Chap 135
Akhirnya Yoshiki mengalah. Ia menjauhkan tubuhnya dari Hana.
"Hn. Tomuro" kini mata tajam Yoshiki menatap lekat sosok berambut merah di depannya lewat kaca spion.
Tomuro yang merasa di tatap hanya tersenyum.
"Tentu saja sukses. Kau meledakan mereka sekaligus! Tidak ada yang tersisa sedikitpun. Aku juga sudah menghapus jejak My Lady agar tidak dicurigai"
Yoshiki menatap datar. Seolah semua usaha Tomuro hanyalah sekedar menulis alphabeth.
"Tunggu! Apa maksud kalian!?" Hana tiba-tiba menyela.
"Wah aku sampai melupakan anda juga disini My Lady. Gomen. Gomen. Akan saya jelaskan. Ummm.... Semua anggota Mystery Camp tewas dalam sebuah ledakan" jawab Tomuro sambil terkekeh.
"Hah? Kenapa!?"
Yoshiki terus melirik Hana. Dirinya khawatir juga apabila tiba-tiba Hana shock mengetahui kabar itu.
"He.... Mereka mati?" namun Hana malah tersenyum aneh.
"Hn?" Yoshiki menatap Hana.
"Baguslah" Hana tersenyum menatap keluar jendela.
"Hn. Istirahatlah. Aku ada urusan dengan makhluk dunia bawah" Yoshiki menatap Hana lekat.
Hana sudah terbaring di ranjang kamar Yoshiki dengan berbalut-balut pakaian hangat. Entah apa yang terjadi. Hati Hana kembali luluh melihat kesungguhan Yoshiki.
Hana tersenyum. Ia menggangguk. Ditariknya selimut putih hingga menutupi bagian tubuhnya sampai leher.
"Hn" Yoshiki mengecup puncak kepala Hana lalu mengelusnya.
"Aku akan kembali saat kau bangun. Aku berjanji" Yoshiki menatap Hana serius.
Hana kembali tersenyum.
"Yoshiki-kun..." ucap Hana.
"Hn?"
"Terima kasih sudah menolongku"
"Hn. Itu tugas suami untuk melindungi istrinya"
Wajah Hana refleks memerah. Seakan semua darah di tubuhnya berkumpul di pipinya.
"A-aku mengantuk! Oyasuminasai!" ujar Hana kikuk lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
Bibir Yoshiki tertekuk ke bawah.
"My Lord" Tomuro muncul dari balik pintu kamar Yoshiki.
"Hn" Yoshiki mengelus rambut Hana yang masih belum tertutup selimut.
"Oyasuminasai My Lady"
"Wah wah, sepertinya hubungan kalian sudah membaik" ujar Tomuro yang berjalan di belakang Yoshiki.
"Hn" sahut Yoshiki. "Aku akan melindunginya."
SRAK... SRAK...
Suara kelebatan-kelebatan ekstra cepat dari para pasukan Yoshiki terdengar mengahncurkan suasana sunyi malam hutan.
"Exorcist!" pasukan itu berhenti setelah terlihat pasukan lain yang mengenakan jas biru gelap.
"Kami tahu dia di sana. Berikan anak itu" ujar seorang pria berambut orange menyala.
"Lalu?" jawab Tomuro setengah meledek.
"Serahkan dia kepada kami!"
"Jika kami tidak mau?"
"Tidak ada cara lain..."
"Heh..." Tomuro menyerinagi.
Dan terdengarlah suara ledakan-ledakan dan dentingan besi.
" ... ." seorang perempuan berambut coklat panjang tengah berjalan melewati beberapa koridor.
Bibirnya sedikit tertarik. Menimbulkan senyuman di wajah cantiknya.
"Aku sudah berusaha tadi. My Lord pasti menyukaiku." tiba-tiba wanita itu berhenti berjalan saat melewati sebuah pintu berdaun dua yang sangat besar.
"Akan kubereskan kamarnya" ujarnya tersenyum. Ia membuka salah satu daun pintu besar itu.
KRIEEET...
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar