Chap 131
Satu-satunya pos yang menyediakan quiz--pos lainnya menyediakan mini games. Satu-satunya pos yang hanya dijaga oleh satu orang.
Untung saja, Hana hanya perlu membawa buku catatannya dan bendera pos. Jika disuruh membawa benda-benda lain lagi, sudah dipastikan Hana sudah membuangnya ke sungai deras yang ada di belakang posnya. Sungai itu kira-kira berjarak 20 meter dari permukaan tanah yang kini Hana berpijak. Sungai itu mengalir dari puncak bukit sampai hilir sungai terdekat di sekitar desa kecil dekat sana.
Hana melirik sebentar jam tangannya.
"masih lama..." Hana berguman. Ia ingat betul rute-rute yang akan dilewati para peserta yang rata-rata siswa kelas 1. Posnya baru akan dilewati oleh kelompok 'DNA' pada giliran ke 3. Dan menurut perkiraan Hana itu akan membutuhkan waktu 20 menit untuk menuju posnya.
Ia telah selesai menata rapi posnya. Bosan ia rasakan. Di tatapnya aliran sungai di bawahnya dengan berjongkok. Entah kenapa melihat pantulan sinar matahari di air sangat menyenangkan.
"zzzz.... Pos 10 ke pos zzz 8... Zzz" terdengar suara gemerisik dari walky-talky di sabuk Hana. Segera di carinya gelombang yang pas lalu berbicara.
"Ya pos 10 disini"
"zzz.... Survival sudah selesai. Segera bersiap-siap"
"Oke!"
Hana yang hendak mengangkat bendera pos digagalkan oleh suara gemerisik lagi walky-talky-nya.
"Ya... Pos 8 disini"
"Ini Kikuri zzzz. Makoto-senpai menyuruhku zzzz menjemputmu. Tunggu"
"Hah? Baiklah..." jadilah Hana termenung kembali. Matahari belum sepenuhnya terbenam. Tapi sudah cukup menguras energi Hana yang berteriak-teriak menjelaskan quiz sedari tadi.
"Jadi begini, kau bantu aku menyebarkan ini di hutan. Kalau bisa yang mudah terlihat"
"Itu kan cacing Kikuri-chan!"
"Siapapun tau ini cacing bodoh!" Kikuri menunjukan buntalan plastik tembus pandang yang berisi sesuatu yang berwarna merah dan menggeliat.
"Lalu?" gadis berambut putih di samping Kikuri meminta penjelasan lebih.
"Hana takut cacing. Setelah kita menyebarnya di hutan kita memanggilnya lalu ia yang melihat banyak cacing pasti akan berteriak histeris dan berlari ke belakang lalu.. Byuur. Hana jatuh di sungai yang ada dibawahnya" ujar Kikuri dengan seringainya.
"berarti kita melakukan kejahatan!"
"Uh! Kau bodoh ya? Sudah jelas lah! Tapi setelah kita memastikan Hana memasuki hutan, kita langsung lari agar tidak ketahuan. Oke?"
"Oke!"
Hana menatap bosan tanah di bawahnya yang sudah berlubang karena ia tusuk-tusuk oleh batu tajam dan runcing yang ia temukan.
"zzzzt..." Akhirnya walky-talky-nya kembali berbunyi
"Kikuri?"
"Hana aku tersesat! Bisa kau mencariku? Aku sudah mendengar suara sungai... Berarti setidaknya aku ada di dekatmu sekarang"
"oke tunggu" Hana segera berjalan memasuki hutan kembali. Saat itu ia mendengar suara gemerisik seperti orang berlari. Di angkatnya kepalanya untuk melihat, barangkali itu adalah Kikuri.
DEG. Saphire Hana membulat sempurna melihat hewan berwarna kemerahan menggeliat di batang pohon.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar