Chap 167
"Hn," Yoshiki kembali mengantongi ponselnya. Seolah menganggap email yang baru saja dibacanya hanya promote dari media sosial. Tidak penting.
Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Seluruh siswa nampak mulai mengerumuni kantin untuk mendapat makan siang.
Sementara "Hana dan kawan-kawan" tengah berkumpul di bawah pohon rindang di dekat gedung GYM. Agak jauh meang dari gedung kelas utama.
Hari ini sesuai jadwal mereka, mereka akan makan bentou bersama tanpa membeli di kantin.
"Hei... Kau kenapa Hana-kun!?" Shiro ribut melihat Hana yang sedari tadi pundung di dekat pohon.
"Iya kenapa sih!?" Maki ikut penasaran.
Sementara Yui masih dengan wajah tak berdosanya menyantap sosis dari bentounya.
"Aku tidak membawa seragam basket... Dan juga bentou... Uang saku-ku juga habis..." ah seandainya Hana bisa melanjutkan ucapannya, ia akan mengucapkan kata "Yoshiki-kun...." dengan sesenggukan. Tapi harga dirinya tak mengizinkan itu. Ia tak mau teman-temannya tau jika hubungannya dengan Yoshiki sedang kacau.
"Nee... Bagaimana ini??" Hana mulai menggila dan mencakari dahan pohon.
"Uwwaaa!! Tenangkan dirimu Hana-chan! Yui-chan bagaimana ini!?" Shiro menatap Yui kebingungan.
Namun Yui hanya menatap Shiro bosan.
"Setidaknya bantu kami dong!" Maki memprotes Yui sambil sweatdrop.
"Hhh..." Yui menghela nafas malas, tapi tangannya bergerak di dalam tas kecil yang ada di sampingnya--mencari-cari sesuatu.
"Ini" Yui menyodorkan tas kecil yang sama persis dengan yang diberikan Kuroto Yoshiki tadi pagi.
Semua refleks menoleh ke arah Yui.
"Ini berisi seragam basketmu dan bentoumu hari ini"
"Eh? Kok bisa?" Hana menerima kotak yang disodorkan Yui dengan bingung.
"Orang yang kau tuduh selingkuh tadi pagi datang sambil memberikan itu padaku"
" ... ? Selingkuh?" Shiro dan Maki menatap Hana kebingungan seketika.
"Ehh!?! Yoshiki-kun ke rumahmu!?" Hana maju mendekati wajah Yui dengan memasang wajah kagetnya.
"Ya" jawab Yui singkat. Gadis lavender iu kembali melanjutkan makannya yang tertunda.
" ... ." Hana terdiam di tempatnya.
Di benaknya, tergambar pria berambut raven itu datang pagi-pagi sekali dan menitipkan barang-barangnya kepada Yui. Ternyata pria itu memang selalu memperhatikannya selalu...
Tak sadar sudut bibir Hana sedikit tertarik keatas, membentuk senyum tipis.
"Nee... Sebenarnya apa yang terjadi antara Hana-chan dan Kuroto-kun?" Shiro menarik-narik lengan Yui.
Yui tak menggubris pertanyaan Shiro dan tetap fokus pada makanannya.
"Rayumi!" Hana menangkap operan bola dari teman setimnya yang bernomor punggung 3 dengan nama Torika Nidotsushi.
Dikocaknya tim musuh yang berusaha mengambil bola basket di tangannya.
"hup" setelah dirasa pas dengan jarak antara dirinya dan ring basket. Dilompatkannya tubuhny setinggi mungkin.
Buku-buku tangannya mendorong dan mengarahkan bola basket yang sekarang sudah melayang itu ke arah ring.
Mata saphire Hana fokus pada titik lubang ring basket.
DUK.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar