Chap 219 Dan di samping suaminya itu, seorang wanita berambut pirang panjang tengah membalutkan kasa pada luka besar di perut Yoshiki. "Ara? My Lady?" ujar perawat itu sok kaget. Hana masih ngos-ngosan dan mengelap keringatnya. "Hmm? Kenapa anda kemari? Khawatir pada kondisi My Lord? Atau... Takut My Lord berselingkuh?" perawat itu segera mendekatkan dirinya pada dada bidang Yoshiki dan mengusap dada itu dengan sexy. "!!?" Hana sendiri hanya bisa terkaget dan blushing saat melihat perawat itu mengusap dada bidang Yoshiki. PLAK. Tanpa perlu Hana mengomel pada Yoshiki, pria itu sudah menyingkirkan tangan nakal sang perawat yang tanpa izin menyentuh tubuhnya. "Hn, kau melakukannya lagi kubunuh kau" ujar Yoshiki datar pada sang perawat. "A-ara..." si perawat hanya bisa tersenyum canggung. "Hn," Yoshiki menoleh ke arah Hana. "Ada apa My Lady?" "Eh!? Ya! Anno..." Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Yoshiki-kun, ayo kita melakukan perjanjian darah!" ujar Hana yakin. "!??" Yoshiki seketika langsung tersentak mendengar penuturan Hana. Matanya menatap Hana tidak percaya. Raut wajah Yoshiki bercampur menjadi satu. Antara senang, bahagia, bingung, tidak percaya, kalut, merasa menang, dan semua itu tertuang pada wajah Yoshiki yang biasanya sedatar triplek. Yoshiki segera turun dari ranjang pasiennya dan segera mendekati Hana. "My Lady... Apa kau yakin?" "Ya! Lagi pula aku adalah milik Yoshiki-kun..." ujar Hana polos. Yoshiki tersenyum tipis. "Hup" Tiba-tiba lengan kekar Yoshiki dengan cekatan menggendong Hana ala bridal dan berjalan meninggalkan unit kesehatan tanpa mengenakan atasan kemeja-nya. Setelah digendong Yoshiki dengan gaya memalukan seperti itu melewati banyak koridor yang tentu saja banyak dilewati seluruh penghuni manor house, akhirnya Hana pun direbahkan pada ranjang di kamarnya dan kamar Yoshiki. Pria bermata kelam itu menindih tubuh Hana dengan bertopang pada kedua tangannya. Pikiran Yoshiki masih kacau. Benarkah? Benarkah sosok di bawahnya ini menyetujui apa yang selama ini menjadi keinginannya. Saphire dibawahnya hanya menatap biasa. Seolah sebentar lagi terjadi hanyalah hal biasa. "Kau yakin My Lady?" tanya Yoshiki. "Mmh" Hana hanya mengangguk. "Tapi sebentar lagi kau--" "Berubah menjadi iblis" sergah Hana enteng. Yoshiki terdiam sejenak lagi mengamati wajah Hana. "Kau tahu... Apa saja resikonya kan?" Yoshiki bertanya lagi. "Tau" jawab Hana polos dengan menganggukan kepalanya. "Lalu...?" "Aku tak masalah dengan segala resikonya. Aku hanya..." Hana memberi jeda pada ucapannya, "... Tidak ingin Yoshiki-kun terluka lagi karena diriku dan kekuatanku, jika aku memberikan kekuatanku pada Yoshiki-kun, aku berharap Yoshiki-kun tidak akan terluka lagi. Lagi pula... Yoshiki-kun tidak akan membuangku setelah mendapat kekuatan itu kan?" Hana menatap Yoshiki dengan kerutan di alisnya, meminta jawaban. Onix Yoshiki menatap balik Saphire Hana. "Hn, kau meragukanku?"
Minggu, 03 Mei 2015
Yami no Ai [Chapter 219]
Published :
20.32
Author :
Hansel Vereiteln
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar