Chap 160
Untuk apa?
Games? Bagaimana jika nanti di ponsel Yoshiki tidak terdapat game?
Musik? Oh ayolah, Hana bahkan tak pernah melihat Yoshiki mendengarkan musik.
Satu-satunya alasan meminjam ponsel pria itu memang hanya karena email.
Bukannya itu semakin mencurigakan?
"Dada Shiro kecil!" Hana langsung sweatdrop mendengar teriakan Maki.
Untuk kesekian kalinya. Hana melihat Yoshiki menatap layar ponselnya sambil tersenyum.
Seharusnya Yoshiki mengajarinya sekarang! Bukannya malah menimbulkan efek lebih penasaran kepadanya!
Hana mengigit ujung pensil mekaniknya. Sambil saphire terus-terusan melirik Yoshiki.
Yoshiki meletakan kembali ponsel tipisnya di meja dan langsung menatap Hana. Namun Hana tak segera memalingkan wajahnya. Istilahnya, telat. Sehingga membuatnya tertangkap basa sudah mengamati Yoshiki.
"Hn. Ada apa?" tanya Yoshiki datar.
"Ti-tidak. Anoo aku tidak bisa menjawab soal yang ini"
"Hn. Ini caranya seperti ini"
percuma Kuroto Yoshiki. Walaupun mulutmu berbusa menjelaskan materi perhitungan penduduk sampai berbusa kau tak akan bisa membuat istrimu itu paham. Lihat saja wajahnya yang hanya menatapmu sambil merenggut lucu.
Keduanya terdiam. Yoshiki sibuk dengan kemudinya. Dan Hana sibuk menenangkan pikirannya. Ya, mereka berdua dalam perjalanan menuju Mirai no Gakoo sekarang.
Yoshiki terus fokus menyentir tanpa menyadari kegundahan istrinya itu.
Tadi malam waktu tidur sudah ada kesempatan bagi Hana untuk mengotak-atik ponsel Yoshiki yang sepertinya tertinggal atau memang dibiarkan diatas bufet kamarnya. Tapi niat itu hangus.
Hana memang pengecut. Ia terlalu pengecut untuk mengetahui apabila Yoshiki sungguh-sungguh selingkuh. Oke dia tidak siap.
Dan ia lebih tidak siap melihat wajah marah Yoshiki karena ponselnya yang sembarangan disentuh orang lain. Ingat kata Tomuro? Yoshiki paling benci jika ada orang lain menyentuh ponselnya. Seolah seluruh kepribadian dan rahasia Yoshiki berada di benda kecil itu.
Jadi bagaimana? Menanyakan langsung? Atau memang harus meminjam ponselnya?
"Hn. Ada apa denganmu?" Akhirnya Yoshiki buka suara. Jujur, Hana merasa lega. Dengan ini alur pembicaraan semakin mudah.
"Eh aku hanya mengingat masalah Kai-chan"
"Hn. Gadis berambut coklat itu? Ada apa dengannya?"
dalam hati Hana bersorak. Pancingannya berhasil. Ia sungguh bersyukur setelah kata "Hn"-nya, Yoshiki masih melanjutkan dengan kalimat lain.
"Pacarnya yang katanya sangat ia cintai selingkuh diam-diam. Katanya Kai, ia memergoki pacarnya selingkuh setelah membuka percakapan email pacarnya itu" Hana sedikit melirik Yoshiki.
"Hn. Begitu"
APA!? HANYA ITU RESPON YOSHIKI!?
Hana menatap jendela di sampingnya dengan tatapan lesu. Apa-apaan respon Yoshiki barusan?
Dirinya tidak mengerti!
"Saa, bagaimana Hana? Kau berhasil?" Umei Yui meminum susu kotaknya sambil berjalan bersama Hana. Kebetulan Maki dan Shiro sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri.
Keduanya sekarang sedang berjalan di lorong ruang kelas 2.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar