Chap 139
Sebuah kantung mata tertera jelas di wajah pucat Yoshiki.
'Kenapa tubuhku tak mau... Ah benar juga...' pikir Yoshiki.
'Jadi beginikah akhirku?' senyum miris terulas jelas di wajahnya.
"Kenapa... Kau memperkosaku lagi!!? Oh aku mengerti... Kau membutuhkan kekuatan untuk pertarunganmu lagi kan!?" Hana berteriak sinis di depan wajah pucat Yoshiki. Air mata terus menganak sungai di pipi tan Hana.
Ah, begitu ingin pria itu menghapus tiap tetes air mata yang keluar.
"HIKS!" Hana mencabut kembali pisau yang sudah dipenuhi warna merah.
Dan sekali lagi ditusukkannya pada daging kekar di bawahnya yang sudah tak bertenaga.
Mungkin ini hukuman yang pantas untuk iblis pengrusak hubungan manusia dengan Tuhan seperti dirinya. Mati--atau apalah itu--di tangan wanita yang sangat ia cintai. Mati secara manusia.
Namun entah kenapa ia tak bisa putus asa.
Hana diperkosa?
Itu bisa menjelaskan mengapa Hana sedang alam keadaan telanjang sekarang. Tapi siapa!? Siapa yang telah berani menyentuh istrinya!?
Rasanya semangatnya untuk kembali hidup telah muncul berdasarkan amarah yang ia kobarkan.
"Si-siap...a y-y--" dengan susah payah ia berusara berusaha menyampaikan pertanyaannya. Namun selalu tersedat oleh darah yang berusaha mengalir keluar dari mulutnya.
"JANGAN BICARA APAPUN!!" Air mata Hana semakin meluncur turun dengan cepat. Hatinya kacau. Ia telah dipermainkan seperti ini. Ah salah, tidak hanya di permainkan tapi juga dimanfaatkan.
Yang ada dipikiranya sekarang adalah mengakhiri riwayat hidup pria yang di depannya.
CRAT. JLEB.
Lagi, Hana menusuk tubuh di bawahnya.
Seketika tubuh dibawahnya sudah tak lagi bergerak. Hanya bersisa seongok tubuh dengan tatapan kosong.
"Yoshiki, kami sud--" Tomuro yang berjalan dengan santai dan berniat melaporkan mengenai pertarungan mereka melawan Exorcist terbelalak menatap penampakan di depannya.
Hana--dengan tubuh telanjang--menduduki tubuh tuannya yang terlentang di lantai bersimbah darah. Sebuah pisau dapur tertancap di perut kiri tuannya.
"MY LORD!!" teriak Tomuro panik.
Tanpa peduli di dorongnya tubuh Hana. Dan segera di angkatnya kepala Yoshiki.
Hana segera meraih kain terdekat untuk menutupi tubuh telanjangnya. Mungkin firasatnya mengatakan sebentar lagi akan menjadi ramai.
"YOSHIKI!!" Tomuro mengguncang-ngguncang tubuh Yoshiki. Namun nihil.
"MAID!" Setelah teriakan menggema dari Tomuro, muncul beberapa maid yang segera bertindak menangani tubuh tuan mereka.
Tomuro menatap nanar tubuh Yoshiki yang bersimbah darah.
Kenapa? Kenapa keadaan Yoshiki na'as sekali? Yoshiki mati? Tidak, itu MUSTAHIL! SEKALI LAGI, ITU MUSTAHIL!
Baiklah... Tomuro mulai melakukan flashback-flashback untuk mendapatkan jawaban. Menggali segala pengetahuan yang dimilikinya.
Sementara tubuh Yoshiki sudah diangkat oleh paramedis mansion Yoshiki untuk diperiksa.
Mata Tomuro yang awalnya terpejam, beberapa menit kemudian terbelalak luar biasa.
Ia telah menemukan jawaban yang sesungguhnya. Jawaban mengenai daya regenerasi Yoshiki yang tak bekerja.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar