Chap 144
Setelah melemparkan celana training dan cd Hana ke lantai. Yoshiki kembali menyeringai menatap tubuh Hana.
Nafas dari wanitanya itu sudah semakin memberat. Tatapannya yang sayu semakin memberikan gairah khusus padanya. Leher dan oppai yang penuh dengan bekas memerah kiss-marknya. Dan vagina Hana yang nampak becek. Milik Yoshiki dibawah seakan merespon hormon sang pemilik.
Yoshiki menunduk di antara paha Hana. Di lebarkannya paha Hana. Membuat milik Hana sedikit ikut terbuka.
Oh betapa ia haus dan merindukan permainannya terhdapa milik istrinya ini.
"lckkk... Clk... Umhlck..." disapunya milik Hana yang berkedut itu seakan menginginkan untuk di sentuh.
"Kyaaaa.... Yoshiki-kun.. Anghhh..." Hana mengeram keenakan saat miliknya di mainkan seperti itu.
Dengan lidah yang sudah ahli disentil-sentilnya bagian clitoris Hana. Kemudian di hisapnya juga.
Hana sampai memejamkan mata menikmati setiap pergerakan lidah Yoshiki.
"nghhh.... Yo-Yos-shi-kki-kun... Ahhg... M-mau..." Hana merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dengan hebat dari dirinya.
Yoshiki yang mendengar itu segera menjauhkan lidahnya. Menyudahi permainan lidahnya.
"Eh!?" Hana langsug menatap tajam Yoshiki. Ia tak terima. Ia ingin segera orgasme dengan lidah Yoshiki.
CLUP
Di masukkannya kedua jarinya di dalam lubang milik Hana.
"anghhh" Hana kembali menggelinjang kenikmatan.
"Ah... I-I'm... C-cum.... Ahhhhhh!!!" Hana berteriak hebat lalu di susul cairan bening yang menyemprot keluar dari miliknya hingga membasahi jari Yoshiki.
Yoshiki menyeringai menatap jarinya yang dibasahi oleh cairan Hana.
Yoshiki dengn kedua jarinya mendekati wajah Hana.
"ummm..." dijilatinya jarinya yang dibasahi oleh cairan Hana tepat di wajah Hana.
Hana yang melihat itu kembali terangsang. Tangannya bergerak ke bawah mencari resleting celana Yoshiki. Namun tak di dapatinya. Ia malah mendapati sesuatu yang besar sedang tegang di bawah sana.
Saphirenya melirik, sadarlah ia bahwa Yoshiki sudah telanjang bulat entah sejak kapan.
"Hn.... Kau menginginkannya?" tanya Yoshiki dengan seringainya.
"Uhmmm... Masukan Yoshiki-kun... A-aku m-mohon" Hana kembali menatap Yoshiki dengan tatapan sayu dan memohon. Kakinya suda ia lebarkan sedari tadi.
"Hn...." Yoshiki mengarahkan miliknya tepat di depan milik Hana. Di gesek-gesekannya miliknya di depan mulut kemaluan Hana. Membuat Hana semakin menggila karenanya.
"Ngaaahh.... Kumohon Yoshiki-kun... J-jangan m-membuatku tersiksa... M-masukkan...." Hana kembali memohon kepada Yoshiki.
"As you wish... My Lady" Yoshiki menyeringai dan pinggulnya ia gerakan untuk memasukan miliknya ke dalam milik Hana.
"enghhh" Hana menggerang saat merasakan miliknya mulai di tusuk oleh benda tumpul yang tegang dengan ukuran yang cukup besar.
JLEB. Satu hentakan tepat menanamkan milik Yoshiki semakin dalam memasuki milik Hana.
"akkkkk" Hana melengking panjang saat milik Yoshiki terasa menusuk bagian rahimnya.
Mulailah Yoshiki menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar