Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 164]

Chap 164

"Uhhmm, entahlah. Tapi aku menyukai Ki-kun" rambut coklat gadis gipsi itu agak terbawa angin.
"Katakan saja padanya" Hana berbalik badan. Suaranya memberat. Ia melanjutkan melangkahkan kaki menuju ruang kelas dengan kepala tertunduk.

"Yoshiki-kun..." Akhirnya Hana memberanikan diri berbicara dengan suaranya yang terdengar berat. Kepalanya masih tetap tertunduk.
"Hn?" Pria di sampingnya--Kuroto Yoshiki--masih fokus kepada kemudinya.
"Kau terlihat murung dari tadi. Ada apa?" tanya pria itu.
"Kau mendapat salam dari kouhai," Hana tak memperdulikan pertanyaan Yoshiki, "'Jangan terlalu workaholic'"
"Hn. Jadi alasanmu murung dari tadi karena kau mendapat ucapan itu dari seorang kouhai?"
Hana mengangguk perlahan. Kepalanya masih tertunduk.
"Hn... Jangan pedulikan ucapan mereka. Karena aku sendiri tidak peduli" ujar Yoshiki dingin.
Hana terdiam. Ia kembali murung. Mulutnya tertutup rapat. Seolah ia sedang larut dalam pikirannya sendiri. Alias stress.
Yoshiki yang merasa asing dengan suasana yang mulai mencekiknya mulai melirik keadaan Hana. Biasanya, istrinya itu akan menceritakan semua kegiatannya sehari penuh di sekolah. Dari mulai yang membosankan sampai yang membuatnya penasaran selama perjalanan.
Tapi kali ini atmosfer di dalam mobil seperti mencekik Yoshiki dengan kesunyian Hana.
Ada yang salah.
"Hn. Aku tadi melihatmu ke tempat latihan Akaido. Ada perlu apa?" Mau tak mau Yoshikilah yang membuka percakapan.
"Mensurvey untuk pembuatan cerita misteri" jawab Hana singkat.
Oke, ini semakin aneh.
"Hn, lalu--"
"Dan di sana aku mendapat pesan itu" Hana memotong ucapan Yoshiki.
Yakin lah Yoshiki bahwa penyebab kemurungan Hana adalah karena 'pesan' tadi.
"Hn, bukannya sudah kukatakan agar jangan memikirknannya?"
"Pesan itu dari siswi baru berambut coklat..."
Mata Onix Yoshiki membulat lebar.
"Bernama Saan Liam"
CKIIIIT
Yoshiki dengan mendadak menginjak pedal rem hingga membuat Ferarri FF Silver favoritnya itu berhenti di tengah jalan. Untung saja jalanan sedang sepi kali ini.
Hana yang sedikit terjengkal langsung menggerutu.
"Uhh..."
"Kau bertemu dengannya!??" Belum sadar benar keadaan Hana sudah diberondong pertanyaan oleh Yoshiki dengan wajah serius pria itu.
"I-iya... Kenapa?" Hana kembali murung.
'Seperti inikah ekspresi Yoshiki-kun?
Jadi memang benar Saan Liam adalah selingkuhan Yoshiki?
Lalu bagaimana ini? Yoshiki-kun pasti akan segera marah, dan... Dan...'
"Apa saja yang dikatakannya padamu!?" lagi, Yoshiki bertanya.
'Hentikan...'
"Apa saja yang ia lakukan padamu!?"
'Sepeduli itukah kau Yoshiki-kun pada Saan Liam?'
Melihat Hana yang hanya diam Yoshiki langsung berdecak. "ck! Sudah kubilang jangan mendekati dia!"
Air mata yang dari tadi Hana bendung akhirnya menetes juga.
"Kalau begitu urus saja dia!" Hana berteriak keras. Air mata di kedua pelupuk matanya sudah membasahi pipinya sekarang.
"uh!" Hana langsung melepas sabuk pengaman yang mengait tubuhnya, membuka pintu mobil dan segera berlari keluar.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.