Chap 71
Sedikit helaan nafas terdengar. Menandakan ia sangatlah lega. Hana tidak bekerja di tempat pelacuran berkedok bar ini.
Ia hendak bangkit saat melihat adegan di depannya.
Seorang pria flamboyan dengan rambut pirangnya tengah menatap seorang maid di depannya dengan pandangan bernafsu. Maid itu mengenakan seragam bunny biru. Wajahnya nampak setengah ditekuk. Ia berambut Hitam pendek seleher. Matanya biru langit. Itu Hana.
Yoshiki duduk kembali di tempatnya. Sedikit ia geser duduknya supaya bisa lebih bebas memata-matai Hana.
Terdengar sayup-sayup percakapan kedua orang itu...
"Kau.. Baru ya disini?"
"Ah, b-begitulah T-tuan"
'Ck!' decak Yoshiki.
"Heee... Kemarilah duduk di dekatku"
Onix Yoshiki mengikuti pergerakan Hana yg sekarang sudah duduk di depan pria itu.
"Jadi, berapa umurmu?"
"16 tahun Tuan"
"Wah masih muda sekali. Apa kau masih virgin?" tanya pria itu.
Yoshiki yg mendengar itu mulai mengeratkan tanganya. Giginya bergelatuk emosi.
Hana terlihat hanya diam.
"hahaha kau tak mau memberitahuku? baiklah kita ganti tema... Bisa berdiri di sampingku?"
Hana berpindah berdiri di samping meja pria itu. Yoshiki masih terus mengamati.
"hmmm" pria itu berguman sambil mengamati tubuh Hana keseluruhan.
"Oppaimu kecil" ucap pria itu.
"Apa tidak ada yg memegangnya? Kalau begitu biar aku remas oppaimu supaya lebih besar" Pria itu segera mengarahkan kedua tangannya ke dada Hana.
Hana tercekat. Ia sangat ketakutan bukan main. Akhirnya ia hanya memilih untuk memejamkan matanya saja.
DUAK!
Tiba-tiba kepala pria itu menghantam meja kayu di hadapannya. Dan di belakang pria itu ada Yoshiki tengah menghantamkan kepala pria itu ke meja. Lagi, DUAK. Lagi, DUAK. Sampai wajah pria itu tak karuan. Hidung pria itu berdarah hebat.
Hana lebih kaget lagi melihat Yoshiki.
Para tamu dan staff segera berkumpul di tempat itu.
Menangani masalah itu.
Pria itu dibawa ke rumah sakit. Sementara Hana dan Yoshiki menghadap pemilik Queen's Bar.
"Jadi, bisa jelaskan ini tuan?" pemilik bar itu menatap Yoshiki.
" ... ." Yoshiki terdiam.
"Hana...?" pandangan pemilik bar itu beralih pada Hana.
"Ah! B-begini a-aku--"
"Wanita yg ada disini kau juga menjualnya kan? Aku akan membelinya" ucap Yoshiki memotong ucapan Hana.
Hana menatap Yoshiki tidak percaya.
"Jadi kau ingin membelinya?"
"Hn"
"Dia pegawai baru di sini. Mungkin dia masih virgin dan rapat, aku tidak akan memberikannya semudah itu"
mendengar kata 'virgin' Hana hanya bisa tersenyum hambar. Dirinya sudah tak 'virgin' lagi, ia sudah memberikan segalanya kepada pria di sampingnya--yg tak pernah ia ketahui jalan pikirannya.
Kenapa Yoshiki disini? Ya, itulah pertanyaan yg ingin Hana dapat jawabannya.
"Hn. Sebutkan"
"4 Milyar Yen" jawab pemilik bar itu dengan seringai diwajahnya.
Hana semakin menganga saja mulutnya mendengar nominal yg diberikan si pemilik bar.
"Hn" Yoshiki memberikan sebuah cek.
Pemilik bar itu tersenyum menatap cek yg diberikan Yoshiki.
"Baiklah. Kau bisa bawa dia pulang"
"APA? APA MAKSUD KALIAN? AKU BUKAN BARANG!"
Selasa, 30 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar