Chap 162
Raut wajah Hana tiba-tiba berubah serius. Ia sedang memikirkan sesuatu.
"Apa kau sudah dapat informasi mengenai siswa baru itu Maki?"
Kini empat sahabat karib itu tengah berkumpul di kantin sehabis menikmati Soba ekstra pedas yang mereka dapat dengan susah payah.
"Saan Liam" Maki memulai informasinya.
"15 tahun. Siswa pindahan dari daerah Inggris. Khususnya Gipsi. Dia berkulit coklat dengan rambutnya yang juga coklat. Warna matanya juga coklat"
"serba coklat!" potong Shiro.
"Ya. Golongan Darah B. Pindah dengan alasan pekerjaan orang tua"
"Alasan yang klasik" komentar Yui.
"Ya. Memiliki banyak penghargaan dan banyak kejuaraan dimenangkannya. Tipe perempuan ideal"
"Ideal.... Bagi Yoshiki-kun" Hana berguman. Wajahnya tertutup oleh rambut hitam pekatnya.
"Dan memang ada kabar jika Saan dekat dengan Kuroto-kun" ucapan Maki lantas membuat Hana mendongkak dengan cepat.
"Ceritanya, adik kelasku dari klub Menjahit bersorak saat melihat Kuroto-kun lewat di depannya. Ya kau tau, Kuroto-kun disukai oleh hampir seluruh siswi di Mirai no Gakoo. Jangan tersinggung" Maki menatap Hana, "Tak sengaja Saan mendengarnya. Lalu ia memberikan alamat email Kuroto-kun. Aku pun juga diberinya" Maki memperlihatkan layar ponselnya.
"Coba kulihat!" Hana langsung merebut ponsel Maki tersebut.
Benar. Memang benar. Ini alamat email pribadi Yoshiki. Yang hanya diberikan untuk dirinya dan Tomuro, dan beberapa rekan bisnisnya. Tidak mungkin orang asing memiliki alamat email pribadi Yoshiki.
Ya, dia hanya orang asing bagi Hana. Tapi bagaimana dengan Yoshiki?
Hana tertegun. Ia kembali terduduk di bangkunya.
Kesimpulannya hanya satu, Yoshiki memang memiliki hubungan dengan Saan Liam.
"Dia cukup populer di kalangan siswa. Ya... Harus kuakui dia cantik" Maki menambahi.
"Tapi Hana kan tampan!" teriak Shiro memecah suasana.
Semua terdiam mendengar ucapan Shiro. Tapi Hana tak bergeming.
"Nah itu dia! Dia yang sedang membawa kotak hitam di tangannya!" Maki dari lantai dua gedung pertama dari kelas 3-7 menunjuk seorang siswi yang tengah berjalan.
"Dia!?" Hana ikut menunjuk.
"Yang mana!? Yang mana!?" Shiro menggila.
"Jadi dia..." guman Yui.
Hana seperti merasakan sesuatu yang aneh saat melihat rambut coklat siswi itu yang dikepang pinggir. Sesuatu berupa energi dan kekuatan. Sangat ganjil....
"Hn. Jadi disini kalian" sebuah lantunan dingin terdengar dari arah belakang kerumunan Hana.
Semuanya lantas menoleh.
"waaa!! Kuroto-kun! Tadi aku melihat seling--UHP!" Maki refleks membekap mulut Shiro.
Yoshiki menaikkan satu alisnya.
"Ahaha tidak-tidak. Ayo pulang Yoshiki-kun. Jaa minna" Hana langsung membawa tasnya dan berjalan ke arah Yoshiki sambil melambaikan pada ketiga temannya.
Malam harinya Hana merencanakan sebuah rencana. Sebuah rencana yang ia pastikan akan menjelaskan segala kerumitan yang sedang ia hadapi.
Saan Liam. Gadis Gipsi yang membuatnya penasaran.
Maki baru saja memberitahu bahwa siswi itu mengikuti klub Akaido.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar