Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 145]

Chap 145

"Uhhh... Mhhh"
Hana terus mengerang saat milik Yoshiki menusuk-nusuk dinding rahimnya.
Tubuh Yoshiki terus menggenjot tubuh Hana yang ada di bawahnya. Di tatapnya wajah blushing wanita di bawahnya itu.
"Mhhh.... Lebih cep--pat..." Hana terus mendesah di tengah kenikmatannya.
Yoshiki menambah tempo kecepatannya.
"kyaaa... Agh... Ahhh!! Ahh!!" Hana terus mendesah.
Tubuh keduanya sudah sepenuhnya di penuhi peluh. Seakan tidak peduli terhadap hawa panas yang sedari tadi menguasai kamar, mereka tetap melanjutkan kegiatan mereka.
"Nnhh.... A-aku.... M-ma-ma...." ucap Hana terbata-bata di tengah desahannya.
"Panggil namaku My Lady..." guman Yoshiki. Sementara tubuhnya masih terus bergerak naik turun.
"Uh... Ahh ahhh.... Y-Yo-Yoshiki-k-kun...."
"Sekali lagi" perintah Yoshiki datar.
"Anghhhh!! Y-Yoshiki-kun!! I-I want to cum!! Uhh!!" teriak Hana.
Yoshiki tersenyum tipis. Di tekannya miliknya dalam-dalam di dalam rahim Hana dan memuntahkan sperm-nya di sana.
"Unghhh.... Nghhh" begitu pula Hana yang mencapai orgasm-nya.
Hana terdiam menatap onix kelam di hadapannya. Jemari pria itu masih sibuk memainkan rambut pendek hitamnya.
Bibir pria itu masih tertekuk ke bawah. Membentuk senyuman tipis.
"Yoshiki-kun...." Hana berguman. "Aku mencintaimu..."
Tekukan pada bibir pria itu semakin tecetak jelas. Menggambarkan betapa gembiranya pria itu sekarang.
Di dekatkannya wajahnya pada wajah Hana. Dan dikecupnya bibir mungil Hana.
"Hn...." gumannya.

"My Lord? Ada apa memanggil saya? Apakah anda merindukan saya?" sebuah suara yang manis memenuhi ruang meeting terkecil di mansion Yoshiki.
"Hn" di ujung meja yang di susun berletter-U duduk seorang berwajah dingin dengan kedua tangannya yang dilipat dan digunakan sebagai bantalan dagunya tengah berguman dengan datar kepada wanita berambut coklat tua di hadapannya yang baru saja memasuki ruangan.
"Kali ini kau ku ampuni. Tapi tidak untuk lain waktu" ucapan dingin to the point dari Yoshiki sontak membuat mata coklat wanita itu terbelalak.
"Apa maksud anda My Lord?"
"Hn. Kau tahu apa maksudku. Kembalilah aku memaafkanmu kali ini"
"....." Hazel melangkahkan kakinya keluar pintu meeting. "ck!"

"Sekolah libur 4 hari loh karena masalah klub misteri" suara Shiro terdengar nyaring dari speaker hp Hana.
"Eh benarkah? Aku baru tahu"
"Astaga. Dari mana saja sih kau?" sahut asal suara dengan bosan.
"Hehehe.... Maaf deh Shiro"
"Libur 4 hari kedepan Hana mau kemana?"
"Uhm.... Entahlah"
"Mau ikut ke villa?"
"BOLEH!" Seketika Hana kembali bersemangat.
"Kau mau? Baguslah!"sahut Shiro tak kalah semangat.
"Eh? Memang kenapa?"
"Yui tidak bisa ikut karena harus menemani neneknya di Kyoto untuk perawatan"
"Oh begitu... Jadi hanya aku dan kamu?"
"Tomoaki-senpai ikut!!!"
"Eh.... Oh ya" Hana sweatdrop.
"Kau mengajak Kuroto-kun kan?"
"Yoshiki? Ehm entahlah... Aku tidak janji..."
"Ajak saja! Pasti seru!"
"Menurutmu begitu Shiro-chan?"
"Tentu saja!!"
Seperti biasa, Hana selalu kebingungan tiap menjelajahi lorong di mansion Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.