Chap 149
"Hei waffle-mu belum habis loh!" Tomuro mengejar Hana dari belakang.
Wanita berambut pendek itu seolah menulikan telinganya. Ia berjalan menunduk menuju toilet wanita sementara Tomuro terus mengejarnya.
"Mau ikut masuk toilet wanita?" ujar Hana setelah berhenti tepat di depan pintu toilet wanita.
"Err--ya... Mengintip boleh kan..." jawab Tomuro iseng.
"Tomuro-kun...."
"Hm?"
"Akhir-akhir ini Yoshiki-kun sangat dekat dengan Hazel..." guman Hana.
"Memang Hazel adalah wakil Yoshiki untuk proyek ini..."
"Dan Yoshiki-kun sangat jarang dekat denganku..." Hana masih mengguman.
"Dia memang workaholic. Gila kerja"
"Sou ka..."
Pagi ini Hana berniat mengunjungi ruang kerja Yoshiki. Untuk sekedar menyapa dan berbicara sejenak mungkin. Ia benar-benar ingin bertemu suaminya.
"nnn... Ngh... Hm..." Hana bersenandung ria dan munglai mengetuk pintu besar ruangan Yoshiki.
KLEK
Salah satu daun pintu besar itu terbuka. Memperlihatkan seorang wanita cantik berambut ekstra panjang berwarna coklat tengah memakai baju maid.
"Hazel-san?" oke, Hana cukup kaget untuk kali ini.
Tak memperdulikan sikap Hana, Hazel segera berbalik badan ke arah Yoshiki yg duduk di mejanya.
Tangan kananya membawa sebuah teko porselen dan tangan kirinya membawa tatakan. Dan dituangkannya cairan dalam teko tersebut dengan anggun di cangkir porselen di meja kerja Yoshiki yg lumayan berantakan.
"Hn" Yoshiki mengangkat kepalanya menatap Hana.
"My Lady?" ia menaikkan satu alis.
"O-Ohayou Yoshiki-kun. Bagaimana harimu?" ujar Hana tergagap-gagap.
"Hn. Seperti yang kau lihat" Yoshiki kembali melanjutkan kegiatannya.
"U-uhm..." Hana agak kebingungan setelah itu. Ia telah kehabisan menu pembicaraan.
Tangan kiri Yoshiki terlihat meraih gagang cingkir di sebelahnya dan mulai meminum cairan di dalamnya dengan perlahan.
"Bagaimana My Lord? Anda suka?" tanya Hazel dengan senyuman terbaiknya.
"Hn. Suka" jawab Yoshiki datar.
"....." Hana hanya terdiam melihat adegan di depannya. Akhirnya ia melangkahkan kaki mundur dan berniat keluar ruangan Yoshiki.
"Hn. Nanti jika tidak sibuk akan kutemani kau" ucapan Yoshiki membuat Hana terdiam di ambang pintu.
"Jika..." guman Hana sambil pergi meninggalkan ruangan.
Hana terus melangkah tak peduli kemana. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana perlakuan istimewa Hazel kepada Yoshiki. Dan bagaimana Yoshiki menyukai minuman buatan Hazel di cangkirnya.
Bagaimana Yoshiki terlihat nyaman dengan makan bersama Hazel di restoran kemarin.
Sungguh serasi.
"ugh..." Hana berguman tipis.
"Kau bisa jatuh jika berjalan dengan melamun" sebuah suara familiar membuat Hana mencari sang sal suara.
"Tomuro-kun?"
"YO!!"
"Dari mana kau?" Hana mengamati kaos putih Tomuro yang agak keringatan.
"Melatih"
"Oh melatih. Tomuro-kun mau menemaniku lagi malam ini?" Hana menatap Tomuro dengan penuh harap.
"Ya boleh"
"Tomuro-kun kau berpengalaman dalam bidang pelayanan?"
"He? Kenapa bertanya itu?"
"Sudah jawab saja"
"Hhhh... Kau ini. Ya lumayan sih berpengalaman"
"Bisa ajari aku?"
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar