Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 134]

Chap 134

Yoshiki menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat kondisi Hana. Wanitanya itu kini masih tak sadarkan diri.
Tak terasa kakinya sudah bisa menapak di dasar sungai. Membuatnya semakin mudah menuju tepian.
Dipercepatnya langkah kakinya yang menapak di dasar sungai. Ia juga tak ingin Hana demam lagi karena terlalu lama berendam dalam air.
Bunyi gemercik air akibat langkah kaki Yoshiki yang mulai naik ke tepian seketika menghancurkan kesunyian hutan Gunma.
Di rebahkannya tubuh basah Hana di tanah yang lumayan kering.
"hhh...hh..." nafas Yoshiki nampak tak beraturan.
Tangannya digunakan untuk mengelap pelu yang telah bercampur air sungai di wajahnya.
Hana masih tak sadarkan diri. Ditepuk-tepuknya ringan pipi tan Hana.
"My Lady!"
"uhuk... Uhuk..." Hana terbatuk. Sedikit air keluar dari sisi mulutnya.
Taulah Yoshiki, Hana juga pingsan karena air sungai.
Maka ditekannya pertengahan dada Hana dengan kuat. Satu tekanan saja sudah membuat Hana kembali terbatuk kuat.
"UHUK!" Air dengan volume yang lumayan terpancar keluar dari mulut Hana.
Hana segera tertunduk ke tanah untuk menenangkan dirinya yang masih terbatuk-batuk kecil.
"hhhh....hhh..." setelah menyeimbangkan nafasnya Hana terkaget mendengar suara deru mesin mobil mendekat. Ternyata memang benar, setelah Hana mendongkakkan kepalanya telihat sebuah mobil Chevorlet hitam tengah berjalan dengan pelan ke arah mereka. Dan di antara pandangan Hana dengan mobil itu terdapat sosok lain. Sosok yang seluruh badannya telah basah. Tengah menatapnya lalu memakaikan jas biru tua kering padanya.
Setelah itu tangan besar sosok itu terjulur padanya. Hana mengangguk lalu menggapai julurn tangan pria di depannya yang kemudia membantunya berdiri dan berjalan ke arah mobil.
Tomuro Arashi telah membukakan kedua pintu kursi belakang dan menunggu dengan hormat di samping pintu.
Yoshiki membantu Hana memasuki mobil. Begitu keduanya sudah masuk, Tomuro segera menutup pintu mobil. Dan ia sendiri bergegas menuju kursi supir. Menyalakan mesin mobil dan segera melaju.

Badan Hana terlihat sedikit gemetar. Rupanya Hana masih merasakan efek kedinginan setelah kurang lebih setengah jam berendam dalam air sungai setelah terjatuh ke sungai karena.... Flash back ringan memenuhi kepala Hana. Mulai dari kejadian Kikuri memintanya menuju hutan, dia bertemu cacing, wajah Yoshiki yang berusaha keras menopang tubuhnya, sampai saat Yoshiki menyusulnya terjun ke sungai dengan mendekap erat tubuhnya.
Pssshhh... Seketika wajah Hana memerah layaknya kepiting rebus.
"Aku tidak pernah menikahi wanita lain selain dirimu!"
ucapan Yoshiki waktu itu juga kembali terngiang.
"Hn. Kau tidak apa? Wajahmu memerah. Kau demam?" Yoshiki menarik kepala Hana hingga berhasil menghadapnya lalu berniat menempelkan dahinya dengan dahi Hana seperti waktu itu--untuk mengecek keadaan Hana.
"uwaaaa!!" Hana segera menahan badan Yoshiki dengan tangannya.
"Aku tidak apa! Aku hanya kedinginan!"
Tatapan tajam onix Yoshiki sempat mengamati mimik Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.