiki curiga.
"Bau ini" Hana menarik rokok Yoshiki dan mencium asapnya.
"Ekstasi!" seru Hana.
"Hn"
"Kenapa kau menggunakan benda ini Yoshiki-san!?" teriak Hana geram.
"apa pedulimu?" tanya Yoshiki hambar.
Hana melempar benda itu jauh.
"Kau sudah gila menggunakan ekstasi di lingkungan sekolah?"
Read More ->>

Rabu, 24 September 2014

Yami no Ai [Chapter 65]

Chap 65

Yoshiki mengantarkan Hana kembali ke rumah lamanya.
Sesampainya di depan rumah kediaman Rayumi, Hana segera turun dan bermaksud segera memasuki rumahnya tanpa berbincang-bincang ria kepada Yoshiki. Tapi sayangnya tangan Yoshiki terlebih dahulu mencengkram lengan Hana.
"Aku akan selalu ada di sekitarmu. Jangan berharap pergi dariku" ucap Yoshiki dengan menatap mata Hana tajam.
Hana hanya menunduk lalu mengibatkan tangannya dan segera memasuki rumahnya.
Setelah mengunci pintu depan Hana terdiam di depan pintu. Tubuhnya beringsut turun. Air mata sudah membanjiri pipinya. Ia menangis dalam diam sampai akhirnya ia benar-benar menangis dengan keras.

Hari pertama Hana memasuki sekolah. Tanpa apa yang disebut dengan "moodbooster" alias Ryuu-senpai. Karena yah dia sudah lulus. Dan terlebih lagi dengan Yoshiki.
Dia bukanlah 'kekasih' Yoshiki lagi. Tapi ia masihlah 'istri' Yoshiki. Entahlah, apakah kata 'istri' bersinonim dengan "pemasok kekuatan".
Ia berjalan dengan lesu. Matanya masih nampak sembam dan mengantuk efek bersih-bersih rumah sampai larut malam setelah menangis sejadinya. Ditambah dengan kepalanya yang dipenuhi oleh Yoshiki, Yoshiki, dan Yoshiki. Ia harus menemukan cara untuk lepas dari Yoshiki! Pertama-tama, ia harus menanamkan ini dalam pikirannya, 'aku hanya pemasok kekuatan Yoshiki. Yoshiki tidak mencintaiku.'
Saat Hana hendak menjatuhkan pantatnya pada kursinya terdengan riuh di luar. Mau tak mau ia menoleh dan ia melihat. Suaminya--Yoshiki Kuroto--dengan santainya berjalan diikuti gadis-gadis cantik nan manis dari penjuru sekolah. Termasuk kouhai barunya tahun ini.
Hana tersenyum miris melihatnya. Ada bagian kecil dari hati Hana yg tidak tenang saat melihat seorang gadis tengah memaksa merangkul lengan kanan Yoshiki.
Mata onix Yoshiki bertatapan dengan saphire Hana. Saat itu Yoshiki melihat ada lengkung aneh di kedua kelopak mata Hana. 'ck!' rutuk Yoshiki dalam hati.
Menyadari itu Hana segera memalingkan wajahnya ke arah lain.
Yoshiki segera melepaskan diri dari gadis-gadis itu dan menarik lengannya yag sedari tadi diapit. "Hn. Sampai kapan kalian mengikutiku?" tanya Yoshiki dingin.
"Kuro-san nanti kau senggang?" tanya seorang gadis dengan manja.
"Aku sibuk" jawab Yoshiki dingin lalu meninggalkan mereka.
"tapi aku punya bentou spesial yang sudah kubuat untuk merayakan hari ini. Kau putus dengan Hana kan?" tanya Ichika.
DAK!
Tiba-tiba tubuh Yoshiki terhantam sesuatu dan membuatnya terlempar di lantai dengan pipinya yang lembam.
Sasano. Dari kelas 2-2. Jago lari. Orang yang Hana anggap sebagai 'Onii-chan' saat kecil.
Yoshiki bangkit setelah menerima pukulan keras di pipinya oleh Sasano.
'shit! Kenapa aku tidak bisa menghindari pukulan lemahnya?' pikir Yoshiki. Tapi ia segera menyadarinya, 'ck! Pikiranku terfokus pada Hana. Membuat pertahananku lemah...'
"Kau... Kau..." Sasano nampak menatap Yoshiki penuh amarah.
BUAK. Lagi Sasano menghantam wajah Yoshiki. Entah apa yg membuat Yoshiki tak membalas serangan Sasano.
Read More ->>

Selasa, 23 September 2014

Yami no Ai [Chapter 64]

Chap 64

"bohong!" teriak Hana frustasi. "itu hanya bagian dari permainannya!"
SRAK!
Tomuro kembali menarik kerah baju Hana dengan kasar.
"Kau fikir semua perasaannya hanya sebuah permainan? Dia mencintaimu! Memikirkanmu! Menyayangimu! Apa kau tidak ingat kejadian perselingkuhanmu dengan Senpai-mu itu? Dia benar-benar cemburu! Jika dia hanya menginginkan kekuatanmu dia tidak perlu cemburu! Toh senpai-mu tidak akan menciummu!"
Hana terdiam. Pikirannya kembali beradu dengan akal sehatnya.
Itu... Itu adalah hal yang mengganggu pemikiran Hana.
Bahkan ia yg lebih tau kejadian lengkapnya kenapa tidak peka seperti Tomuro? Yoshiki sampai memblokir emailnya. Jika Yoshiki hanya menginkan kekuatan dalam dirinya, Yoshiki cukup datang dan membawanya pulang. Tapi semua kelakuannya... Persis seperti orang yg hatinya hancur karena perasaannya disakiti.
Dan lagi semua perlakuan Yoshiki padanya sangat lembut, penuh perasaan dan kasih sayang. Kalau memang Yoshiki hanya membutuhkan kekuatannya ia juga bisa memperlakukan Hana sebagai budak. Tapi tidak dilakukannya.
"Tapi kenapa dia merantaiku seperti ini?" tanya Hana muram.
"kalau itu silahkan tanya langsung kepada suamimu. Percaya padaku. Dia mencintaimu" Tomuro langsung menghilang.
Dari luar terdengar langkah kaki berat yg kemudian pintu kamar terbuka. Munculah sang raja Iblis--Kuroto Yoshiki.
"Hn. kau sudah bangun?" Mata Yoshiki menatap maid yg tertidur di samping pintu dan makanan di dekat Hana.
'Tomuro' pikir Yoshiki.
Yoshiki duduk di depan Hana. Mulai menyuapi Hana.
"Hn. buka mulutmu"
Hana terdiam.
"Nee... Kenapa kau merantaiku?" tanya Hana.
"agar kau tidak pergi. Sudah kubilang kan? Kau milikku. Aku tidak ingin kekuatan didalam tubuhmu di miliki orang lain selain aku. Sekarang buka mulutmu. Aku tidak ingin kau cepat mati" ujar Yoshiki dingin.
Hana menunduk setelah mendengar ucapan Yoshiki. "jadi begitu... Aku memang hanya penghasil kekuatanmu..."
"begitulah. Kau tidak perlu mempercayai ucapan Tomuro. Dia itu wakilku jadi dia hampir sama sepertiku. Pembohong. Sekarang buka mulutmu"
"kalau begitu lepaskan aku. Aku ingin kembali ke kehidupan lamaku. Bersama teman-temanku. Aku berjanji aku tidak akan mencium atau dicium dan melakukan hubungan badan siapapun." pinta Hana melas.
NYUT. Dada Yoshiki terasa aneh seketika.
"apa maksudmu?" tanya Yoshiki dingin.
"Kalau kau hanya membutuhkan kekuatanku. Aku bisa datang kapanpun kepadaku. Tapi lepaskan aku"
PRANG. Yoshiki membanting piring berisi makanan yg dibawahnya.
Hana terlonjak mendengarnya.
"Kau fikir aku akan mengabulkan permintaanmu itu?"
Hana meringkuk ketakutan.
Air mata masih membasahi matanya yg lembam. Hana terisak.
Yoshiki yg melihat itu dadanya hanya terus terasa sakit.
"Baiklah. Jika itu maumu" Yoshiki melepas rantai yg mengikat tangan kiri Hana dan pergi berlalu keluar kamar.
Hana hanya memandangi punggung Yoshiki yg lalu menghilang.

Keesokan paginya Hana sudah berada di dalam mobil Yoshiki. Melaju kencang menuju kediaman Rayumi. Benar.
Read More ->>

Senin, 22 September 2014

Yami no Ai [Chapter 63]

Chap 63

Benar juga. Yoshiki sudah memperkosanya tadi. Lalu... Kenapa ia sudah berpakaian? Apa Yoshiki yg memakaikannya?
"Ohayou My Lady...." sebuah suara wanita yg manis terdengar.
"Ah benar juga..." tentu saja, pasti seorang Maid yg merawatnya.
"YO!" tiba-tiba Tomuro muncul dengan senyuman khasnya di depan wajah Hana tepat.
"HEE???" Hana terlonjak kaget.
"Ahahaha" Tomuro malah tertawa.
Sementara Hana masih memandangi Tomuro bingung.
"Ayo makan. Manusia lemah tidak boleh sakit. Aaaa" Tomuro menyuapkan sesuap sup.
Namun Hana malah memalingkan wajahnya dan murung.
"Hei buka mulutmu. Bisa sia-sia aku menyelinap kesini, menidurkan maid itu. Aku ingin menyuapimu"
Hana tidak peduli. Pandangannya datar. Dengan sebuah air mata yg perlahan menetes.
"kenapa menangis sih?" tanya Tomuro tak berperasaan.
Air mata Hana masih menetes. Yoshiki telah mencium--DAN DENGAN BERANI MENYETUBUHINYA! Dia pasti... Mendapatkan banyak kekuatan! Dengan memperkosa dan menghancurkan hatinya. Dasar raja iblis yg hebat sekali. Batin Hana miris.
Tiba-tiba Hana merasa ada yg menyentuh pipinya. Hana berkedip sekali dan menyadari Tomuro sedang mengusap air matanya.
"Dengarkan aku. Aku akan menceritakan semuanya, mengenai kesalah pahaman ini"
"bagaimana aku bisa percaya ucapanmu...."
"Terserah padamu"
"baiklah ceritakan"
"Hhh, dasar. Baiklah" Tomuro mulai duduk santai "sebelumnya aku ingin bertanya padamu. Apa yg sedang kau ragukan sekarang?"
"Tubuhku memiliki kekuatan. Dan Yoshiki hanya menginginkan kekuatanku. Bukan aku. Dia pembohong"
"menurutmu begitu?"
"kau juga pembohong karena tidak mengataknnya padaku"
"aku iblis. Wajar jika aku berbohong"
Hana terdiam.
"dia memang menginginkan kekuatanmu. Tapi tidak selalu. Dia menggunakan kemampuannya untuk menahan kekuatanmu masuk. Tapi awalnya dia harus menciummu."
Hana terdiam menatap Tomuro.
"Kuberi tahu! Semua gara-gara kau!" Tomuro menarik kerah baju Hana. Sontak Hana kaget.
"Yoshiki Kuroto menjadi seperti Yoshiki Kuroto lain setelah turun ke dunia manusia karenamu!"
"a-apa? A-apa maksudmu?"
Tomuro menurunkan Hana.
"Semua misi kita berubah drastis! Aku sempat kaget karenanya! Setahuku ia--si bodoh raja iblis tsundere itu--merubah semuanya karena bertemu si 'pemasok' yg manusia dan menjadi tidak tega akan kehidupannya!"
"a-aku..."
"ya! Kau! Dia seakan menjadi sosok lain! Begitu menjijikan bagiku saat melihatnya seperti itu hanya karena seorang wanita! Dia begitu mencintaimu! Dia selalu memikirkanmu!"
Hana terdiam.
"apa kau tau cara mengaktivkan kekuatanmu?"
Hana menggeleng.
"Kau harus disetubuhi. Jika memang dia hanya menginginkan kekuatanmu dia tidak akan menikahimu! Waktu itu kutanya kapan dia akan menyetubuhimu? Kau tahu apa yg ia jawab?"
Hana masih terdiam.
"'Aku akan menunggu sampai ia menginginkannya. Aku tidak mau menghancurkan cita-citanya karenaku'. Itu! Itu jawaban Yoshiki!" teriak Tomuro emosi.
Hana terperangah mendengar ucapan Tomuro.
"Dia semakin menjijikan! Tapi setelah mengenalmu lebih jauh, aku memahami perasaannya..."
Read More ->>

Minggu, 21 September 2014

Yami no Ai [Chapter 62]

Chap 62

Hana yg merasakan sperm Yoshiki di dalam miliknya hanya bisa menangis tertahan.
Yoshiki menarik miliknya.
Di dekatkan wajahnya ke wajah Hana. Namun wajah Hana segera berpaling, menolak. Tangan besar Yoshiki segera mencengkram dagu Hana dan memaksanya menatap wajahnya.
"Hn? Bagaimana rasanya sperma raja iblis? Kau menyukainya kan? Dasar pelacur kecil..." ejek Yoshiki.
"Aku membencimu! Sangat membencimu! Aku pasti akan membunuhmu!" teriak Hana sambil menangis.
"Hn. Lakukan sesukamu" ucap Yoshiki dingin menatap Hana.
Hana yg kelelahan perlahan pandangannya mulai mengabur dan ia tertidur pulas dalam sekejap.
Tangan Yoshiki mengusap lembut rambut pendek Hana.
Didekatkannya lagi wajahnya, ah mungkin lebih tepat ke telinga Hana.
"Aku tidak peduli kau menganggap dan memandangku apa. Tapi kau adalah milikku, Hana Kuroto. Istriku"
Yoshiki mengangkat wajahnya dan memandang lekat wajah Hana.
"Aku mencintaimu My Lady" Yoshiki mengecup ringan puncak kepala Hana.
Tangannya yg entah sejak kapan membawa rantai mulai memasngkannya pada pergelangan tangan kiri Hana dan mengikatnya di tembok.

Segera setelah berpakaian Yoshiki memanggil salah satu maid.
"pakaikan pakaian hangat untuknya. Nyalakan pemanas. Saat ia bangun tanyai dia bagian mana dari tubuhnya yg terasa sakit atau tidak enak. Layani dan rawat dia" ucap Yoshiki datar pada seorang maid.
"Yes, My Lord" maid itu membungkuk hormat dan segera masuk kamar Hana dan Yoshiki untuk menjalankan tugasnya.

Yoshiki segera berjalan menuju suatu tempat. Dengan wajah dinginnya ditambah beberapa aura gelap bertamburan di sampingnya. Apapun yg terjadi selanjutnya, pastinya akan buruk.
Langkah kaki sang raja iblis itu akhirnya berhenti di sebuah ruangan di ujung lorong. Ia mengetuknya sebanyak 4x sampai akhirnya si pemilik ruangan membukakan pintu.
"My Lord?"
"Hn. Hazel kenapa kau memberitahunya?" tanya Yoshiki dengan super-duper dingin.
"Ah hanya memberitahunya lebih awal"--DUAK-- tubuh wanita berambut coklat panjang itu terpental sampai menabrak tembok ujung ruangannya.
"ugh" sedikit darah keluar dari mulutnya.
"Hn. apa saja yg kau katakan kepadanya?"
Hazel masih berusaha berdiri namun tiba-tiba ia merasa tercekik sesuatu. Padahal Yoshiki masih tetap di tempatnya. Ya, itu salah satu kekuatan sang Raja Iblis.
"ak...akh..." Hazel berusaha mati-matian menahan sesak menyakitkan di lehernya.
Cekikan itu terlepas dan tubuh Hazel kembali beringsut jatuh.
" ... ." lama Hazel terdiam sampai ia berbicara tersenggal-senggal kemudian, "saya memberitahunya, bahwa saya sangat mencintai anda" jawab Hazel dengan wajah mengerikan bagai sosok psiko lalu tertawa nyaring "HAHAHAHAHA!!!"
"Hn" tawa Hazel terhenti. Kepalanya terlah terpisah dari badannya setelah dibelah oleh pedang Yoshiki.
Yoshiki pergi meninggalkan kepala dan tubuh Hazel yg ia pisahkan dengan cepat.
Ia menuju beranda di dekat green house. Tepat kesukaanya.

"ngh...." Hana mengerang sebentar sebelum membuka kedua matanya.
Saat melihat tangannya terantai sontak ia bangun.
Read More ->>

Sabtu, 20 September 2014

Yami no Ai [Chapter 61]

Chap 61

Yoshiki menyusuri lekuk leher Hana dan mejilatinya perlahan.
'My Lady....' batin Yoshiki dalam hati.
"akhhh!!" Hana meredam jeritannya saat Yoshiki membuat kiss mark di lehernya.
Hana semakin meronta lebih keras. Namun tentu saja tak menghasilkan apapun.
Akhirnya Hana kelelahan dan hanya bisa bernafas berat sambil berusaha menahan segala rasa campur aduk di tubuhnya.
"sudah lelah? Baguslah" Yoshiki mengendurkan pegangannya.
'chu' bibir Yoshiki mencium Hana lembut.
Hana tersentak untuk beberapa saat menyadari Yoshiki--suami yg selama ia cintai, suami yg menurutnya mencintainya dengan segala kelembutanya untuk menjaganya sudah kembali--menciumnya dengan sangat lembut.
"un...." Hana mengerang saat bibir Yoshiki masuk dan mengulum lidahnya.
Tiba-tiba Hana merasakan tubuh bagian bawahnya telanjang. Benar saja, rok sekolah hitam beserta celana dalamnya telah lenyap.
Hana semakin ketakutan. Yoshiki benar-benar ingin memasukinya, menyetubuhinya! Air mata kembali menetes.
"jangan menangis" ucap Yoshiki berat tiba-tiba.
"Umh!" kembali mulut Hana dilumat Yoshiki. Sementara tangan Yoshiki bergelirya di selangkangan Hana. Memberikan sensasi geli pada bagian clitoris Hana dengan memutar-mutarnya. Kadang memasukan kedua jarinya ke dalam milik Hana sampai Hana melengkung tinggi.
"a-akh..." Hana menahan erangannya tiba-tiba.
CROT. Hana orgasme. Yoshiki tahu itu.
Dilepaskannya permainan jarinya dan mulai melepas semua pakaiannya.
Dilebarkannya paha Hana dan mulai mengarahkan miliknya untuk memasuki milik Hana.
Hana yg kelelahan akan pemberontakan dan orgasmenya tadi hanya bisa mengatur nafasnya.
"ukh..." Hana merintih saat merasakan milik Yoshiki yg besar mulai memaksa masuk miliknya.
Yoshiki terus melakukan penetrasinya.
Sudah masuk setengah.
"I-ittai...." ringis Hana.
'chu' lagi. Yoshiki mencium bibir Hana secara lembut. Tangannya kembali membuat niple Hana sensitive. "nnnh..." desah Hana.
Yoshiki segera mendorong pinggulnya masuk hingga semua miliknya tertanam di milik Hana dan segera di genjotnya perlahan.
"uh... Ahhh ahhh" Hana hanya bisa mengerang.
"mmmh.... Mhhhh" Hana terus mengerang.
Tak lama kemudian Yoshiki mengangkat tubuh Hana dan duduk memangkunya. Diputarnya tubuh Hana sehingga membuat Hana memumunggunginya sekarang.
Sebelum kembali menggenjot milik Hana, tangan Yoshiki kembali bermain-main di clitoris Hana dan memutar-mutarnya. "umhhh" Hana mengerang.
Sambil memutar-mutar clitoris Hana, Yoshiki kembali menggenjot Hana perlahan.
"anghhh" Hana masih terus menggerang.
Tak berapa lama kemudian posisi keduanya sudah kembali seperti semula. Dimana Yoshiki diatas dan Hana dibawah.
Yoshiki tiba-tiba mempercepat genjotannya.
"M-My L-Lad-dy..." erang Yoshiki.
"Ja-jangan didalam Y-Yoshiki-kun... Akkh ahh ahh" pinta Hana melas.
Yoshiki melihat ekspresi Hana yg seperti orang tersakiti membuat hatinya terus berkedut aneh--sakit. "ck!" decak Yoshiki.
"ughhh" penis Yoshiki berkedut di dalam milik Hana.
Read More ->>

Jumat, 19 September 2014

Yami no Ai [Chapter 60]

Chap 60

Yoshiki menarik Hana kepelukannya. Menghilangkan jarak diantara keduanya. Wajah mereka berdua saling bertatapan.
"Kau adalah segalanya bagiku. Kau milikku. Sepenuhnya milikku. Kau istriku. Tidak peduli seperti apa kau memandangku kau tetaplah istriku. Aku tidak peduli kau membenciku seumur hidupmu. Tubuhmu adalah milikku. Kekuatan di dalam dirimu adalah milikku. Jiwa dan cintamu hanya milikku. Cincin ini adalah buktinya." racau Yoshiki.
Tanpa memberi Hana kesempatan untuk bicara Yoshiki langsung melumat bibir Hana.
Hana tercekat luar biasa. Yoshiki menciumnya!
"Ummph!" Hana berusaha keras menolak ciuman Yoshiki yg sudah berubah menjadi lumatan panas.
Tapi Yoshiki tak mau kalah. Ia berusaha memasukan lidahnya namun Hana masih bersikeras menahannya. Namun tenaga Hana sangatlah berbanding jauh dengan Yoshiki. Tidak heran jika kini Yoshiki sudah sempurna mengulum bibir dan lidah Hana.
Air mata menetes dari kelopak mata Hana.
Yoshiki yg merasakan rasa asin menjalar di bibirnya menyudahi aksi lumatannya dan menyadari Hana sedang menangis.
"hiks... Aku... Membencimu!! Aku membencimu!!" teriak Hana di sela tangisannya.
Yoshiki terdiam untuk beberapa saat. Ia hanya bisa menatap Hana nanar.
'Hentikan! Jangan menangis dihadapanku!' teriak Yoshiki dalam hati.
Ia sangatlah terpukul. Istrinya... Menangis dihadapannya. Karenanya?
Haruskah ia mengakhiri ini semua?
Tidak. Ia sudah terlanjur membuat Hana menangis. Sudah terlanjur. Bahkan ia membuat Hana membencinya.
"ck" decak Yoshiki.
"kau benci pun aku tidak peduli jalang! Kau fikir kau siapa? Kau hanya penghasil kekuatan bagiku!" ucap Yoshiki dingin.
Ia sudah membuang semua rasa tidak teganya. Mungkin sekarang Yoshiki benar-benar menjadi raja iblis yg keji.
Hana shock bukan main mendengar tuturan Yoshiki barusan. Hatinya hancur berkeping-keping.
"j-jadi. M-memang b-begitu"
"Ya memang begitu. Hei kau aku membutuhkan kekuatan dalam jumlah besar untuk menguasai dunia sebentar lagi. Maka...." SREK. Yoshiki merobek pakaian Hana hingga membuat Hana separuh telanjang.
Branya ikut robek hingga menampakan dua payudaranya yg sedang 'dalam masa pertumbuhan'.
Tangan Yoshiki menyentuh kedua ujung niple Hana.
"akh!" Hana tersentak kaget menahan sensasi aneh.
"dasar pelacur kecil. Kalau memang kau suka ku sentuh lebih baik kau bilang saja"
"he-hentikan!" rintih Hana.
Yoshiki malah mengulum dan memainkan niple Hana dengan lidahnya setelah itu.
"kyaaaa!! Yamete! Yamete!" Hana akhirnya berusaha berontak dengan keras.
Yoshiki yg menyadari itu segera menahan Hana sekuat tenaga.
"mau kemana kau pelacur kecilku? Hmm" Yoshiki tersenyum sinis setelah berhasil kembali mendekap Hana dan mendekatkan kedua wajah mereka.
"lepaskan aku Yoshiki-kun! Aku benar-benar membecimu sekarang! Hiks hiks!" ujar Hana menahan tangis.
"tidak tidak, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu selain aku" Yoshiki menghempaskan badan Hana ke arah ranjang.
Dengan sigap Yoshiki menahan kedua tangan Hana yg terlentang keatas.
"Kuroto Hana...."
Read More ->>

Kamis, 18 September 2014

Yami no Ai [Chapter 59]

Chap 59

Tentu saja ia mempercayai Yoshiki. Tapi ucapan Hazel sangatlah beralasan. Dirinya... Hana Kuroto yg sebelumnya Hana Rayumi hanyalah siswa abnormal dan miskin. Ia sepenuhnya sadar bahwa ia tidak cantik. Atas dasar apa Raja Iblis tiba-tiba mencintainya kalau bukan karena ada "sesuatu" dari tubuh Hana. Dan pasti yg dibutuhkan bukanlah Hana. Tapi "sesuatu" itu.
"Awalnya memang begitu." ucap Yoshiki.
"Aku tersegel setelah kalah dari-Nya. Tapi kekuatanku tidaklah selemah itu. Walau tersegel aku masih bisa melakukan banyak hal. Seperti mengamati para manusia. Lalu aku melihatmu. Dengan kekuatan ditubuhmu. Aku menyelidikimu. Ternyata kau memang gadis yg diramalkan berjuta-juta tahun yg lalu akan membawa perubahan di alam semesta ini. Aku terus mengamatimu selama 8 tahun. Dan selama itu aku terus tersiksa ingin memilikimu. Kau adalah narkoba bagiku. Bahkan sampai sekarang tetap seperti itu. Lalu sampai puncaknya aku berhasil mengumpulkan kekuatan yg kubutuhkan untuk melepas segel dan turun ke dunia manusia. Aku terus mengamatimu selama beberapa hari. Dan pada saat itu aku menyadari bahwa aku tidak hanya mengingkanmu sebagai penghasil kekuatan. Tapi aku juga menginginkamu sebagai istriku" Yoshiki berbalik menghadap Hana begitu ia mengakhiri ucapannya.
Pikiran Hana berkecamuk bukan main. Ia bingung harus percaya kepada siapa? Rasionalitasnya? Hazel? Yoshiki? Siapa!?
Tiba-tiba Hana teringat bukti yg diucapkan Hazel.
"la-lalu... Kenapa aku tetap manusia? Bukannya semua wanita yg berhubungan denganmu kau ubah menjadi iblis jika dia manusia?" tanya Hana getir.
"justru karena dia benar-benar mencintaimu dia tidak bisa merubahmu menjadi iblis" suara Tomuro terdengar dari beranda kamar Hana dan Yoshiki.
Refleks keduanya segera menuju beranda.
"Tomuro" ucap Yoshiki dingin.
"yo, my lord. Apa aku mengganggu acara pertengkaran suami-istri kalian?" Tomuro bergelantung dari lantai atas dengan kakinya dan menyapa Yoshiki dan Hana.
"Apa? Apa maksudmu tadi Tomuro-kun?" sela Hana.
"ah ya. Hana-kyun kau bodoh sekali ya ternyata?"
"apa??" Hana malah semakin badmood mendengarnya.
"kalau kau diubah menjadi iblis, maka kau bukan manusia lagi. Iblis dan manusia punya batasan-batasan. Kecuali sang raja iblis sendiri tidak meiliki batasan itu. Jika kau jadi iblis, kau akan kehilangan dunia ini. Kau tidak bisa berkumpul dengan temanmu. Yah walaupun ada bisanya juga sih. Tapi tidak seleluasa selama kau masih manusia" jelas Tomuro seperti guru.
Hana menatap mata Tomuro dengan pandangan aneh.
"yah percaya atau tidak percaya itu urusanmu. Karena aku iblis. Mulutku bagai pedang bermata dua loh. Yak, selamat melanjutkan pertengkaran kalian! Jaa~" Tomuro melompat begitu saja kebawah.
Saphire Hana menatap Yoshiki kalut. Ia bingung! Sangat bingung!
TEP
Tiba-tiba Yoshiki menarik lengan Hana. Saat itu cincin pernikahan Hana memantulkan sinar bulan.
"aku tidak pernanh memberikan sebuah cincin kepada wanita lain. Aku bahkan belum pernah menikah sebelumnya" ucap Yoshiki.
Read More ->>

Rabu, 17 September 2014

Yami no Ai [Chapter 58]

Chap 58

Tanda telah berhasil membelah sesuatu.
Sebuah potongan tangan kiri menggelinding di lantai.
Kudo terbelalak bukan main saat mengetahui bahwa tangan yg baru saja ia potong bukanlah milik Hana. Mengingat ia melihat kedua tangan Hana masih lengkap melindungi kepalanya yg gemetaran.
Bola mata sapphire milik Hana tak kalah terbelalak melihat sosok di depannya tangan kirinya terpenggal begitu saja.
"Jangan sentuh. Istriku!" teriak Yoshiki geram, seketika itu tubuh Kudo terpelanting kebelakang hingga menabrak dinding.
Entah sejak kapan kapak yg semula ada sebuah kini menjadi berjumlah lebih dari sepuluh dan tengah melawan hukum grafitasi--mengambang di udara.
"MATI!" ucap Yoshiki datar.
Dan kapak-kapak itu segera menerjang tubuh Kudo. Membelahnya berkali-kali sampai mati.
Yoshiki berbalik ke arah Hana.
Dilihatnya Hana dengan wajah sembabnya karena air mata. Dan Ken dengan wajah paranoidnya.
Yoshiki menatap Ken dan muncullah sebuah cahaya kuning yg membuat Ken tertidur.
Yoshiki mendekat ke arah Hana dan berjongkok.
"kau, tidak apa-apa?" tanya Yoshiki datar. Namun masih terdengar nada khawatir disana.
"lenganmu sendiri?" Hana menatap tangan Yoshiki yg masih mengalirkan darah segara. Jauh dalam diri Hana ia sangat sedih melihat keadaan Yoshiki, namun pria itu telah memanfaatkannya.
Tiba-tiba tangan kiri Yoshiki muncul seperti daging baru dengan kecepatan kemunculan yg sangat cepat. Sampai tangan itu terbentuk kembali seperti semula.
"Hn"
Hana bernafas lega tanpa diduga.
"Hn. Ayo pulang" Yoshiki beranjak dari tempatnya meninggalkan Hana.
Hana tak punya pilihan lain selain mengikutinya.

Saat di mobil keduanya hanya bisa terdiam. Hana terus memalingkan wajahnya ke jendela. Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya telah membuat tangan kiri Yoshiki terkena kapak.
Sesampainya di mansion dan memarkir mobil di garasi, Yoshiki segera keluar dari mobil dan menarik tangan Hana.
Hana yg tangannya ditarik begitu saja sempat meronta namun akhirnya mengalah.
Tak diduga Yoshiki membawa Hana ke kamar mereka berdua. Yoshiki merebahkan Hana ke ranjang dan menindihnya.
Hana yg tertindih tubuh berat Yoshiki menyadarai ia tak bisa melawan berikutnya hanya bisa memalingkan wajah ketakutan.
Tidak boleh. Yoshiki tidak boleh sampai menciumnya lagi.
Sementara wajah Yoshiki terus mendekat ke arah Hana. Yoshiki yg menyadari bahwa Hana 'menolak' perlakuannya seperti tidak peduli dan terus mendekatkan wajahnya. Yoshiki berusaha mencium Hana.
"aku akan menggigit lidahku bunuh diri jika kau berani menciumku lagi. Aku sudah tidak peduli akan hidupku lagi" ucap Hana sarkatis.
Yoshiki yg mendengar itu tercekat bukan main.
"Ukh!" Yoshiki berdecak dan melepaskan Hana.
Yoshiki memunggungi Hana dan bertanya, "siapa... Yang memberitahumu?"
Hana terdiam cukup lama sampai akhirnya ia menjawab, "Hazel-san".
"Dan kau lebih percaya kepada ucapan orang lain dari pada suamimu sendiri?" tanya Yoshiki lirih.
Hana tertegun. Tak mampu berkata lagi.
Dilain pihak ia sangat mencintai Yoshiki.
Read More ->>

Selasa, 16 September 2014

Yami no Ai [Chapter 57]

Chap 57

"Hn. Ini akan menarik. Tenang saja aku akan melindungimu"
"bukan itu! Aku tidak mau melihat temanku terbunuh tanpa alasan begini!"
"Hn. Si pelaku ingin membalaskan dendam pemerkosaan dan pembunuhan terhadap kakaknya. Aku tidak akan menghalanginya selama ia tak menyentuhmu" Yoshiki mendekatkan bibirnya ke bibir Hana. Namun Hana mundur kebelakang menolak ciuman Yoshiki.
Yoshiki sangat tertegun menyadari keanehan Hana yang semakin terlihat.
"tentu saja. Jika aku mati kekuatan dalam diriku juga akan hilang..." ucap Hana dengan nada yg semakin lemah.
Bagai ditusuk beribu jarum. Rahasia yang dijaganya sebisa mungkin kini telah ketahuan. Yang nampaknya sudah menjadi dasar alasan mengapa Hana menjadi aneh akhir-akhir ini.
"SEMUA SISWA EXELENT HARAP SEGERA MENUJU AUDITORIUM!" Semua menjadi gaduh. "ADA MAYAT DI SANA. KALIAN PUNYA 2 PILIHAN. MENYELAMATKAN MAYAT ITU ATAU MENELEPON SESEORANG."
seluruh siswa segera berlari menuju auditiorium. Saat Hana hampir berlari mengikuti arus Yoshiki segera menarik tangan Hana.
"pelakunya adalah Kudo. Saat kalian menuju auditiorium dia akan membunuh Ken" ucap Yoshiki datar. Namun nampaknya ia sangat murung.
Hana menepis cengkraman tangan Yoshiki.
"bohong! Kudo-kun tak akan melakukan itu! Kau mengatakan itu hanya untuk membuatku membencinya supaya aku tetap bersamamu!"
NYUT.
Bagian dada Yoshiki terasa sakit saat mendengar ucapan Hana hingga membuat tangannya melepas Hana begitu saja.
Hana segera berlari secepat mungkin saat cengkraman di tangannya lepas.

"Ke-kenapa?" ucap seorang siswa berambut biru laut meringkuk di lantai ketakutan.
"kenapa? Umm, entahlah. Memang kau sendiri kenapa memperkosa Aki Kudo?" tanya seorang yang membawa kapak yg ternyata Kudo.
"K-Kudo? Jadi dia kakakmu?" siswa itu ketakutan.
"Benar. Aki Kudo. Seorang desainer genius masa depan tahun lalu tewas dengan luka di kepala. Kecelakaan? Namun sayangnya ditemukan bekas kekerasan seksual. Dia diperkoasa lalu dibunuh. Lalu? Siapa? Aku menyelidiki semua itu walau masih siswa baru. Dan menemukan kalian semua" ucap Kudo dengan senyuman pembunuh diwajahnya.
"jadi kau yang--"
"benar! Untuk membalaskan kematian Aki-neechan aku--"
"HENTIKAN!" Teriak Hana berlari secepat mungkin ke arah Kudo.
"Hana?" ucap Ken dan Kudo bersamaan.
"Hentikan Kudo-kun! Aku mohon!" Hana memohon dan berdiri di antara Ken dan Kudo.
"Hana..." ucap Kudo lirih.
"Kau menghalangiku" Kudo mendekati Hana.
Kudo mengayunkan kapaknya ke atas.
Shock. Hana hanya bisa terbelalak melihatnya.
"Jangan menghalangiku" Kudo mengayunkan kapaknua turun. Ia tak peduli. Walaupun itu Hana. Kepalanya hanya berisi perintah untuk "membunuh pemerkosa dan pembunuh kakaknya. Siapapun yg menghalangi juga harus dibunuh!"
Ayunan kapak berkecepatan tinggi itu semakin mendekat. Hana menutup matanya ketakutan.
Saat itu ia menyesal. Kudo memang seorang pembunuh. Ia menyesal menghiraukapn ucapan Yoshiki, suaminya.
DRAK.
Cipratan darah segar menyebar kemana-mana. Mengotori seragam putih Ken.
Kapak itu berdarah.
Read More ->>

Senin, 15 September 2014

Yami no Ai [Chapter 56]

Chap 56

"hee begitu. Aku juga loh..." Hana bercerita

" ... ." Yoshiki terdiam di atap sekolah.
Rautnya yang sangat datar bagaikan patung yg tak memiliki ekspresi.
Tangannya merogoh saku celananya dan mengambil seputung rokok. Menaruh filter rokok tersebut di mulutnya. Jemarinya memunculkan api yg lalu menyulut rokok tersebut.
Pada 5 menit terakhir jam istirahat Yoshiki memasuki kelas dan kebetulan berpapasan dengan Hana.
Hana yg berpapasan dengan Yoshiki hanya menundukka kepalanya.
"Hn." Yoshiki hanya tertegun melihat Hana yg semakin aneh.
"Hari ini memang khusus sekolah untuk kelas EXELENT saja. Di sekolah hanya ada 3 guru. Hari ini kalian akan diadakan test sebanyak mungkin untuk mengukur IQ kalian" jelas Sadou-san si wali kelas.
Banyak keluhan yang melantun dari bibir para siswa. Namun siapa sangka justru ada yg tersenyum menyeringai.
"Hn. Sepertinya akan menarik" ucap Yoshiki sambil tersenyum.
Pada saat jam menunjukan pukul 12 siang para siswa mulai tertidur satu persatu. Termasuk Hana.
"ini... Clorofom" ucap Yoshiki. Namun sayangnya efek clorofom itu tak mempan padanya. Ia menciptakan ilusi supaya siapapun dalang dibalik ini semua ketika melihat Yoshiki ia nampak tertidur.
"Hn" wajah Yoshiki menjadi kaku. Matanya tajam menatapa sosok Hana yang tertidur. "Aku pasti akan melindungimu. Istriku" guman Yoshiki pelan namun yakin.

Pada pukul 6 para siswa mulai terbangun karena suara "kriet" yg ada di langit-langit kelas.
Sampai akhirnya "BRAK!" Langit-langit kelas bagian tengah terbuka dan turunlah mayat seorang wanita dengan kedua mata dan mulutnya dijahit mengerikan.
"KYAAAAA!!" Teriak semua murid ketakutan.
"Ta-chan!!" tangis seorang gadis kepada mayat itu.
Hana hanya bisa menatap shock gadis yang tergantung itu.
"ADA APA INI?" Seorang guru pria memasuki kelas EXELENT. Dilihat dari raut mukanya nampaknya guru ini juga baru saja ditidurkan.
"Pokoknya kalian tidak boleh berpencar! Apapun yang terjadi!" ucap guru itu setengah shock.
"Okuri-sensei! K-kano-sensei!" teriak seorang guru wanita berkacamata sambil berlari.
"tenang Liz-sensei. Mari kita masuk"
setelah seluruh ruang kelas dikunci rapat. Dengan suasana mencekam karena ada seongok mayat menggantung di langit-langit kelas.
"Kano-sensei tewas di ruang guru dengan luka seperti gorokan di lehernya. Diduga kematiannya karena kehabisan darah" jelas Okuri-sensei dengan gemetar.
"j-ja... Sudah ada 2 mayat" timpal Kuwata.
"a-ada p-pembunuh!" teriak Ayase.
"benar. Dan siapa tau pembunuh itu ada disini sekarang?" suara Kudo.
"apa? Jadi kau menuduh kami?" Sakura ketakutan.
"tidak. Aku hanya berpendapat"
Wajah Yoshiki masih menatap datar walau tau hampir semua kebenaran. Pikirannya hanya berisi satu hal. Yaitu Hana. Ia harus menjaga Hana.
GREP--
Tangan Yoshiki ditarik oleh seseorang. Yang tentunya Hana.
"Hn"
"Kau, kau sudah tau kan apa yg sebenarnya terjadi?"
"Hn"
"hentian itu! Beri tahu aku!"
Yoshiki terdiam menatap Hana. Ada yg aneh dari Hana...
Read More ->>

Minggu, 14 September 2014

Yami no Ai [Chapter 55]

Chap 55

"Hn. Selamat, kau peringkat 30" ucap Yoshiki tiba-tiba mendatanginya.
"Eh?" Hana kaget.
"Hn. Ada apa? Kenapa peringkatmu turun?"
"USO!" Teriak Hana berlari kaluar untuk melihat monitor rank.
Benar. Dirinya berada di peringkat 30! Ada apa ini? Bukannya ia menjawab hanya sebisanya? Bahkan banyak nomor ia kosongi.
Ini pasti tindakan Yoshiki!
Segera Hana kembali ke kelas untuk menemui Yoshiki.
"kau! Apakah kau merubah daftar rank!?" teriak Hana. Untung kondisi kelas jugas sangat ribut. Sehingga tidak ada yang mendengar teriakan Hana.
Yoshiki yang mendengar itu cukup tertegun. Berjuta pertanyaan segera menghantuinya. 'kenapa? Kenapa Hana tahu? Apa memang Hana sengaja menjebakku? Lalu kenapa ia marah? Ada apa dengannya?'
"Tidak" jawab Yoshiki datar dan dingin.
"Bohong! A-a-a--" belum sempat melanjutkan ucapannya, bel khusus sekolah berbunyi.
'Selamat kepada 30 rank teratas. Kalian berhak memasuki EXELENT CLASS DI LANTAI 2. segeralah berpindah. Kepada siswa lain kalian diizinkan pulang, untuk Hari ini. Pengumuman kelas kalian adalah besok. Sekali lagi.... Bla...bla"
Hana segera mengambil tasnya dan menuju ruang kelas EXELENT di lantai 2 tanpa menghiraukain Yoshiki.
"Hn" Yoshiki hanya terdiam. Berusaha memahami Hana.

"Loh? Kudo-kun kan?" tanya Hana sumringah melihat siswa berambut orange ikal tengah membaca manga.
"Ng?" siswa itu mengakat kepalanya untuk melihat Hana. "Hana... Rayumi?" tebak siswa itu.
"Iya" jawab Hana tersenyum.
Yoshiki yang melihat itu hanya terdiam. " ... ."
"Kau masuk kelas ini juga?" tanya Hana.
"tentu. Aku selalu mendapat rank pertama di kelas. Kenapa tidak?"
"E-etto, disebelahmu kosong?"
"Ini? Iya, jarang ada yang mau duduk di tempat tak strategis. Kau mau?"
Hana segera menaruh tasnya di bangku kosong itu.
'Apa? Apa maksudnya? Kenapa dia duduk dengan pria sialan itu?' "CK!" Yoshiki berdecak kesal. Melempar tasnya seadanya di bangku yang kosong.
"K-Kuroto-S-san" seorang gadis berkacamata berambut emo hitam mendekati Yoshiki.
"Hn?" Yoshiki merespon malas.
"K-kau masuk kelas ini?"
"Hn"
"anno..."
"Hn"
"SUKI DESU! ANATA WA SUKI NO KOTO!" Teriak gadis itu.
Reflek Hana menatap wajah Yoshiki dan gadis itu dengan kaget.
Yoshiki tau Hana menatapnya.
"Hn. Aku sudah memiliki orang lain" ucap Yoshiki dingin dan segera pergi tanpa mengharukan gadis yang baru saja menyatakan perasaan padanya mulai menangis.
"Daijobu Gasai-san! Kuroto hanya buta! Mungkin lain waktu dia akan menerimamu!" banyak gadis lain yang menenangkan Gasai.
"dia itu, Yoshiki Kuroto kan?" tanya Kido.
"eh, ya" jawab Hana.
"mungkin sebentar lagi dia akan ditembak lagi"
"eh?"
"gadis yg duduk di pojok sebelah kanan, namanya Ichika Raito. Ketua dari YKL club. Dia menatap dingin Gasai yg juga merupakan bagian YKL club. Kenapa? Mungkin mereka sedang dalam perbedaan. Jadi kemungkinan Gasai berusaha menunjukan bahwa ia bisa berusaha tanpa Ichika. Namun nampaknya hari ini dia gagal."
"kau..." Hana tercengang akan penjelasan Kudo.
"cita-citaku menjadi detektif. Jadi begitulah"
Read More ->>

Sabtu, 13 September 2014

Yami no Ai [Chapter 54]

Chap 54

Rasanya otaknya mengalami kekosongan massal karena baru saja mengetahui bahwa ia adalah hanya sebuah pemasok kekuatan pria disampingnya. Pria yang ia cintai. Dan pria yang ia percaya. Ia sudah menyerahkan segalanya kepada pria disampingnya. Termasuk keperawanannya! Lalu kenapa? Kenapa harus berakhir dengan kenyataan seperti ini?
Perlahan kelopak mata Hana meneteskan air mata.
GREP.
Tangan besar Yoshiki memegang pundak Hana.
"Kenapa kau menangis?" wajahnya nampak khawatir dan kalut.
"Ah?" Hana mengusap matanya yang berair.
"Tidak apa. Hanya lelah membaca mungkin" ucap Hana sambil tersenyum.
'kenapa? Kenapa aku berbohong?' batin Hana miris.
"Hn. Kau membaca apa memang?"
"Ah ini--"
"sejarahku?" potong Yoshiki.
"Ah aku hanya sedikit penasaran"
"Hn. kenapa kau tidak bertanya langsung padaku?"
"Eh?"
"Aku akan memberitahukan semuanya kepadamu. Ada banyak bagian yang tidak ditulis disana" tatap Yoshiki dingin.
"kenapa?"
"'kenapa?' tentu saja kerana kau istriku. Kau berhak mengetahui segala hal tentang suamimu" jawab Yoshiki datar.
''istri'? Apakah kau benar-benar menganggapku 'istri'mu, Yoshiki-kun?' batin Hana miris lagi.
"Tapi aku hanya butuh garis besar kok. Dan sedah kudapatkan. Lagi pula aku juga tidak bisa seenaknya menanyaka privasimu kan? Walaupun kita suami-istri" ucap Hana tersenyum.
'Ya, bagian privasimu yg menggunakan aku sebagai alatmu'
"Hn. Kau sudah belajar?"
"untuk?"
"ujian pergantian kelas. Kau peringkat 2 dibawahku kan kemarin saat penerimaan rapor tahun pertama"
"ah iya" 'kau pasti akan masuk kelas EXELENT Yoshiki-kun. Aku tidak perlu berusaha memasuki kelas itu. Aku ingin lepas darimu, menghindarimu'

"Hn. Bagaimana testmu? Kulihat tadi wajahmu tidak tertekan seperti saat kau mengerjakan test lainnya" tanya Yoshiki sambil tetap fokus terhadap kemudinya.
"aku sudah berusaha" jawab Hana datar.
"Hn? Ada apa denganmu? Kau nampak aneh akhir-akhir ini?" Tanya Yoshiki dengan sedikit nada khawatir.
"Aneh?"
"Hn. Lupakan"
Yoshiki segera berlari menuju monitor pengumuman untuk melihat daftar rank. Bukan untuk melihat rank berapakah dia--karena ia selalu menjadi si nomor satu--,namun untuk melihat di urutan berapa Hana? Ya, dia buta terhdapa Hana sehinggua membuatnya cukup kesulitan.
'Tidak ada! Tidak ada nama Hana di daftar rank 1-30 siswa kelas EXELENT! Lalu di urutan berapa Hana?'
Diputuskannya ia segera menuju ruang TU.
Menguasai pikiran para guru untuk mengetahui peringkat Hana. Ternyata peringkat Hana adalah 121 . Sangat jauh sekali. Sudah ia duga pasti ada apa-apa dengan Hana!.
Maka ia membuat para guru merubah daftar rank membuat Hana naik di rank 30. Walau itu urutan terakhir di EXELENT CLASS. Dan membuat semua siswa yang telah melihat urutan rank itu berfikir memang Hana urutan 30 bukan Kirihara--pemilik rank 30 yang sebenarnya.
Beruntung, Hana tidak berniat melihat monitor rank tersebut. Karena ia percaya bahwa ia tidak mungkin masuk EXELENT CLASS mengingat semua soal test kemarin hanya ia jawab sebisanya.
Read More ->>

Jumat, 12 September 2014

Yami no Ai [Chapter 53]

Chap 53

"ini semua gara-gara sikap overprotectivenya" ucap Hana sebal.
"My lady?" Hazel tiba-tiba bicara.
"ah, ya?"
"Menurut anda kenapa My Lord begitu bersikap seperti itu?" tanya Hazel santai dengan menuangkan teh ke cangkir Hana.
"eh? I-itu..." Hana begitu bingung menjawab pertanyaan mendadak Hazel.
"cinta?" terka Hazel.
"a-a-ah..." Hana hanya blushing saat Hazel berusaha menerka.
Hazel tersenyum. Tapi isi hatinya mendidih.
"Zanden-da..." Hazel masih tersenyum.
Hana mendongkak menatap wajah Hazel dengan wajah bingung.
"Sayangnya bukan itu alasannya. My Lady"
"cinta? Jangan membuat candaan garing seperti itu My Lady. My Lord adalah seorang raja iblis. Cinta? Tidak ada kata tersebut di kamus seorang raja iblis My Lady. Yang ada hanya 'kebohongan'," lanjut Hazel.
"a-apa maksudmu?" tanya Hana kalut.
"loh? Memangnya My Lord atau Arashi-kun tidak pernah memberitahumu ya?" tanya Hazel dengan wajah polos.
"ti-tidak"
Hazel mendekat ke arah Hana. Menyentuh bibir Hana dengan telunjuknya.
"Tubuh anda. Mengandung kekuatan tak terbatas. Namun untunglah kami yang menyadarinya terlebih dahulu. My Lord sangat serakah. My Lord ingin memiliki seluruh kekuatan di dunia ini. Caranya? My Lord harus memiliki anda. Memiliki kepercayaan anda. Dengan tipuan bernama "cinta". Dan kekuatan itu bisa diambil dari tubuh anda dengan cara ciuman dan berhubungan badan dengan anda. Oleh sebab itu My Lord sangatlah over-protective terhadap anda. Agar tidaka ada yg berani menyentuh anda. Agar kekuatan dari tubuh anda tidak dimiliki siapa-siapa." jelas Hazel dengan seringai di senyumnya.
"u-uso" Hana nampak shock mendengarnya.
"hontou yo My Lady"
"A-apa buktinya!?"
"bukti?"
"apa buktinya tubuhku mengandung kekuatan itu?"
"umm, oh ya barusan My Lord mencium anda kan?"
"l-lalu?"
"Sebenarnya pertemuan dengan lord Jhon sudah berlangsung sejak 4 tahun lalu. Dan selalu ada pertumpahan darah. My Lord tadi membawa pisau kue kan? Itu untuk jaga-jaga. Dan ciuman tadi. Sengaja untuk menambah kekuatannya"
"bohong!" teriak Hana frustasi.
"lalu kenapa My Lord tidak mengijinkan anda bertemu dengan teman SMP anda? Karena My Lord takut apabila anda 'dicium' atau 'tidak sengaja tecium',"
" ... ." Hana nampak semakin terpuruk.
"oh ya ada satu bukti lagi"
Hana mengangkat kepalanya.
"anda tidak dirubah menjadi iblis. Agar kekuatan asli dalam diri anda tidak menghilang mungkin. Karena setahu saya, semua wanita yang telah berhubungan dengan My Lord selalu dirubahnya menjadi Iblis juga."
Wajah Hana nampak kaku dan tegang. Bahkan tubuhnya bergetar. Cukup membuktikan bahwa ia sedang shock.
"Ah saya harus mengurus dokumen. Maaf My Lady. Tapi tolong jangan meninggalkan istana." dan Hazel segera berbalik menuju lorong. Dengan seringai yang sangat lebar di bibirnya.

"Hn. kau disini rupanya" Yoshiki duduk di sebelah Hana yang sedang membaca suatu buku di perpustakaan utama.
'DEG' Jantung Hana berdetak kencang. Apa? Apa yang harus ia lakukan?
Read More ->>

Kamis, 11 September 2014

Yami no Ai [Chapter 52]

Chap 52

"Hn. Ada apa memang?"
"entahlah dia hanya menanyakanmu saja"
"hn."
"ngomong-ngomong Hana-kyun apa yg kau bawa itu?" tanya Tomuro yg ternyata kepalanya sudah kembali menempel.
"hn. Berapa lama regenerasimu?"
"sekitar 1 menit lebih 12 detik"
'meningkat' batin Yoshiki.
"nee Hana-kyun apa itu?"
"oh ya" Hana membuka tutuk kotak tersebut. Isinya adalah madu yg terdapat irisan lemonnya.
"silahkan. Aku membuatnya dengan terburu-buru tadi."
tangan Tomuro segera meraih salah satu lemon yg mengambang, "kalau begitu itadaki--"
PLAK. Tangan Yoshiki mencegah tangan Tomuro.
Yoshiki dengan cepat mengambil potongan lemon dan segera memaknnya.
"Apa-an sih aho!!!" muncul 3 siku di kepala Tomuro.
"ahaha" Hana sweatdrop.
"Hana-kyun~" ucap Tomuro manja tiba-tiba.
"ha'i?"
"suapin~"
"akan kubelah lagi tubuhmu" ucap Yoshiki sarkatis tiba-tiba. Wajahnya tetap datar dan tetap mengunyah lemon madu buatan Hana.
"jodan jodan" Tomuro akhirnya memakan lemon madu tersebut.

"Yoshiki. Tuan Jhon Resicoutt menunggumu jam 1 tepat. Kita harus segera berangkat sekarang" ucap Tomuro sambil melirik jam tangannya.
Yoshiki masih terdiam di tempatnya. Meneguk earl-tea-nya. Hana hanya bingung melihatnya.
"kenapa tidak berangkat?" tanya Hana.
"aku ingin bersamamu hari ini"
"jangan seperti anak kecil Yoshiki-kun. Dan sepertinya hari ini aku ada janji kumpul dengan Kosuke-kun dan yang lainnya"
"Kosuke-kun?"
"teman SMPku"
"hn. Baiklah kalau begitu. Tomuro siapkan semuanya"
"Yes, My Lord" Tomuro undur diri.
"Hn. Dimana...."
"nani?" tanya Hana.
"Dimana kau tan teman-temanmu itu berkumpul?"
"um, mungkin di rumah Date-kun"
"Date... Kosuke... Lalu siapa lagi?"
"entah mungkin ada Billy-san, Wataru-kun, dan Pakun-chan"
"semua.... Pria?"
"iya" jawab Hana tanpa dosa.
"batalkan!" bentak Yoshiki.
"eh?"
"Hazel!" teriak Yoshiki.
"yes, my lord?" Hazel muncul.
"kau jaga dia jangan sampai keluar!" perintah Yoshiki mutlak.
"Yes, My Lord"
"Tapi aku sudah berjanji pada Kosuke-kun!" Hana bersikeras.
'Chu' bibir Hana bertemu dengan bibir Yoshiki.
Wajah Hana memerah seketika.
Hazel hanya bisa mematung di tempatnya. Rasa dendam di dalam dirinya rasanya semakin terbakar.
"Hn." Yoshiki melepas ciumannya.
"Aku tidak akan pernah mengizinkanmu berkumpul dengan banyak laki-laki tanpa pengawasanku"
"Tapi dia teman SMPku!"
"Hn. Bagaimana jika kau bertemu dengan pembunuh berantai seperti waktu itu? Apakah temanmu itu akan menyelamatkanmu?"
"I-itu..." Hana tidak bisa menjawab.
"Hn. Tunggu aku. Mungkin tidak lebih dari 4 jam" Yoshiki akhirnya berjalan meninggalkan Hana dengan tangannya yang sepertinya menyembunyikan pisau kue di dalam lengan jasnya.
"huh" Hana yang kesal segera menelon Kosuke.
"Etto, moshi-moshi,"
"Hana! Kau dimana? Semua sudah kumpul nih"
"gomen aku tidak bisa"
"haaaaa? Kenapa? apa karena tidak ada transportasi? Aku jemput!"
"bukan. Pokoknya ku tidak bisa"
"wah kau rugi tidak datang. Kamu bertukar JAV loh"
"nani!?"
"yasudah ya jaa~"
dan telepon ditutup.
Read More ->>

Rabu, 10 September 2014

Yami no Ai [Chapter 51]

Chap 51

Dret...Dret...Dret
Hana mendengar getar khas hp di dekatnya. Setelah menoleh kesana-kesini akhirnya ditemukan sebuah hp lipat berwarna silver di dekatnya diatas setelan jas yg tadi dititipkan Yoshiki.
Hana berniat memanggil Yoshiki namun nampaknya Yoshiki cukup sibuk dengan latihanya. Dan Hana juga sepertinya cukup penasaran dengan si penelepon. Akhirnya ditekannya tombol Hijau di hp milik Yoshiki itu.
"m-moshi-moshi?"
"My Lord?"
Hana berlari keluar lapangan pertarungan agar suara si penelepon lebih jelas.
"Hei sepertinya ada panggilan masuk di hpmu" ucap Tomuro menatap Hana yg baru saja lari keluar.
"Hn. Biarlah"
"Biarlah? Seingatku Hazel pernah tidak sengaja mengangkat suatu panggilan di hpmu dan kau langsung memarahinya habis-habisan bahkan menamparnya. Bukannya kau tidak suka orang lain lancang?" goda Tomuro.
"Hn. Benar. Tapi dia bukanlah orang lain"
"sou sou"
"Eh etto Yoshiki sedang sibuk latihan dengan Tomuro-kun"
"My Lady?"
"Eh Hazel-san kah?"
"kalau begitu maaf sudah mengganggu"
Dan telepon ditutup.
Tiba-tiba Hana terfikirkan suatu Hal. Sehingga ia segera berlari ke arah dapur secepat mungkin.

"KUSSO!! TWILIGHT!!" Teriak Tomuro saat mengerahkan semua kekuatannya kepada pedang besar di tangannya.
"Hn" Yoshiki segera berlari dengan cepat sampai tidak terlihat ke arah Tomuro dan.
SRING. TAK.
Pedang Yoshiki berlumuran darah segar.
ZRASSSH.
Kepala dan badan Tomuro terpisah.
"Sial! Sial! Sial!" teriak kepala Tomuro Frustasi.
Tangan dari tubuh Tomuro mengambil kepalanya dan menempelkannya kembali ke leher.

DRAP DRAP DRAP DRAP
Terdengar langkah kaki orang berlari. Seketika itu Yoshiki dan Tomuro segera mengalihkan pandangan ke arah asal suara tersebut.
Hana. Itu Hana sedang sedang berlari menuju tempatnya tadi sambil membawa sebuah kotak.
"apa yg dibawahnya?" tanya Tomuro.
"entah"
"he? Kau tidak tahu?-- oh ya aku lupa" Tomuro sweatdrop.
Jadi, Yoshiki sangatlah "buta" terhadap Hana. Dia tidak bisa menggunakan kekuatannya kepada Hana. Entah apa penyebabnya. Oleh sebab itu Yoshiki selalu harus mencari tahu.
"kalau begitu mau istirahat sebentar?" ajak Tomuro.
"hn" Yoshiki mengirim pedang yg ia berinama 'eins espada' kembali. Dan berjalan ke arah Hana.
"Yo, Hana-kyun!" sapa Tomuro bersemangat sambil mengangkat tangannya.
"Bagaimana latihannya Tomuro-kun?" tanya Hana.
"ah lumayan" SREEEK. DUK. Kepala Tomuro yg belum mengalami 'penyembuhan' terjatuh.
"h-he?" Hana nampak shock saat melihat kepala Tomuro yg menggelinding.
"gwaaaa" teriak Tomuro dan langsung bergegas mengambil kepalanya yg jatuh dan memasangnya kembali.
"gomen gomen Hana-kyun jadi menakutimu!" lanjutnya.
"puuuh. Gyahahaha" tawa Hana.
"are?" Tomuro sweatdrop.
"kau seperti frankenstein! Gyahahaha" tawa Hana masih berlanjut.
Tomuro menatap Yoshiki aneh. Yoshiki menatap balik dengan tatapan datar.
'dasar pasangan aneh' batin Tomuro.
"tadi, telepon dari siapa?" tanya Yoshiki.
"eh gomen Yoshiki-kun aku lancang terhdapa milikmu tadi!"
"hn. Kinishi naide. Jadi dari siapa?"
"Hazel-san"
Read More ->>

Selasa, 09 September 2014

Yami no Ai [Chapter 50]

Chap 50

saat Hana melirik Hazel sedetik kemudian ia langsung menarik Yoshiki.
Yoshiki sedikit kaget saat sifat Hana yg agresif menariknya.
Di sebuah lorong terdekat Hana menghentikan Yoshiki dan mendeptkannya pada dinding.
"dia... Dia... Mantan k-kasihmu?" tanya Hana.
"Hn"
"boleh aku bertanya?" tanya Hana tiba-tiba dengan sendu.
"Hn?" 'ada apa dengan dia?'
"kenapa... Kau lebih memilihku? Aku baru mengenalmu, aku jelek! Reverse trap!"
"hn. Kau fikir aku peduli soal itu?"
"eh?" Hana menatap Yoshiki.
'Chu' Yoshiki mengunci bibir Hana dengan kecupan lembutnya.
"Kau selalu lebih baik dari pada seluruh wanita di dunia ini. Itulah kenapa aku memilihmu"
wajah Hana memerah seketika. Matanya ditatap tajam oleh onix suaminya. Betapa pandangan itu sangat serius menyiratkan perasaan pemiliknya.
Hana tersenyum. "ehm" dan mengangguk bahagia.
"Hn. Kalau begitu aku akan ke tempat latihan. Tomuro sudah menungguku. Mau ikut?" Yoshiki menjulurkan tangannya.
Hana mengangguk dan menjulurkan tangannya menggemnggam tangan Yoshiki.
"kau telat 3 menit" ucap Tomuro dengan pedang hitam yang sepertinya ekstra besar dan pastinya eksta berat.
"hn. Sejak kapan kau jadi prefeksionis?"
"damare kono yaro. Cepat ganti sana" ucap Tomuro sinis.
"Hn" Yoshiki segera menuju ruang ganti.
"Ara? Hana-kyun juga ikut?" Tomuro menatap Hana.
"kyun?" Hana memiringkan kepalanya.
"Hahaha. boleh kan?"
"y-ya boleh sih. Walau terdengar aneh"
"kau yakin mau menonton?"
"iya. Aku senggang sih"
"kalau senggang berkencanlah denganku sesekali Hana-kyun" goda Tomuro.
"siapa yg kau ajak berkencan? Dan apa itu Hana-kyun? Terdengar menjijikan dengan suaramu" ucap Yoshiki dingin tiba-tiba.
GLUP. Hana menelan ludah saat melihat keadaan Yoshiki.
Baju latihan dengan kerah berdiri dan ber-resleting yang dibuka sampai bagian diafragma. Menampakan beberapa otot Yoshiki ditambah wajah tampan Yoshiki membuat Hana tak berkutik.
"Hn. sampai kapan kau akan memandangiku begitu?" ucap Yoshiki membangunkan lamunan Hana.
"ek ek... S-siapa yg memandangimu!" ucap Hana tsundere.
Yoshiki segera menuju tengah lapangan yg kira-kira seluas 2 lapangan basket internasional itu bersama Tomuro.

"aku baru saja menciumnya dan..."
"kekuatan baru kan?"
"Hn."
"bagaimana rasanya?"
"liar"
"deskripsi yg bagus"
"hn. Bersiaplah mati berkali-kali"
"coba saja"
keduanya bersiap siaga. Ah mungkin Hana Tomuro yg mengatur kuda-kuda siap siaganya. Karena Yoshiki hanya berdiri dengan kedua tangannya di dalam kantung celananya dengan wajah dingin khasnya.
"GATE: OPEN!" Teriak Tomuro. Lalu munculah sebuah gerbang hitam besar dan terbuka memunculkan pasukan api yang lagsung menyerang Yoshiki.
"hn" Yoshiki tak bergerak namun perlahan pasukan yg menyerangnya menjadi rapuh dan terbawa angin.
"gakoii!" teriak Tomuro bersemangat.
Dan pertarungan mereka semakin sengit.
CRASH. Yoshiki memotong kedua tangan dan kaki Tomuro seperti memutilasi.
"Ah kau curang! Selalu saja begini!" teriak Tomuro jengkel.
"hn. Kalau begitu temukan jalan supaya tidak seperti ini"
Read More ->>

Senin, 08 September 2014

Yami no Ai [Chapter 49]

Chap 49

"lalu, apa yang kau lakukan disini?"
"istirahat"
"istirahat?"
"iya, rangkaian meeting akhirnya berakhir"
"jadi, dimana Yoshiki-kun?"
"loh bukannya, ah benar juga kau keluar di break pertama. Dia sedang menandatangani beberapa berkas di ruang kerjanya"
"ohh. Hey apa suasana meeting selalu begitu?"
"maksudmu kelakuan para petinggi itu?"
"ehm"
"ya mereka memang selalu begitu"
"lalu... Apakah Yoshiki-kun juga sering...."
"semenjak ada kau, dia tak pernah membawa wanita lain lagi. Bahkan dia menatap bosan dan kadang mencibir"
"jadi sebelumnya..."
"yah, dia sering berganti wanita"
"begitu...."
"benar. Dia sudah sepenuhnya berubah sejak kemunculan dirimu"
" ... ." Hana hanya tersenyum.
"kau sangat keterlaluan kalau menkhianatinya"
"aku tahu...."
"yah... Hana, tolong jaga dia ya...."
"Ha'i" Hana tersenyum.

"baru kali ini saya melihat anda bersemangat dengan pekerjaan anda My Lord" ucap Hazel mengamati Yoshiki yg tengah serius membaca lalu menandatangani sebuah dokumen.
"..." Yoshiki menghentikan pekerjaannya dan menatap Hazel.
"biasanya anda menggunakan kekuatan anda untuk mengatasi semuanya"
"jadi menurutmu aku berubah?"
"ya begitulah menurut saya"
Yoshiki hanya tersenyum tipis.
"My Lady?"
"Ya mungkin karena dia"
"saya.... Benar-benar cemburu"
Yoshiki masih terus fokus terhadap pekerjaannya tidak memperdulikan ucapan Hazel di depannya.
"padahal saya sudah mengenal anda dua abad lalu. Dan sejak saat itu saya yg selalu mendampingi anda... Namun sayangnya anda tidak pernah serius dengan saya..."
"hentikan omong kosong itu Hazel"
"ini bukan omong kosong My Lord. Saya mencintai anda"
"oleh karena itu aku menganggapnya omong kosong"
"apa kelebihannya dari saya My Lord? Dia hanya manis. Oppaipun dia tidak punya!"
BRAK. Tubuh Hazel tepental hingga menabrak dinding di belakangnya.
"hn. berikutnya akan lebih sakit" ucap Yoshiki dingin.

"Tomuro-kun?"
"ya?"
"berapa... Mantan kekasih Yoshiki-kun?"
"mantan kekasih? Mmm... Hanya 1 menurutku"
"1?"
"iya, Hazel saja"
"Hazel-san?"
"wanita berabut coklat panjang itu loh"
"yang biasanya ada disamping Yoshiki-kun selain kau?"
Tomuro mengangguk.
Hana terdiam sejenak. Wajahnya sendu. "dia cantik..."
"kau tampan"
"ha?" Hana sweatdrop
"ah tidak. Kau memang tampan sih. Tapi kau manis"
"sial..."
"ah kalau tidak salah mereka sedang berdua di ruang kerja Yoshiki" dan saat Tomuro menoleh Hana sudah tidak ada.
"hah... Cepatnya" guman Tomuro.

TOK. TOK. TOK
Hana mengetuk pintu ruang kerja Yoshiki.
"hn. Masuk" ucap Yoshiki daru dalam.
"etto... Permisi" saat Hana masuk ia melihat Yoshiki tengah membaca dokumen yg diberikan Hazel.
"Hn. Ada apa?"
"Ah tidak ada apa-apa sih. Aku hanya... Etto... Hanya... Ah tidak usah aku pasti menggang--"
"Hn. Kau tidak--"
"Maaf My Lady, My Lord sangat sibuk"
"eh? Kalau begitu maaf sudah mengganggu" Saat Hana hendak menutup pintu ruang kerja Yoshiki, Yoshiki segera mencegahnya dengan tangannya.
"eh?" Hana dan Hazel terkejut seketika.
"hn. Aku sudah selesai"
"demo, my lord... Masih ada--"
Read More ->>

Minggu, 07 September 2014

Yami no Ai [Chapter 48]

Chap 48

Tomuro segera berbalik untuk melaksanakan perintah Yoshiki namun tidak jadi karena melihat Hana yang menarik tangan Yoshiki.
"kau tidak boleh begitu!" ucap Hana serius.
Yoshiki menatap mata Hana. "Hn. Aku tidak peduli dengan semua ini. Lebih baik begini, daripada kau meninggalkanku lagi"
Hana memunculkan wajah bersalah. "maaf soal kemarin. Aku tidak akan melakukannya lagi"
"hn. Kalau begitu jawab pertanyaanku"
"ha'i?"
"siapa..., orang yg kau cintai?" tanya Yoshiki dengan tatapan tajam.
"eh?" wajah Hana kontan memerah.
"siapa... Orang yg ada di hati dan pikiranmu?" tanya Yoshiki lagi.
Lidah Hana keluh dan ia akhirnya hanya bisa memalingkan wajah tak berani menatap mata kelam Yoshiki. 'siapa? Ryuu-senpai jelas bukan. Karena aku sudah menganggapnya kakak sendiri. Siapa? Siapa?' batin Hana kacau.
Tak terasa dagunya sudah ditarik sehingga membuat wajahnya terpaksa menatap wajah tampan nan sempurna Yoshiki.
"jawab aku, Kurotake Hana" perintah Yoshiki mutlak.
DEG. DEG. DEG. Jantung Hana seakan lepas dari tempatnya begitu menatap kembali mata kelam Yoshiki.
'benar, aku hanya dia yg bisa membuatku gila seperti ini. Aku benar-benar bodoh sampai melupakannya'
"ternyata Ryuu-senpai tau aku menyukainya. Dan ternyata dia menganggapku seperti adik. Aku ditolaknya. Tapi entah kenapa, disini" Hana mengarahkan tangan Yoshiki ke dadanya "rasanya biasa saja. Tapi begitu menyangkut dirimu, ini langsung--" wajah Hana memerah "berdetak kencang"
CHU. Yoshiki langsung melumat bibir Hana.
Kontan Hana langsung gelagapan.
Saat Yoshiki melepas lumatan bibirnya, muncul jejak saliva keduanya.
"Tomuro, siapkan berkasku" Yoshiki berjalan melewati Tomuro dengan tangannya menarik Hana.
"eh, eh?" Hana kebingungan.
"Yes, my lord" ucap Tomuro berojigi.
BRAK. Yoshiki memasuki ruangan rapat dengan arogan, tentu saja tetap menggenggam tangan Hana.
"Selamat datang My Lord" ucap beberapa Maid.
"Hn" Yoshiki segera duduk di kursi utama diikuti Hana yg duduk di sebelah kanannya.
"jadi dia, istri yg anda maksud?" ucap petinggi dari Uni Soviet.
"Hn"
Jujur Hana cukup tercengang melihat suasana ruangan rapat ini. Para petinggi masing-masing ditemani oleh wanita cantik dan sexy ber bikin. Bahkan ada para petinggi berkulit coklat yg dengan santainya merogoh bagian selangkangan salah satu wanita.
'ini rapat? Kimochi warui' batin Hana sweatdrop.

"Hei," Tomuro menepuk bahu Hana yang sedang duduk di dekat kolam ikan sambil mendengarkan musik dan membaca manga dan juga memakan keripik kentang.
"ya?" respon Hana walau pandangannya masih fokus pada manganya.
Tomuro yg jengkel langsung mengambil manga Hana.
"HEII!" protes Hana.
"Dark Magician" Tomuro membaca judul manga Hana.
"seorang siswa sekolah magician dikelurarkan karena tertangkap basah melakukan tindakan yaoi bersama adik kelasnya di--" sebelum sempat membaca kelanjutan sinopsis manga Hana segera menyitanya.
"tak kusangka kau suka seperti itu" Tomuro menatap Hana sweatdrop.
"urusai"
Tomuro menarik kursi kosong dan mendudukinya.
Read More ->>

Sabtu, 06 September 2014

Yami no Ai [Chapter 47]

Chap 47

"sudah." jawab Hana.
Tomuro sekaligus Yoshiki terperangah atas jawaban Hana.
"Oi! Kau keterla--" ucapan Tomuro terpotong.
"Karena aku sudah di depannya sekarang" potong Hana.
Cahaya kehidupan di mata Yoshiki sepereti kembali.
"Tapi aku tidak menganggapnya pacar"
Tomuro seperti mau naik darah mendengar ucapan Hana yg seperti anak sok polos.
"karena aku menganggap dia suamiku" jawab Hana.
Muncul keheningan cukup lama.
Sampai Yoshiki mengeluarkan ponselnya dan mengutak-atiknya.
Mine > Unblock > Yes
"Ikut aku" Yoshiki menarik Hana tiba-tiba.
"Hee jadi sudah tidak perlu wanita lain lagi?" goda Tomuro saat mereka berdua melewati Tomuro.
"Hn. Aku sudah mendapakan wanita yg kuinginkan" jawab Yoshiki yg kontan membuat Hana blushing.
Yoshiki terus menarik Hana sampai di dapur istana yg luas.
"eh kenapa?" tanya Hana bingung.
"Hn. Buatkan taiyaki" ucap Yoshiki seperti memerintah.
"ha? Hhh... Ha'i ha'i" jawab Hana pasrah lalu segera menuju sebuah kompor. Semua pekerja di dapur nampak berhenti bekerja dan malah mengamati Hana.
Berselang 7-10 menit akhirnya tersaji sebuah taiyaki di depan meja Yoshiki.
"Hn." Yoshiki segera menyuapkan taiyaki itu ke mulutnya.
Lagi. Lagi. Lagi dan lagi. Sampai suapan ke-8 yoshiki diam.
"Hn. Akhirnya semua rasa sakit disini lenyap" Yoshiki meremas bagian dadanya.
Yoshiki mengambil sesendok tipis taiyaki buatan Hana lalu mengarahkannya ke mulut Hana.
Hana yg masih bingung hanya membuka mulutnya dan membiarkan makanan itu masuk ke mulutnya.
"Karai!" ucap Hana tiba-tiba. Ternyata taiyaki buatannya cukup asin.
"Hmn. Hahahaha" Yoshiki tertawa. Semua pekerja sampai terdiam. Hey? Mereka tidak salah dengar kan? My lord mereka si raja iblis tertawa lepas seperti itu?
"Gomen Yoshiki-kun!" Hana segera beranjak dari duduknya untuk mengambil hidangan taiyaki itu namun Yoshiki mencegahnya.
"akan kuhabiskan. Aku lapar" ucap Yoshiki tegas. Lalu kembali di masukannya taiyaki asin buatan Hana kemulutnya.
Hana yg melihat itu meneteskan air matanya. Dia berani bersumpah baha taiyaki itu BENAR-BENAR-- TIDAK, TAIYAKI ITU SUNGGUH-SUNGGUH ASIN! "mou Yoshiki-kun... Jangan dipaksakan"
"Terimakasih makanannya" Yoshiki meletakan sendok tipis diatas piring yg tadinya berisi taiyaki.
"kerja bagus istriku" ucap Yoshiki dengan senyum tipisnya. OH DEMI APAPUN! YOSHIKI KUROTAKE TERSENYUM!
Hana segera menghambur ke arah Yoshiki dan menangis di pelukannya.
Yoshiki mengelus rambut hitam pendek Hana. "Itu juga salahku. Tanganmu sakit aku malah menyuruhmu memasak. Dasar aku ini" sebenarnya Yoshiki tau jari Hana terpeselet saat menaburkan garam sehingga berlebihan.

"Rapat akan dimulai lima menit lagi" ucap Tomuro memasuki beranda.
"Hn. Batalkan" jawab Yoshiki datar.
"H-HAA?"
Yoshiki terdiam menatap hamparan hijau di depannya.
"Apa maksudmu hey? Aku sudah susah payah memaksa kedatangan kepala pemerintah RCC, Uni Soviet, dan Amerika Serikat!"
"hn. tinggal paksa mereka sekali lagi kan?"
"Hah!? Dasar kau itu!"
Read More ->>

Jumat, 05 September 2014

Yami no Ai [Chapter 46]

Chap 46

Hana terdiam melihat siaran berita itu. Jadi... Itu alasan pria gila itu menyerangnya kemarin.

Pada pukul 9 pagi tepat, rapat yg telah berlangsung sejak pukul 7 pagi itu berhenti.
Para petinggi berjas yg saat itu adalah tamu rapat mulai menunjukan sisi buruk mereka blak-blakan. Ada yg merencanakan tidakan korup, ada yg sedang menghitung penggelapan, ada yg bermain wanita, dll.
"ck!" decak Yoshiki keluar ruangan.
"Tomuro!" panggil Yoshiki.
"Ya?"
"Berikan aku wanita."
"a-aa?" Tomuro terdiam. Apa telinganya salah dengar? Bukannya Yoshiki sudah jatuh cinta dengan Hana?
"Sekarang!" perintah Yoshiki mutlak.
"B-baik! Dasar kau ini!" Tomuro segera menghilang.
"Hn" Yoshiki mengacak rambutnya sebentar dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya ia masukkan ke dalam saku celananya.
Kembali teringat di kepalanya bayangan Hana dengan wajah memerahnya menatap Ryuu.
"ck!" di longgarkannya dasi di lehernya lalu berjalan menuju beranda luas di istananya.
Saat itu terlihat seorang maid tengah menyiram tanaman di green house kecil di beranda itu.
"Hn. Kimi" Yoshiki memanggil maid itu.
Maid itu segera menaruh alat penyiram bunganya dan segera ke arah Yoshiki yg sudah terduduk di sebuah kursi batu.
"duduk disana" Yoshiki menunjuk sebuah meja batu di depannya tepat.
"sekarang lepas dua kancing teratas seragammu"
maid itu melakukan semu perinta Yoshiki.
Yoshiki hanya bisa mentapa datar bongkahan dada di depannya yg siap untuk menerima serangannya.
Yoshiki terdiam cukup lama. "sial. Kupikir dengan melakukan ini rasa sakit di sini akan berakhir" Yoshiki meremas kemejanya di bagian dada dengan kuat.

"HANA-CHAN!!" teriak Tomuro di depan ruang perpustakaan.
"Eh? Tomuro-kun?" Hana menyambut Tomuro dengan matanya tak teralih dari buku di tangannya.
"Kau? Kenapa? Terluka?" tanya Tomuro melihat perban di kepala dan tangan Hana.
"Yah... Begitulah" jawab Hana malas. Lalu tiba-tiba matanya terbelalak dan segera berlari.
"Hei! Aduh! Kemana sih!?" Tomuro akhirmya ikut mengejar.
Setelah sampai di sebuah lorong Hana berhenti berlari.
"Wah keren. Semoga saja ada" ketika hendak melangkah keluar menuju beranda luas tempat green house yg ditujunya Hana terdiam membeku melihat Yoshiki tengan menatap belahan dada seorang maid di depannya.
Tomuro juga melihat itu.
Mata Hana dan Yoshiki saling bertatapan.
"HEI KAU! KENAPA KAU DISINI!? ARGHHH!" teriak Tomuro.
"Tomuro. Apa yg kau lakukan? Bukannya sudah kuperintahkan mencari wanita" tanya Yoshiki datar.
Saat itu Tomuro sadar. Tidak ada hawa kehidupan dari mata Yoshiki.
"ah" Tomuro ikut terdiam.
Hana segera berlari ke arah Yoshiki. Tangannya membawa sebuah alat suntik dan segera disuntikannya pada leher maid itu.
Tanpa sempat berteriak maid itu menggelepar dengan busa di mulutnya.
"Itu Kalium Sianida. Tenang saja kau akan hidup lagi beberapa jam lagi" ucap Hana datar kepada mayat maid itu.
"bagaimana kabarmu? Kau sudah menemui pacarmu hari ini?" tanya Yoshiki hambar.
Tomuro yg mendenga itu hanya biasa memendam emosi.
Read More ->>

Kamis, 04 September 2014

Yami no Ai [Chapter 45]

Chap 45

"JADI DIA PACARMU BEGITU!?" tanya si pria gila itu. Dengan nada sedikit bergetar.
"..." Yoshiki tak menjawab.
Kepala Hana masih dipenuhi pikiran untuk menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Namun seketika teralih karena suara bisu Yoshiki. Kenapa dia tak menjawab? Biasanya Yoshiki paling aktif kalau soal mengakui Hana. Bukan ingin diakui supaya bisa sombong. Namun itulah kenyataan biasanya. Tapi kali ini berbeda.
"OH BEGITU! SEBAIKNYA KUBUNUH SEKARANG KALIAN!" pria itu seperti orang gila menerjang tanpa arah.
Seketika sebuah bak sampah melayang dan menabrak pria itu. BRAAK. Pria itu terjelembab. Setidaknya luka di kedua lututnya bisa menahannnya.
"KAU SIAPA SEBENARNYA!?" pria itu kembali berteriak.
"Hn." Yoshiki tidak menjawab ucapan pria itu dan segera berbalik untuk pulang.
Dirasakannya tubuh Hana tak bergerak lagi. "My Lady!? Hana!?" teriak Yoshiki khawatir.
Untunglah Hana hanya tidur karena kelelahan. 'dia cuman tidur ternyata'
digendongnya tubuh Hana di punggungnya.
"MATE! DIA PACARMU? DENGARKAN PERKATAANKU BERIKUT!" pria gila itu bersuara lagi.
Yoshiki terdiam.
"KAU SEBAIKNYA PUTUSKAN DIA. ATAU LEBIH BAIK BUNUH DIA! HAHAHA! DIA MEMANG AKAN SETIA KEPADAMU SAMPAI KAU MATI AKU MENJAMIN ITU! TAPI DIA SUKA SEKALI MENGGODAMU! DAN MUNGKIN BERCANDANYA AKAN KELEWATAN! CAMKAN ITU!" teriak pria itu.
"Hn" dan Yoshiki bertelepot ke kamarnya.

BRUK. Dijatuhkannya tubuh Hana yg masih mengalirkan darah di ranjang.
"MAID" teriak Yoshiki.
"Yes, My Lord?" seorang maid muncul di ambang pintu kamar.
"Hn. Rawat dia"
"Yes, My Lord." maid itu berjalan ke arah Hana.
"Uhm My Lord pakaian anda bernoda darah cukup banyak"
"Hn" segera Yoshiki menanggalkan jas hitamnya dan mengambil jas yg lain.

"Hn" Yoshiki kembali memasuki ruang rapat.
"dari mana saja anda My Lord?" tanya seorang pria paruh baya
"Hn. Bukan urusanmu" ucap Yoshiki dingin.
"Baiklah minna mari kita lanjutkan" ucap Tomuro mencairkan suasana.
"Hei, ada apa?" bisik Tomuro kepada Yoshiki.
"Hn, nandemonai" jawab Yoshiki singkat.

Hana membuka matanya perlahan saat merasa silau.
"Ah, Ohayou gosaimash My Lady" ucap seorang maid yg tengah merapikan kamar.
Hana bangkit perlahan. "ehm... Ohayou... Itte--" Hana tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya.
Disentuhnya perban di kepalanya. 'oh ya kemarin aku ketiduran setelah diserang habis-habisan oleh pria gila itu.'
"My Lady mau apa untuk sarapan?" tanya maid itu.
"Ehm, barbeque no niku!" teriak Hana bersemangat.
"Ah, baiklah mohon tunggu sebentar" maid itu nampak sweatdrop ringan mendengar teriakan Hana.
"Eh tolong nyalain tivinya dong sekalian" pinta Hana.
"Yes, My Lady" maid itu menyalakan tivi dan memberikan remotenya kepada Hana.
"Saya permisi" maid itu undur diri.
"PEMBUNUH BERANTAI GILA AKHIRNYA TERTANGKAP TADI MALAM! PRIA BERUMUR 23 TAHUN DENGAN INISIAL 'TT' INI TELAH MEMBUNUH 4 GADIS. KESAMAAN DARI KEEMPAT GADIS INI ADALAH SAMA-SAMA BERSIFAT TOMBOY. PRIA INI MENGAKU IA TELAH DI SAKITI BERKALI-KALI OLEH MANTAN PACARNYA YG SEKALIGUS CALON TUNANGANNYA"
Read More ->>

Rabu, 03 September 2014

Yami no Ai [Chapter 44]

Chap 44

"SIALAN! DIA JUGA BERLARI SEPERTIMU! KAUFIKIR KARENA KAU SEPERTI LAKI-LAKI, TENAGAMU AKAN SEPERTI LAKI-LAKI? KAU SALAH BESAR NONA!"
Pria itu menindih Hana dengan tekanan yg besar.
"Ittai" Hana meringis menahan berat tubuh pria itu di perutnya.
"NAH, PERTAMA AKU AKAN MENGETESMU. KAU SEORANG PELACUR ATAU BUKAN" Pria itu mengiris pergelangan tangan Hana sehingga dara segar mengalir dari sana.
"Akh" Hana merintih lagi.

DEG. Yoshiki yg tengah mendengarkan presentasi anggota rapatnya merasakan keanehan.
"My Lady? Darah..." gumannya pelan.
"Aku tidak peduli. Mungkin sekarang lukanya sudah dibalut oleh si sialan itu" gumannya lagi.

"SUBARASI! DARAHMU LUAR BIASA!"
pria itu menjilati darah di pergelangan tangan Hana.
'Pria ini gila? Apa dia salah satu iblis?' pikiran Hana semakin kacau.
"HIHIHI" pria itu menyayat kulit Hana.
"ARGH!" kembali Hana menjerit.
Suasana kota yg sepi membuat teriakan Hana bagaikan bisikan. karena... Tidak ada siapapun yg mendengarnya.
Hana meronta melepaskan diri dari pria itu. Namun pria itu malah membenturkan kepala Hana ke aspal, seketika itu bagian dahi Hana mengalirkan darah segar.
"MAU KEMANA KAU JALANG!? TERNYATA DARAHMU MENGATAKAN KAU SEORANG SETIA NAMUN SEDIKIT PLIN-PLAN!"
'sejak kapan bisa menentukan sifat seseorang lewat rasa darah?' dalam keadaan segenting itu Hana masih bisa-bisanya berfikir seperti itu.
"wah wah, sepertinya aku ketagihan membenturkan kepalamu" ucap pria itu seperti seorang psikopat.
Dijambaknya rambut Hana dan didorongnya kepala itu dengan keras pada permukaan aspal. DUAK. DUAK.
"Arghh Ittai!! Ittai!!" jerit Hana kesakitan. Air mata sudah mengalir dari matanya.
"HAHAHA! TERUSLAH BERTERIAK JALANG!"
"Hentika--" DUAKH! Lagi. Dahi Hana semakin mengucurkan darah segar dengan volume lebih banyak.
"TASUKETE! SESEORANG!" Teriak Hana parau.
"Ah, kupikir aku sudah bosan. Baiklah. Sayonara, onna-kun" diancungkannya pisau daging tadi. Dan segera di turunkannya dengan kecepatan penuh untuk mencabi-cabik dada Hana.
"TASUKETE!! YOSHIKI-KUN!!" Jerit Hana putus asa.
DEG. Yoshiki kembali merasakan firasat aneh. Karena tidak tahan ia akhirnya berdiri.
"Ada apa My--"
Yoshiki segera melesat meninggalkan ruangan rapat itu.
Pisau itu semakin dekat sampai--
DRAK!!
Sebuah tendangan melayang dan menghantam pisau pria itu.
Pisau daging itu terpelanting jauh ke jalanan. Sementara si pria hanya berteriak kesakitan krn tangannya tertendang.
"SIAPA!?" geram pria itu.
Sosok itu berdiri di tengah gelapnya malam. Dengan mata merahnya menyala. Namun pria gila itu sama sekali tidak ketakutan.
"SIAPA KAU HAH!?"
Ternyata sosok itu adalah Yoshiki yg baru saja melarikan diri dari rapat ekstra pentingnya.
"bangunlah" Yoshiki tidak memperdulikan pria gila itu dan membantu Hana berdiri.
"JAWAB AKU SIALAN!!" Tak diduga pria itu sudah berdiri di depan Yoshiki dan Hana dengan pisau lipat di tangannya.
"Hn. entahlah. Setidaknya aku menganggap orang yg telah kau lukai ini spesial" jawab Yoshiki hambar setelah jeda yg cukup lama.
Read More ->>

Selasa, 02 September 2014

Yami no Ai [Chapter 43]

Chap 43

Hana terdiam karena ucapan Ryuu barusan.
'Aku ditolak... Eh loh? Kenapa aku nggak sedih?' pikir Hana.
"Aku sudah tau kok senpai! Oleh sebab itu aku akan membersihkan kamarmu sebagai imoutou-mu!"

"My Lord, My Lady terlihat sedang merapikan apartemen itu"
"sou... Kerja bagus. Kembalilah" Yoshiki menjawab hambar dan mematikan transmisi itu. Seketika itu pikiran Yoshiki terbang kemana-mana. 'dia memang masih menyukainya. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Dia lebih menyukai Ryuu. Bahkan dia lebih bahagia mendapat alamat emailnya. Padahal beribu wanita menginginkan alamat emailku. Ck!' dikeluarkannya ponslenya. Mine > Blocked > Yes.

"Tadaima"
"Okaeri" Hana menyambut Ryuu yg baru pulang.
"Loh Hana-kun? Belum pulang?"
"Aku menyiapkan makan malam untuk senpai. Soalnya aku prihatin makanan senpai tiap hari katsudon terus sih"
"Kau tahu dari mana?"
"situ" Hana menunjuk gumpalan plastik sampah.
"A-hahaha" Ryuu sweatdrop.
"Tapi apa tidak apa kau lama disini?"
"Tidak apa. Oh ya senpai berkeringat. Aku juga sudah menyiapkan air panasnya. Silahkan berendam"
"wah Hana-kun kau...."
"hm?" serga Hana.
"ah tidak. Terima kasih ya. Kalau begitu aku mandi dulu"
hari ini seharian penuh Hana membersihkan apartemen Ryuu.
Akhirnya Ryuu keluar dari kamar mandinya dengan mengenakan seutas handuk saja di pinggang.
BLUSH. wajah Hana seketika memerah.
"mmh? Ini sudah malam loh Hana-kun"
"ah benar. Kalau begitu aku permisi ya"

"astaga aku sampai lupa waktu" Hana melirik jam tangannya. 21:00
Hana menghela nafas.
Dia baru ingat, ia belum mengirimkan sedikitpun kabar kepada Yoshiki.

To: Yoshiki-kun
Hey bagaimana kabarmu? :3 apa masih sibuk? :3
SEND >>>
SORRY YOUR EMAIL CAN'T RECIVED

"Loh?" Hana menatap ponselnya aneh. Sekali lagi dikirimya email itu. Namun tetap sama.
"Ada apa ini?"
Hana mencoba mengirim email kepada Maki. Dan terkirim. Lalu kenapa email Yoshiki tidak bisa terkirim?
Jangan-jangan... Yoshiki memblokirnya?
Lalu kenapa Yoshiki memblokirnya?
Banyak pertanyaan membuat Hana semakin kalut. Ia berlari sekencang mungkin untuk mencapai mansionnya.
Apa karena Ryuu-senpai?
Lagi. Satu pertanyaan muncul membuat langkah kakinya semakin cepat.
"Wah wah, ada gadis nakal disini" di depan Hana sudah berdiri seorang laki-laki berjas.
"d-dare?" tanya Hana takut.
"Kau tahu. Kupikir gadis tomboy yg kutemukan kemarin adalah yg terakhir. Ternyata ada lagi" pria itu mengacungkan tangannya yg ternyata membawa pisau daging.
Hana mematung di tempatnya ketakutan.
"AKU SANGAT MEMBENCI GADIS TOMBOY! KALIAN MENGINGATKANKU PADA SI SIALAN ITU!!" pria itu menerjang Hana.
"KYAAAAAA!" Hana menjerit ketakutan saat tebasan pisau itu hampir mengenai pundaknya.
Hana segera berlari sekencang mungkin. Tentu saja pria itu tak akan membiarkan Hana lari begitu saja. Dikejarnya Hana dengan langkah kakinya yg jauh lebih lebar ketimbang Hana tentu saja Hana langsung tertangkap.
"AKKKHHH!!" jerit Hana saat pria itu berhasil menindih tubuh Hana.
Read More ->>

Senin, 01 September 2014

Yami no Ai [Chapter 42]

Chap 42

Tanpa sadar Hana berjalan bersenandung riang menuju Yoshiki sambil memandangi kartu nama Ryuu.
"Hn. Kau senang? Mendapat alamat emailnya?" Yoshiki menatap Hana hampa. Bagian dadanya terasa sakit. Namun ia menahannya.
Wajah Hana semakin memerah dipergoki seperti itu. "Ah! I-ie!!" Hana menggeleng-geleng keras.
"Hn..." Yoshiki kembali menekuni buku agendanya. Berusaha menahan rasa nyeri di dadanya.

Dan hari itu berlalu seperti biasa. Keesokan harinya Yoshiki kembali menekuni pekerjaannya.
Hana terbangun tanpa Yoshiki disampingnya. Padahal kemarin malam juga Hana tidur duluan. Karena Yoshiki sendiri masih sibuk dengan kertas-kertas di tangannya.
Pukul 8:00
Hana teringat sesuatu yg menyenangkan. Di ambilnya ponselnya dan diteleponnya Ryuu-senpai.
"Ah, moshi-moshi" sahut Ryuu.
"m-moshi... m-moshi" Hana gugup.
"Hana-kun kah?"
"A-ah... H-ha'i... Watashi d-desu"
"sou ka sou ka"
"anoo apa hari ini aku mengganggu?"
"ah tidak sama sekali. Aku senggang kok. Hari ini aku mau latihan badminton lagi"
"kalau begitu aku cucikan hari ini ya baju yg kemarin?"
"boleh... Maaf ya merepotkan"
"d-daijobu s-senpai. Ini salahku. Jaa aku ke rumah senpai sekarang."
"baiklah. Jaa" telepon ditutup.
"loh? Tau dari mana Hana alamat rumahku?" pikir Ryuu.
"Permisi" Hana mengetuk pintu apartemen Ryuu.
"ah Hana. Ayo masuk"
"eh... B-baik" Hana masuk dengan dengan malu-malu.
"ngomong-nomong kau tahu alamat rumahku dari mana?"
DEG.
"A-ah e-etto ada di kartu nama senpai" Hana menjawab asal.
"ooh itu"
'fyuh' Hana menghelah nafas lega. ITU BOHONG BESAR! HANA TIDAK TAHU DI KARTU NAMA RYUU ADA ALAMATNYA ATAU TIDAK! karena sebenarnya Hana sudah tau lama lokasi rumah Ryuu berkat Naruko.

"maaf ya merepotkanmu" Ryuu kembali tidak enak terhadap Hana yg sudah mulai memberi sabun kepada kemeja merahnya.
"Senpai! Sudah kubilang ini salahku!" Hana bersikeras.
" ... ."
" ... ."
keheningan lama.
"ah ngomong-ngomong kau pacaran dengan siswa baru itu ya?"
"ehm... Ya begitulah"
"Dia terkenal sekali di sekolah. Selain wajahnya yg memang sangat tampan. Dia juga cerdas loh! Katanya dia bisa kalau diikutkan kelas akselerasi langsung kelas 3! Tapi dia ngotot masuk kelas sainsmu. Oh ya, IQnya juga mencapai 600 -an katanya"
'WHAT!? 600 ?!' Teriak Hana dalam hati. 'aku saja 112 .'
"Kau beruntung sekali Hana-kun. Dia banyak di sukai cewek dari segala kelas loh. Bahkan ada Fans Clubnya"
"Fans Club?"
"yah aku sendiri juga baru tahu. Akari-chan masuk FC itu soalnya"
"Akari-senpai yg dari kelas senpai?"
"yap. Dia mengaku sangat menyukai Kuroto Yoshiki itu. Dia suka berkhayal menjadi istri anak itu"
'Istri?' Hana sweatdrop membayangkannya.
"ah tapi dia tampan dan pintar sih..."
"Tapi masih lebih tampan dan pintar senpai kok!" teriak Hana keceplosan.
"eh?"
"ah ii-ie..."
"katanya Kizu... Kau menyukaiku?"
DEG. Hana yg tengah memeras baju Ryuu terdiam.
"benar?"
Hana mengangguk perlahan. Lalu melanjutkan kegiatannya menggantung baju Ryuu.
"warui Hana-kun, tapi aku lebih menganggapmu sebagai adik"
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.