Chap 133
Menangkap tubuh Hana yang melayang dengan keadaan kepala di bawah. Siap menghantam air dan bebatuan di sungai.
BYUUUR
Keduanya jatuh ke sungai bersamaan. Menimbulkan gelembung dan ombak.
Hana yang panik karena pelukan Yoshiki, semakin panik saat berada di dalam air.
Yoshiki yang kesulitan segera memukul tengkuk Hana dengan kuat. Membuat Hana pingsan.
Seketika permukaan air kembali tenang.
Tanpa banyak bicara, Yoshiki segera membopong tubuh Hana di dalam air. Kakinya bergerak sesuai dengan arah arus air. Setidaknya ia harus berenang sampai 220 meter lagi jika ingin bertemu dengan hilir sungai yang tidak bertebing.
Berenang dengan menggendong seseorang memang tidaklah mudah. Apalagi Yoshiki yang biasa menggunakan kekuatannya, kini harus berusaha menggunakan kaki dan tangannya sendiri.
Seandainya bukan karena perasaan tertentu, sungguh raja iblis ini tidak mungkin mau bersusah-susah seperti ini.
Nafas tenang Hana berhembus semakin mendinginkan telinga kiri Yoshiki yang terkena air.
Kaki-kaki terlatihnya masih sibuk mengayuh di dalam air.
"My Lord gawat!" terdengar suara Tomuro dalam pikirannya. Rupanya Tomuro menggunakan kekuatan telepati-nya. Untuk menghindari pembajakan musuh jika menggunakan transmisi mungkin. Tapi bagaimana pun itu tindakan tepat! Karena transmisi kecil di telinga Yoshiki sudah rusak saat si pemilik melindungi kepala istrinya dari benturan bebatuan di bawah--sehingga kepala Yoshiki dulu yang masuk.
"Hn" respon Yoshiki.
"Para pasukan dunia bawah mulai menyerang perkemahan. Dan Exorcist tentu saja segera mengetahui pergerakan mereka yang dalam jumlah besar"
Seketika mata Yoshiki berkilat merah mengingat wajah siswi-siswi yang telah berusaha membuat Hana celaka.
"Dimana kau Tomuro?" tanya Yoshiki dengan suara berat.
"Aku menyusulmu di hilir sungai yang akan kau gunakan untuk naik ke daratan. Kebetulan ada jalan kecil yang biasa digunakan para pemancing"
"Hn. Berangkatkan Hazel dan Dotsu. Bunuh mereka sekaligus"
"Hah? Lalu bagaimana dengan para peserta camp yang lain?"
"Bunuh mereka juga" jawab Yoshiki penuh amarah. Namun wajahnya tetap datar dan dingin.
"Kau.... Bagaimana kalau dia bersedih karena kematian teman-temannya!?"
"Bunuh mereka. Mereka para jalang itu berusaha mencelakai milikku"
"U-uh baiklah"
Dan percakapan telepati diakhiri.
'pantas saja sedari tadi aku merasakan banyak jiwa bukan manusia berkeliaran. Dan.... Sepertinya kau sudah kembali Taichi Sabaku" Yoshiki menyeringai. Mengingat sosok pria anggota Exorcist yang dulu sempat ia beri ampun setelah mematahkan kedua kakinya.
Tak berselang lama terdengar bunyi ledakan menggema. BLAAR.
Saking hebatnya ledakan itu sampai menimbulkan sedikit bercak cahaya kekuningan di langit yang terhalang tebing. Tebing-tebing juga sedikit bergetar karenannya.
"Hn" Yoshiki kembali menyeringai.
Tiba-tiba Yoshiki merasakan sebuah sentuhan pada bagian pundak hingga lehernya. Ternyata itu Hana yang tengah berpegangan dengan cara memeluk Yoshiki dari belakang. "nghh" Hana berguman.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar