Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 169]

Chap 169

"EH!? KYAAAA!!" setelah respon pipi Hana yang memerah. Tubuhnya merespon dengan mundur menjahui rasa dingin itu, dan mulutnya berteriak.
Hana menatap kesal pada orang yang melakukan hal konyol seperti itu padanya. Namun Hana malah terkaget sendiri melihat orang yang sudah melakukan kejahilan tidak penting itu adalah Kuroto Yoshiki. Lihat saja, pria itu tengah membawa sekaleng minuman isotonik di tangannya, sementara wajahnya yang tak berekspresi itu menatap datar Hana.
'Rasanya... Nostalgia....' guman Hana sambil mengingat dulu bagaimana Yoshiki masih baru bergabung di kelasnya. Ya, saat itu sedang ada event.
Hana kembali menggembungkan pipinya jengkel. "Apa maumu!?"
"Hn, untukmu" Yoshiki menyodorkan lagi minuman isotonik di tangannya.
Hana tidak membawa uang saku, itu sama artinya dengan tidak bisa membeli jus. Itu sama dengan haus.
'glek' Hana menelan ludahnya melihat bulir-bulir air yang menempel pada dinding minuman isotonik yang terlihat dingin itu turun ke bawah.
Tapi hana segera memalingkan wajahnya.
"Tidak per--"
"KI-KUUUUUUNN" Terdengar suara lengkingan khas anak remaja perempuan hendak datang menerjang.
BRUUK
Seketika menempel seorang perempuan berkulit sawo matang menghambur ke arah tubuh Yoshiki dan bergelayut manja.
"Ki-kuuun~ bukannya aku sudah bilang padamu supaya kau mengantarku pulang, hmm?" Saan Liam menatap Yoshiki dengan manja.
"YOSHIKI-KUN BAKA!!" Hana tiba-tiba berteriak. Air mata entah sejak kapan telah membasahi pipinya.
"BAKA! YOSHIKI-KUN BAKA! AHOOOO!!" Hana berteriak histeris. "hiks... Hiks..." tas basketnya jatuh ke lantai. Tangan-tangannya sudah semakin sibuk untuk mengusap dan menghentikan laju air matanya.
"Baka... Yoshiki-kun... Hiks..." ucapan Hana semakin tenggelam dalam tangisannya.
"Hn. Jadi begitu. S-Elf, lepaskan tanganku" Yoshiki berujar dingin.
Saan Liam yang mendengar ucapan Yoshiki terdiam seketika.
"Saa.. Jadi kau sudah tau?" Saan Liam perlahan melepaskan gelayutannya.
"Hn"
"Wah sepertinya tidak ada pilihan lain" wanita itu mundur beberapa langkah kebelakang.
"S-Elf, Saan Liam Exorcist mode!" teriak perempuan Canada itu. Seketika tubuhnya diliputi oleh lingkar sihir biru. Merubah pakaiannya, dan membuat kedua tangannya terpasang sebuah cakar seperti layaknya film 'X-Men'.
Hana terdiam di tempatnya menatap pemandangan di depannya.
"Apa-apaan ini? Siswa baru itu? Exorcist!?" Hana berguman bingung.
"Wah wah, aku tak menyangka My Lady sampai menangis begitu" ejek Saan Liam.
"Hn, akhirnya kau menunjukkan wujud menjijikanmu Exorcist sialan" Yoshiki menatap datar Saan Liam dengan tatapan menusuknya.
"Beberapa hari ini menyenangkan berkirim email denganmu Ki-kun. Sayang sekali kau adalah buruanku. Padahal aku mengharapkan kecupan-kecupan darimu"
"Hn, berkirim email? Yang benar saja" Yoshiki melesat. Kedua tangannya masih tergantung masuk di dalam saku celana kain hitam Mirai no Gakoo. Sementara kedua kakinya dengan gesit mengelak dan terus berusaha menyerang Exorcist di depannya.
"Haha, ayolah My Lord"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.