Chap 156
"Eh!?? WAAAA!!" Refleks Hana memundurkan tubuhnya sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Hn" kembali Yoshiki tersenyum tipis. Entah kenapa sebagian kecil dari dirinya menyukai moment-moment dirinya bersama Hana yang saat ini bertingkah konyol.
"kyaaaa" terdengar sayup-sayup suara teriakan masal yang kemudian disusul suatu suara benda yang melintas di atas sebuah rel besi.
Hana refleks menolehkan kepalanya mencari asal suara.
"waaa!! Roller-coaster! Yoshiki-kun! Bisakah kita naik itu!??" Hana langsung melompat kegirangan di depan Yoshiki seperti anak kecil.
Pria yang mengenakan kemeja biru motif kotak-kotak dengan seluruh kancingnya yang dilepas sehingga memperlihatkan kaos putih di dalamnya itu menatap datar kerangka rel roller-coaster yang membumbung tinggi.
"Hn" Yoshiki menyeringai tipis tanpa disadari Hana. "Kau yakin?"
"Yakin!" Hana mengangguk mantap.
"Hn. As you wish My Lady" Yoshiki berjalan menyetujui permintaan Hana.
Sebuah sabuk pengaman berwarna merah baru saja terpasang rapat di tubuh Hana. Di sampingnya, Kuroto Yoshiki tengah menatap bosan ke depan.
"waah aku sudah tidak sabar" ujar Hana sambil sedikit menjerit.
Tak lama kemudian benda hitam yang dinaiki Hana dan beberapa orang itu perlahan bergerak ke depan.
"huuuft" Hana menenangkan jantungnya.
Roller-coaster perlahan berjalan dengan terus melambat karena sepertinya mulai naik.
Jantung Hana berdetak perlahan--seolah bersiap untuk memompa dengan kuat setelah ini.
Roller-coaster perlahan mulai turun... Turun... Turun... Dan kecepatan mulai naik.
"WAAAAAAAAAA!!!" teriak Hana saat tubuhnya ikut terseret turun roller-coaster itu.
Sementara Yoshiki? Jangan tanya. Dia masih tetap menatap bosan lurus ke depan.
"hhhh....hhhh... Aku mau mati...." ujar Hana setelah mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya.
"Hn...." Yoshiki hanya mengguman.
"Yosh. Selanjutnya itu!" Hana menunjuk sebuah wahana.
Wahana itu berbentuk pencakar langit walau tidak tinggi sekali. Dan di sekitarnya ada kursi-kursi yang di kait tali.
Tali itu akan membawamu ke atas. Lalu di putar-putarkannya kau di atas sana. Sampai putaran sembilan puluh derajat tegak lurus. Dimana kepalamu akan menghadap kebawah dan tubuhmu diputar-putar.
"istirahatlah sebentar" nasehat Yoshiki.
"tidak mau!" Hana membantah.
"hnn..." Yoshiki kembali mengguman lalu menuju wahana yang di maksud.
"p-pusing...." Mata Hana berkunang-kunang. Kepalanya ia sandarkan pada bangku.
"Hn. Sudah kubilang istirahatlah" omel Yoshiki.
"Ha-habis" PUK. Yoshiki menyenderkan kepala Hana ke pundaknya.
"Eh!" Hana langsung kembali menegakkan kepalanya. "A-aku takut m-muntah..."
"Hn. Muntah saja"
"Maksudku aku takut memuntahimu!"
"Hn.... Tarik nafasmu dan buang secara teratur"
Hana langsung melaksanakan nasehat Yoshiki. Tak beberapa lama kepala Hana terasa normal lagi.
"yatta! Sudah tidak pusing!" Hana kembali bergairah.
"Yosh! Selanjutnya itu!" lagi-lagi Hana menunjuk sebuah wahana yang terlihat ekstream.
"hn..." Yoshiki kembali mengguman.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar