Senin, 29 September 2014

Yami no Ai [Chapter 70]

Chap 70

"Hn. Ini minum untukmu" Yoshiki menaruh sebotol air mineral--yg entah sejak kapan ia membawanya--di dekat Hana, lalu pergi entah kemana meninggalkan Hana.

Keesokan harinya wajah Hana mendadak berubah lebih sumringah. Ia terlihat bersemangat, melebihi hari-hari sebelumnya. Yoshiki yg selalu memperhatikannya sebenarnya juga kebingungan dengan perubahan sifat Hana.
Pada jam pulang sekolah, tingkah Hana semakin berubah. Ia nampak berjalan pulang dengan menyiulkan sebuah lagu. Terlihat jelas jika Hana sedang sangat-sangat bahagia.
"Moshi-moshi Agito-san?" Ujar Hana kepada lawan bicara melalui sebuah ponsel yg ia pinjam dari Yui.
"Moshi-moshi. Rayumi-san?"
"Ha'i watashi desu. Ano saya mau tanya tentang konfirmasi pekerjaan saya"
"Oh itu. Kau langsung saja dari rumah mengenakan pakaian biasa. Karena disini kau nanti akan mengenakan seragam resmi bar ini"
"Ha'i, wakatta. Arigato Gossaimash" dan telepon ditutup.
"kau kerja?" tanya Yui setelah menerima kembali ponselnya.
"Ya begitulah" jawab Hana gembira.
"Di mana?"
"Sebuah bar di distrik 3"
" ... ." Yui nampak terdiam sebentar. Memikirkan sesuatu.
"Hei kenapa?" tanya Hana bingung.
"Eh.. Ah tidak... Mana mungkin." guman Yui.
"Haaaa??" Hana menatap Yui cengo. Dia sama sekali tidak paham dengan ocehan tidak jelas Yui barusan.

Distrik 3. Distrik dimana tempat judi, prostitusi dan sex bebas sudah menjadi keseharian penghuninya. Surga dari manusia tak berotak. Surga para pecandu.
Narkoba, dan wanita disediakan disini. Asal kau memiliki kantong yg tebal kau bisa dapatkan itu.
Bahkan siapa sangka, di Distrik 3 ini tidak hanya wanita yg dijajahkan. Pria pun dijajahkan.
Polisi dan pihak keamanan setempat sudah jera menindaklanjuti setiap kegiatan--yg tentu saja melanggar semua hukum--disana. Jadi tempat itu seperti tempat khusus dimana segala hal itu dilegalkan.
Dan bodohnya, Hana tak mengetahui itu.
Tanpa ambil repot, Hana segera mengenakan pakaian normalnya dan menuju ke Queen Bar's. Sebuah Bar di daerah distrik 3. Kata Agito selaku pemilik Bar itu ia akan mempekerjakan Hana sebagai salah satu maid.

"Pengantar paket datang" seru Tomuro dari balik pintu ruang kerja Yoshiki.
"Hn. Masuklah"
"Permisi..." Tomuro membuka pintu tersebut dan ia melihat Yoshiki tengah membaca sebuah kertas dengan serius.
"Hn"
"Sudah tau dimana Hana akan bekerja?"
"Tidak. Belum" Yoshiki segera menyudahi acara 'membaca-dokumennya' dan segera menatap Tomuro serius.
"Aku tahu"
"Dimana?" Tanya Yoshiki tak sabaran.
"Baru kemungkinan sih, aku melihat tanda lingkaran di sebuah bursa kerja yg Hana tandai"
"Hn" Yoshiki semakin tidak sabar.
"Dia bekerja di Queen Bar"

Dan itulah alasan kenapa Yoshiki berada di sebuah Bar dan duduk di bangku dengan sebuah kopi di sebelahnya.
Mata onixnya tak bisa diam, bola hitam itu terus-terusan memelototi wanita berpakaian 'bunny' yg bekerja di bar ini yg saling menampilkan kemolekan tubuh masing-masing.
Sudah hampir setengah jam Yoshiki diam mengamati sekitar. Tapi yg ia cari tidaklah muncul.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.