Chap 147
Pandangan Saphire itu datar ke arah rerumputan yang ditata sedemikian apik di taman belakang mansion.
"Aku... Merindukannya..." guman Hana lagi.
"Hn. Kemari" sebuah suara dingin mengalun mengoyahkan segala pertahanan Hana. Dalam sekejap wanita bersaphire itu segera mencari asal suara.
Dan di dapatinya si sumber suara tengah berjalan bersama Hazel dan dibelakangnya ada beberapa rombongan pria paruh bayah berjas.
Hana hanya mampu menatap bingung setelah rombongan itu melintas di depannya.
'Sesibuk itukah Yoshiki?' Hana hanya menatap punggung-punggung rombongan itu. 'Sampai dia tak menyadariku?' batin Hana.
"YO!!" Sebuah suara familiar kembali membuat Hana menoleh mencari si asal suara.
"Tomuro-kun?" ujar Hana saat mendapati sosok merah di depannya tengah melambaikan tangan padanya.
"Ada apa? Tidak biasanya kau murung" ujar Tomuro.
"Ah tidak ada..." jawab Hana seadanya. "Tomuro-kun tidak membantu Yoshiki?"
"Aku disuruhnya melatih beberapa pasukan"
"Sou..." guman Hana.
"Kau merasa kesepian tanpa Yoshiki? Mau kutemani?" Tomuro langsung duduk di samping Hana.
"Uhhh! Tidak mau! Tomuro-kun bau keringat!" Hana mendorong pelan tubuh Tomuro menjahuinya. Tentu saja itu bercanda.
"Hmm... Bau? Ini baru yang namanya bau!" Tomuro melepas jaket putihnya--entah kenapa Tomuro memilih berjaket putih--dan melemparnya perlahan ke arah Hana.
"Aaa!! Bau!!" Hana menangkap jaket Tomuro dan melemparnya ke tanah.
"Tomuro-kun jorok!" Hana hendak memukul tubu Tomuro namun sepertinya saphirenya bertemu dengan tubuh seksi Tomuro yang berotot.
BLUSH.
Wajah Hana memerah seketika melihat lipatan-lipatan otot yang sempurna terpatri di tubuh pelayan nomor satu suaminya itu.
"he?" Tomuro menyadari keanehan dari Hana.
"Kau terpesona padaku?" ejek Tomuro.
"A-ah...." --tepat sasaran Tomuro-- "TIDAAAK!!" Hana kembali memasang wajah Tsunderenya.
"Hahaha.... Kau itu..." Tomuro beranjak untuk memungut jaketnya dan mengenakannya kembali.
"Huh!" gerutu Hana.
"Wah kau bermain Elsword ya?" ujar Tomuro setelah membuka laptop Hana.
"Ehhh! Jangan dilihat!!" Hana merebut kembali laptopnya.
"Cih pelit" Tomuro seolah mengitu alur pembicaraan dan candaan Hana.
"Memang kenapa kalau aku bermain Elsword? Aneh?"
"Tidak. Aku juga memainkannya kok. Mau coba tanding?" tawar Tomuro.
"Hooo.... Boleh..." jawab Hana dengan wajah yakin.
"Ini sudah 8-0 loh Hana-kyun" ejek Tomuro.
"Akkk!! Diam!! Sudah cukup aku lelah!! Elsword membosankan!!" Hana merembahkan punggungnya pada sandaran di belakangnya.
"Tentu saja membosankan. Kau kalah 8 kali berturut-turut begitu" ejek Tomuro lagi.
"Kau sudah master Tomuro-kun! Setidaknya mengalahlah padaku!!"
"Untuk apa mengalah pada level 72?" Tomuro masih memasang wajah mengejeknya.
"Tapi kalu level 90!!"
"Hanya berbeda 19 level"
"Itu banyak!"
Dan begitulah pertengkaran mereka terus berlanjut.
Tapi untung saja Hana masih mengingat waktu mandi, makan, dan istirahat.
TOK TOK TOK
setelah tiga iringan bunyi ketukan pintu di kamarnya, Hana segera membukanya.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar