Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 161]

Chap 161

Dimana mereka baru saja kembali dari acara mengisi perut di kantin.
"hmm" Hana menggeleng perlahan. Mengisyaratkan ia gagal atau ia tak mengerti.
"Kenapa?"
"Kau tahu Yui, sepertinya ponsel Yoshiki menyengat" Hana mencoba bergurau.
"Yah... Terserah padamu saja. Aku sudah memberikan saran terbaikku"
"Terima kasih" Hana menghela nafas.
Mata Saphire Hana dan Violet Yui membesar melihat seorang siswa dengan tangannya yang memainkan sebuah ponsel berjalan ke arah mereka dari kejahuan.
"Kau melihatnya kan? Yui-chan? Yoshiki-kun bukan pria yang kecanduan gadget sepertiku. Rasanya... Rasanya...."
'sesak....'
Air mata mulai mengalir tipis di pipi Hana.
Yui tak tak tahan. Ia geram melihat sahabatnya dijahati seperti ini. Segera dilangkahkannya kaki untuk bersiap menghardik pria dari sahabatnya ini.
"Kuroto Yo--"
"Hana?" Yoshiki yang sudah mendekati mereka langsung memanggil nama Hana.
Mata pria itu nampak sedikit terbelalak melihat bekas air mata di pipi Hana.
"Ada apa!? Kenapa kau menangis!?" pria itu dengan raut khawatirnya menyengkram pundak Hana.
Tapi Hana masih tak bergeming. Ia sibuk menghapus air matanya.
"Umei Yui! Apa yang sudah terjadi!?" Yoshiki masih dengan wajah khawatirnya menatap Yui. Seolah ia ingin segera mengetahui apapun mengenai Hana.
Yui terdiam sejenak melihat ekspresi Yoshiki. Ekspresi itu tidak mungkin ditunjukkan oleh pria yang sedang berselingkuh. Yui tahu itu.
"Hhh... Ia baru saja kehabisan Soba ekstra pedas yang baru saja menjadi menu terbaru di kantin" oke. Alasan yang bagus Yui. Good job.
Yoshiki menautkan kedua alisnya.
Hana telah selesai membersihkan air matanya yang membasahi pipinya.
"soba-nya... Soba-nya habis" Hana sesenggukan. Entah kenapa Hana lebih memilih melanjutkan drama yang dibuat oleh Yui. Sepertinya memang ini yang terbaik untuk saat ini. Pikir Hana.
"Hn. Dasar kau ini. Jangan menangis. Akan kupastikan kau mendapatkannya besok" Yoshiki membantu mengusap beberapa sisa air mata yang tertinggal dipelupuk mata Hana.
Hana mengangguk.
"Hn. Apa kau sudah pernah bertemu dengan siswi baru berambut kecoklatan di kelas tahun pertama?" Yoshiki menatap Hana lekat.
"....." Hana terdiam menatap mata onix Yoshiki.
"a-aku belum melihatnya" Hana menjawab dengan murung.
"Hn. Begitu. Apapun yang terjadi jangan dekati siswi itu" Yoshiki menatap Hana lekat.
" ... ." Hana terdiam.
"Hn..." Yoshiki langsung berlalu. Tangannya kembali mengutak-atik ponselnya sambil berjalan menjahui Hana.
"Kau lihat Yui-chan? Yoshiki-kun..." Hana tak melanjutkan kalimatnya.
"Jujur, aku tak mengerti" ujar Yui.
"Tidak mengerti?" Hana memiringkan kepalanya.
"Terhadap Kuroto-kun. Ekspresi dan tingkah lakunya saat melihatmu memangis, jelas membuktikan kalau ia bersih dari tuduhan selingkuh. Tapi ucapannya..."
"seolah menyembunyikan fakta bahwa siswa baru berambut coklat dari tingkat pertama adalah seseorang yang selalu berhubungan email dengan Yoshiki-kun" lanjut Hana.
Yui tak menjawab tanda meng-iya-kan.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.