Chap 44
"SIALAN! DIA JUGA BERLARI SEPERTIMU! KAUFIKIR KARENA KAU SEPERTI LAKI-LAKI, TENAGAMU AKAN SEPERTI LAKI-LAKI? KAU SALAH BESAR NONA!"
Pria itu menindih Hana dengan tekanan yg besar.
"Ittai" Hana meringis menahan berat tubuh pria itu di perutnya.
"NAH, PERTAMA AKU AKAN MENGETESMU. KAU SEORANG PELACUR ATAU BUKAN" Pria itu mengiris pergelangan tangan Hana sehingga dara segar mengalir dari sana.
"Akh" Hana merintih lagi.
DEG. Yoshiki yg tengah mendengarkan presentasi anggota rapatnya merasakan keanehan.
"My Lady? Darah..." gumannya pelan.
"Aku tidak peduli. Mungkin sekarang lukanya sudah dibalut oleh si sialan itu" gumannya lagi.
"SUBARASI! DARAHMU LUAR BIASA!"
pria itu menjilati darah di pergelangan tangan Hana.
'Pria ini gila? Apa dia salah satu iblis?' pikiran Hana semakin kacau.
"HIHIHI" pria itu menyayat kulit Hana.
"ARGH!" kembali Hana menjerit.
Suasana kota yg sepi membuat teriakan Hana bagaikan bisikan. karena... Tidak ada siapapun yg mendengarnya.
Hana meronta melepaskan diri dari pria itu. Namun pria itu malah membenturkan kepala Hana ke aspal, seketika itu bagian dahi Hana mengalirkan darah segar.
"MAU KEMANA KAU JALANG!? TERNYATA DARAHMU MENGATAKAN KAU SEORANG SETIA NAMUN SEDIKIT PLIN-PLAN!"
'sejak kapan bisa menentukan sifat seseorang lewat rasa darah?' dalam keadaan segenting itu Hana masih bisa-bisanya berfikir seperti itu.
"wah wah, sepertinya aku ketagihan membenturkan kepalamu" ucap pria itu seperti seorang psikopat.
Dijambaknya rambut Hana dan didorongnya kepala itu dengan keras pada permukaan aspal. DUAK. DUAK.
"Arghh Ittai!! Ittai!!" jerit Hana kesakitan. Air mata sudah mengalir dari matanya.
"HAHAHA! TERUSLAH BERTERIAK JALANG!"
"Hentika--" DUAKH! Lagi. Dahi Hana semakin mengucurkan darah segar dengan volume lebih banyak.
"TASUKETE! SESEORANG!" Teriak Hana parau.
"Ah, kupikir aku sudah bosan. Baiklah. Sayonara, onna-kun" diancungkannya pisau daging tadi. Dan segera di turunkannya dengan kecepatan penuh untuk mencabi-cabik dada Hana.
"TASUKETE!! YOSHIKI-KUN!!" Jerit Hana putus asa.
DEG. Yoshiki kembali merasakan firasat aneh. Karena tidak tahan ia akhirnya berdiri.
"Ada apa My--"
Yoshiki segera melesat meninggalkan ruangan rapat itu.
Pisau itu semakin dekat sampai--
DRAK!!
Sebuah tendangan melayang dan menghantam pisau pria itu.
Pisau daging itu terpelanting jauh ke jalanan. Sementara si pria hanya berteriak kesakitan krn tangannya tertendang.
"SIAPA!?" geram pria itu.
Sosok itu berdiri di tengah gelapnya malam. Dengan mata merahnya menyala. Namun pria gila itu sama sekali tidak ketakutan.
"SIAPA KAU HAH!?"
Ternyata sosok itu adalah Yoshiki yg baru saja melarikan diri dari rapat ekstra pentingnya.
"bangunlah" Yoshiki tidak memperdulikan pria gila itu dan membantu Hana berdiri.
"JAWAB AKU SIALAN!!" Tak diduga pria itu sudah berdiri di depan Yoshiki dan Hana dengan pisau lipat di tangannya.
"Hn. entahlah. Setidaknya aku menganggap orang yg telah kau lukai ini spesial" jawab Yoshiki hambar setelah jeda yg cukup lama.
Rabu, 03 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar