Chap 140
"Hana..." ujar Tomuro dengan menekan nada bicaranya hingga berat.
"Permisi, hasil pemeriksaan My Lord sudah keluar" seseorang berpenampilan serba putih menginterupsi ucapan Tomuro.
"Tunjukan padaku" perintah Tomuro.
Segeralah diberikannya beberapa lembar kertas hasil pemeriksaan tubuh Yoshiki.
"Pada waktu kami memeriksanya, energi dan kekuatan My Lord bagaikan berada di titik 0. Habis total. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, masih ada 0, 002 % sihir yang masih aktiv di sekita bibir My Lord. Sepertinya sihir itu dipasang sangat kuat. Dan persentasenya terus menurun. Kemungkinan besar sudah habis sekarang. Kami tidak bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang sihir itu. Tapi selebihnya... Ini adalah kejadian langkah. Terutama bagi saya, karena saya mulai bekerja untuk sebagai dokter My Lord sejak tahun ke-42 SM. Setahu saya My Lord tidak pernah mengalami 'kehabisan energi' seperti ini. Kami sudah sekuat tenaga menyalurkan energi sihir kami kepada My Lord. Namun tetap saja ada reaksi penolakan dari diri My Lord. Jadi kami memberikan penanganan pengisian energi seperti manusia. Kami memberinya infus. Terbukti bekerja memang. Namun diperkirakan energi My Lord akan bertambar 0, 001 % setelah 2 jam. Um... Anda bisa menjenguk My Lord sekarang" ujar dokter itu panjang lebar.
Hana hanya terdiam mendengarkan ucapan sang dokter. Jujur, Hana sangat terkagum atas kerja sang dokter yang mampu bekerja secepat dan seteliti itu dalam waktu kurang dari setengah jam. Ia sangat salut.
"Kau kembalilah lanjutkan pekerjaanmu." ujar Tomuro. Matanya tak henti-hentinya menatap Hana kecewa.
"Saya permisi" dokter itu undur diri.
"Sekarang kau tahu. Yoshiki tak pernah mengalami hal seperti ini. Ini pertama kalinya."
Hana tak bisa berkata apapun. Ia hanya terdiam menatap Tomuro yang seakan menyidanginya.
"Kuberikan sebuah inti dari penjelasanku ini." Tomuro terdiam sejenak. Lalu ia menatap Hana tajam, "Yoshiki memberikan lapisan sihir penolak pada bibirnya untuk menolak kekuatan dari tubuhmu yang hendak masuk ke tubuh Yoshiki"
"Eh?" Hana membelalak mendengar perkataan Tomuro. Otaknya segera memproses kata demi kata yang diucapkan Tomuro.
"A-Apa maksudmu?" tanya Hana.
"Semua perkiraanmu salah! Termasuk semua perhitunganku! Kufikir dia menyeimbangkan perasaanya terhadapmu! Tapi ternyata... Dia bahkan sampai rela menempelkan sihir pada bibirnya untuk menolak kekuatanmu! Dia benar-benar...." Tomuro berhenti bicara sejenak.
"J-jadi..." mulut Hana sedikit gemetar.
"Dia benar-benar mencintaimu! Tak kusangka dia sampai berkorban begitu! Seperti bukan Yoshiki Kuroto yang kukenal..."
"B-bohong..." Hana menatap nanar tangannya yang masih bernoda darah Yoshiki yang terciprat.
"Kapan terakhir kali dia menciummu?" Tanya Tomuro dengan nada penuh penekanan di setiap katanya.
"Dia telah memperkosaku Tomuro-kun! Berarti dia baru saja menciumku..."
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar