Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapeter 150]

Chap 150

"ajari?" Tomuro menaikkan satu alisnya kepada Hana.
Hana mengangguk.
"Hhh.... Iya-ya" Tomuro menghela nafas berat.
"Yey!" Hana bersorak pelan.
Tomuro menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "sebenarnya untuk apa sih?"
"ung..." Hana sempat menggigit bibir bawahnya.
"?" Tomuro menaikkan satu alisnya menatap Hana.
"Sudahlah ajari saja!!" ujar Hana tsundere.
"Hhh.... Baiklah" Tomuro menyerah.

"Tidak tidak. Gunakan tangan kirimu dengan baik. Usahakan jauhkan tatakan ini dari kepala tamu" Tomuro mendekati Hana setelah melihat praktek Hana yang konyol dalam melayanani tamu.
Tomuro segera membenarkan lengan kiri Hana.
"B-begini?" Hana mati-matian menaan posisinya kali ini. Kakinya sudah hampir mati rasa sepertinya.
"Yap. Eh.... Kau kaku sekali" Tomuro sweatdrop menatap Hana.
Hana menuangkan chinesse-tea di tekonya secara perlahan.
Teh hampir memenuhi gelas.
Hampir penuh. Hana semakin gemetaran. Tak kuat menahan posisinya.
Mendekati penuh....
SRAT...
Sepatu Hana menggesek lantai. Dan...
BRAK...
"Ittai...." ringis Tomuro.
Hana yang sejak sepatunya menjadi selip sudah menutup mata sekarang membuka matanya perlahan.
"Eh? TOMURO-KUN!?" Hana sontak kaget melihat tubuh di bawahnya adalah Tomuro.
"Kau tidak apa?" Hana menatap Tomuro lekat.
Entah kenapa terlihat bekas ruam merah di sekitar pipi Tomuro.
'Di... Dia manis...' batin Tomuro.
"Eh tidak apa. Kau tidak apa?" Tomuro bangkit dan membantu Hana bangkit.
"Uhh... Aku tidak berbakat..." wajah Hana menjadi muram.
"Tak apa. Ini kan baru permulaan..." Tomuro berusaha menenangkan Hana.
"Ta-tapi jika aku tak segera bisa..."
"Hmm?"
"Aku tidak bisa melayani Yoshiki-kun sebaik Hazel...."
" ... ." Tomuro terdiam menatap pernyataan Hana.
PUK.
Tangan Tomuro mengelus kepala hitam Hana.
"jadi begitu...." guman Tomuro.
"Baiklah ayo kita berlatih lagi"
Hana tersenyum mendengar ucapan Tomuro lalu mengangguk dengan semangat.

Hari terakhir liburan.
Hana kembali mendatangi tempat latihannya dengan Tomuro semalam. Di sana Tomuro sudah menunggu dengan koran paginya.
Pakaian maid yang sudah disiapkan Tomuro telah terpakai rapi di tubuh Hana.
"hm... Kau tidak pantas mengenakan ini Hana-kyun" ucap Tomuro dengan nada menggurui.
"Eh? Benarkah!??"
"Ya. Kau lebih cocok mengenakan seragam butler"
DUK
Hana langsung menendang kaki Tomuro karena jengkel.
"Ittai...." Tomuro hanya meringis.
"Hahaha gomen. Ayo kita lanjutkan"
"Huh"

"Yoshiki-kun bagaimana saham di Afrika? Apakah sudah stabil?" Hazel. Terlihat tengah meletakan piring B&B berisi manisan di dekat dokumen-dokumen Yoshiki yang berserakan di atas mejanya.
"Hn. Sepertinya berlian masih menjadi sumber utama perekonomian" guman Yoshiki sambil memijit keningnya untuk menghilangkan penatnya.
"Hmmm" Hazel tersenyum menatap Yoshiki.
"Kenapa tidak istirahat sebentar Yoshiki-kun?" tawar Hazel.
"hn?" Tomuro mendongkak sebentar menatap wajah cantik Hazel.
GRATAK...
Pria itupun bangkit dari kursi panasnya.
"Ide yang bagus" gumannya sambil berjalan mendahului Hazel keluar ruangan.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.