Chap 158
"Hn. Entahlah. Tapi ini.... Pasti menarik" Yoshiki menyeringai.
"Kau..." Tomuro sweatdrop menatap Yoshiki.
"Hn. Percepat Tomuro. Jangan lupakan itu"
"He'i he'i..." ujar Tomuro malas.
"Hn. Tidurlah kau harus banyak istirahat. Sepertinya hari ini kau kelelahan karena praktek lingkungan" Yoshiki mengelus perlahan rambut Hana.
Kuroto Hana saat ini tengah bergelayut manja kepada selimutnya yang hangat. Matanya setengah terpejam. Kepala Hana perlahan mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.
"Oyasuminasai My Lady" dikecupnya puncak kepala istrinya itu.
Sebenarnya Hana sama sekali tak merasa ngantuk. Oke dia memang lelah, setelah kejar-mengejar dengan sapi perahan sekolah tadi. Tapi matanya sama sekali tak terasa berat.
Hanya kenyamanan selimut dan spring bed yang ditidurinya yang menyebabkan rasa ingin tidur dalam dirinya muncul. Tapi sekali lagi, Hana belum mengantuk. Jadi, begitulah Hana tetap terjaga.
Kuroto Yoshiki tengah duduk bersandar di samping Hana, dengan kemeja biru tuanya yang masih terpakai rapi. Tiba-tiba ponselnya bergetar dan menyala ringan. Membuatnya terpaksa mengecek ponsel canggihnya itu.
Hana yang matanya masih setengah terpejam diam-diam melirik Yoshiki.
Jemari Yoshiki lihai memainkan ponsel touch-screennya untuk mengecek notifikasi terbaru di ponselnya. Terlihat sepertinya sebuah email baru masuk.
From: elfsaan@mailstream.jp
Subyek: Konbanwa
Content:
Konbanwa Kuroto-san!
Genki desu ka?
Etto... Boleh aku memanggilmu Ki-kun supaya lebih akrab?
Hmm... Hari ini aku sedang bosan tidak ada yang bisa kulakukan. Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?
Balas ya! [kiss]
---end---
Yoshiki sedikit tersenyum membaca email konyol yang baru saja di terimanya.
'Hn. Dasar manusia bodoh' pikirnya.
Di tengah gelapnya kamar, cahaya dari ponsel Yoshiki sudah cukup untuk membantu Hana melihat ekspresi Yoshiki yang tersenyum. Samar-samar Hana melihat bagian dfarts yang sepertinya mirip kotak email di ponsel layar lebar Yoshiki.
'email? Dari siapa? Kenapa Yoshiki-kun tersenyum?' timbul sebuah pertanyaan di benak Hana.
"Nee... Yoshiki-kun! Aku tadi baru saja makan hamburger kacang merah! Rasanya enaaaak sekali dan tak berminyak!" Hana mengangkat kedua tangannya untuk mengekspresikan betapa nikmat makanan yang baru saja ia rasakan.
"Hn" respon Yoshiki.
Muncul sebuah siku merah di dahi Hana. Jika saja pria itu meresponnya dengan dingin namun tetap menatapnya sih tak masalah. Tapi kali ini pria itu menjawabnya dengan dingin, dan tanpa menatapnya. Matanya fokus pada benda kecil hitam di tangannya.
Jempol Yoshiki terlihat sedang menggser layar lebar ponsel itu.
Tak sadar kembali senyum tipis terukir samar di wajah dingin Yoshiki.
" ... ." Hana hanya terdiam menatap senyum tipis Yoshiki.
Sebenarnya ada apa? Suaminya itu semakin sering bermain dengan ponselnya sekarang. Apalagi sepertinya Yoshiki sering tersenyum sendiri menatap ponsel. Ada apa? Sebenarnya ada apa?
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar