Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 159]

Chap 159

Yoshiki kembali mengantongi ponselnya setelah puas membaca email konyol yang baru saja di terimanya yang berbunyi, "Konnichiwa Ki-kun. Hari ini aku akan berenang sepuasku setelah sampai di pantai. Huuft aku tak sabar bermain air laut.
Oh ya ngomong-ngomong bikiniku agak kesempitan. Aku jadi merasa sesak di bagian dada. Sepertinya aku harus membeli bikini baru.
[kiss]"

"Ada apa denganmu Hana? Murung sekali" ujar Maki. Manik birunya hijaunya menatap Hana dengan kedua alis terangkat keatas.
"Hmmm" Hana hanya berguman.
"Hohoho! Mungkin sedang PMS!" Shiro angkat bicara.
"hmm" Hana tak terlalu merespon candaan Shiro. Ia hanya menunduk menatap ice cream float di depannya.
"Hei... Jangan bilang ini karena ujian Taksonomi" Maki masih menatap Hana.
"Hmm" Hana masih berguman.
"Ahh! Mou! Shiro tidak mengerti!!" Shiro menjambaki rambutnya sendiri. Dasar hyperactive.
"Kuroto-kun kan?"
Hana langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar Yui menyembut kata kunci kegalauannya itu.
"Oke. Aku anggap tebakanku benar" Yui menatap Hana dengan jari telunjuknya mengacung yakin di depan mata Hana.
"Hhh... Kau benar" Hana menghela nafas berat. Tubuhnya kembali lemas.
"Ada apa lagi sih dengan si Es Kering itu! Jika dia terus membuatmu seperti ini akan kusuruh Tomoaki-senpai menyuntikkan sianida padanya! Huh!" Shiro berkoar aneh.
"....." Hana berfikir sejenak. Menimbang-nimbang banyak hal dalam pikirannya. " ... . Yoshiki-kun... Akhir-akhir ini sering tersenyum aneh menatap ponselnya" ujar Hana akhirnya.
"Haaah!? Lalu kenapa!?" Maki yang masih polos hanya bisa merespon seperti itu.
"aku mengerti. Kau takut pacarmu itu selingkuh kan?" Yui menatap Hana yakin.
Hana mengangguk perlahan.
"Haaah!? Kan bisa saja Kuroto-kun cuman main game!" Maki masih bersikeras.
"Maki-chan diam! Ada lalat di sampingmu!" Shiro menggebrak meja ringan.
"Kau kenapa sih Shiro!?" Maki tak mau kalah.
"Maki tidak punya pacar!" teriak Shiro tidak nyambung. Dan jadilah pertengkaran anjing dan kucing.
"Bagaimana ini Yui-chan?" Hana menatap Yui ragu.
"Cek saja ponselnya jika kau ragu"
"Ta-tapi... A-aku tidak pernah mengotak-atik apalagi men-stalker ponsel Yoshiki-kun"
"Hhh... Kau itu. Aku saja sering membawa ponsel Ida-kun"
"Jadi aku harus meminjam ponsel Yoshiki-kun untuk kuselidiki?"
"Begitulah. Jika dia memang mencintaimu maka pasti dipinjamkan"
"Tapi bagaimana jika semua buktinya dihapus!?"
"coba saja dulu!"
"Ih... Iya sih. Tapi rasanya agak janggal aku meminjam ponsel Yoshiki-kun.... Aneh..." Hana membayangkan dia meminjam ponsel Yoshiki. Ia segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan itu setalah menyadari seberapa konyol dirinya.
Yui hanya tidak tau situasi dan seperti apa hubungannya dengan Yoshiki yang tidak hanya sebatas pacar. Tapi mereka berdua suami-istri.
Bayangkan saja, di sebuah manor yang indah. Hana berbicara dengan polos. "Yoshiki-kun, boleh kupinjam ponselmu?"
Lalu sang suami yang notabene dingin akan menjawab, "Hn. Untuk?"
dan disitulah moment awkward terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.