Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 157]

Chap 157

"Jika kau mengandung anakku nanti tak akan kubiarkan kau hyperactive seperti ini" guman Yoshiki.
DEG.
Refleks Hana berhenti berjalan. Wajahnya memerah seketika.
Yoshiki ikut berhenti dibelakang Hana. "Hn. Ada masalah?"
'U-uh...' wajah Hana menjadi berasap.
Dalam pikiran Hana, terdapat gambaran kecil dimana dirinya... Mengandung... Dengan perut yang besar... Dan Yoshiki... Di sampingnya dengan wajah bahagia....
"waaawawa!!!" Hana langsung berteriak heboh untuk menghapus hayalannya barusan.
Tiba-tiba saja Yoshiki sudah berada di depan Hana. Tangannya ia gunakan untuk mengangkat dagu Hana supaya wajah Hana bertatapan langsung dengannya.
"Hn. Kau bersedia?"
"E-etto... Ah! A-anno!!" Hana nampak kesusahan menjawab. Wajahnya pun masih memerah.
"Hn...." Yoshiki terdiam menatap Hana. Mencoba memahami pikiran Hana.
"Kau.... Tak mau?"
"Eh! Bukan! Bukan!! A-aku ha-hanya masih berumur--"
"Hanya ketika kau merasa telah siap" potong Yoshiki.
Hana mendongkak menatap wajah Yoshiki. "Hanya setelah kau bersedia dan siap mengandung anakku" tatap Yoshiki tajam.
"Kau bersedia kan? My Lady?"
"te-tentu a-aku bersedia. Aku tak mau wanita lain yang harus mengandung anakmu" jawab Hana sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Bibir Yoshiki sedikit tertarik keatas. Di tariknya dagu Hana, lalu dikecupnya bibir mungil Hana.
"Arigato... My Lady..."

Dan hari itu mereka habiskan berdua di taman bermain. Jerit Hana di rumah hantu, dan tawa Hana setelah menonton atraksi konyol masih terngiang jelas di memory Yoshiki.
Kini wanitanya itu sudah tertidur lelap dengan kepalanya yang tersandar di bahunya.
Bersama dengan tenggelamnya matahari di kala senja. Keempat roda benda yang menbawanya pulang ke manor housenya terus melaju tanpa hambatan.

"Tomuro?" Kuroto Yoshiki, dengan ponsel canggihnya mendatangi sang sahabat yang baru saja keluar dari laboratorium organik.
Mata onixnya masih tak lepas dari ponselnya.
"Ada apa?" Tomuro yang merasa terganggu penelitiannya di hentikan di tengah jalan menjawab bosan panggilan Yoshiki.
"hn. Kita percepat prosesnya" ujar Yoshiki mantap.
"Apa!? Aku baru saja memulai!" protes Tomuro.
"Hn. Kalau begitu lebih percepat lagi"
"Kenapa kau sangat terburu-buru sekali sih!?"
"Hn" Yoshiki menunjukkan sebuah email di ponselnya.

From: elfsaan@mailstream.jp
Subyek: Introduction
Content:
Yoroshiku Kuroto-sama.

Perkenalkan. Namaku... Err-- rahasia yah... Baiklah panggil aku S-Elf hoho
Pasti kau sudah tau siapa aku kan? Demon-san?
Aku urutan ke-11 dari Exorcist.
Ah akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat ingin bertemu denganmu Kuroto-sama. Mencumbu tubuhmu... And then... Suck your dick... Ups! It isn't correct.
Aduh kenapa aku ngelantur sih. Pokoknya inti dari email ini adalah... Aku akan segera membunuhmu. Atas nama Exorcist. Camkan itu Kuroto-sama

salam cinta, S-elf
oh ya! Aku akan terus mengirimimu email setiap hari!

--end--

Tomuro terdiam membaca email itu.
"bagaimana dia mendapatkan alamat emailmu!?"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.