Chap 146
Jika bukan karena permintaan sahabatnya sudah dipastikan ia akan lebih memilih berdiam diri di kamarnya yang hangat dan memainkan VN terbarunya.
Sambil mengingat-ingat jalan yang dilaluinya dulu untuk menuju ruang kerja Yoshiki, kakinya terus melangkah.
"umm... Ini kalau tidak salah berbelok--" DUK
Bersamaan berbeloknya tubuh Hana, dari arah yang berlawanan Hazel muncul dan menabrak tubuh Hana.
"Eh? Hazel-san?"
Mata coklat Hazel hanya menatap sinis Hana sebentar lalu berbalik menatap serius kertas di tangannya lagi dan terus berjalan.
"Apa sih? Jalan yang benar dong!" rutuk Hana menatap punggung Hazel.
"Huh!" dan di tengah gerutuannya itu ia terus melangkah mencari ruang kerja Yoshiki.
"e-etto..." akhirnya sampailah Hana di depan sebuah pintu berdaun dua yang tidak terlalu besar. Untung saja, berkat seorang maid yang lewat, Hana bisa diantar di depan ruangan Yoshiki setelah tersasar.
TOK. TOK. TOK. Diketuklah pintu besar di depannya itu.
"Hn. Masuk" terdengar suara dingin dari balik pintu besar itu. Ah, siapapun pasti bisa langsung mengenali suara siapa gerangan.
KLEK. Tentu saja setelah diizinkan masuk oleh sang penghuni ruangan, Hana pun masuk.
Mata saphire Hana langsung menatap pria yang sedang duduk di meja kerjanya sibuk menatap kertas-kertas yang diberi klip.
Sepertinya kalu salah waktu Hana Kuroto. Suamimu sepertinya sangat-sangat-sangat sibuk.
"e-eh...." guman Hana dengan suara kecil. Kikuk dengan tingkahnya sendiri setelah melihat betapa sibuknya orang yang dicarinya.
"Hn" mata onix pria itu beralih ke arah Hana yang kikuk di ambang pintu yg tertutup.
"My Lady? Ada apa? Kemarilah" Yoshiki segera meletakan kertas di tangannya.
Dengan sedikit ragu, Hana mendekat ke arah depan meja suaminya.
"Sekolah libur 4 hari--"
"Aku tahu" potong Yoshiki dengan dingin.
Untung saja Hana sudah sepenuhnya terbiasa dengan sikap dingin Yoshiki.
"Shiro mengajak kita ke villa. Kau mau ikut?"
"....." Yoshiki menatap Hana sebentar. "Hn, sepertinya tidak bisa"
"Sou ka... Baiklah" Hana segera berbalik arah dan keluar dari ruangan Yoshiki.
Sementara Yoshiki sendiri sudah kembali menekuni kegiatannya tadi.
"Gomen Shiro-chan. Aku sepertinya tidak bisa datang"
"Eh.... Kenapa?" terdengar nada kecewa dari speaker mini ponsel Hana.
"Sepertinya Yoshiki-kun sibuk"
"Kalau begitu datang saja tanpanya! Disini banyak dokter muda yang belum memiliki pasangan loh!" ujar Shiro dengan konyolnya.
"Tentu saja Yoshiki-kun takkan mengizinkanku!!" Hana sweatdrop.
"Yah... Membosankan" guman Shiro.
"Maaf ya Shiro-chan"
"Tidak masalah. Oke jaa"
"jaa" dan telepon di tutup.
Keesokan harinya, Hana hanya bisa menatap bosan layar laptopnya. Di regangkan tubuhnya yang sudah kaku karena terduduk lama di sebuah meja marmer di areataman belakang mansion.
"Huh... Bosan...." setelah menutup laptop birunya, Hana menyandarkan dagunya pada lipatan tangannya.
"Yoshiki-kun sedang apa ya kira-kira sekarang... Sepertinya ia cukup sibuk... Kemarin pun... Dia tak kembali ke kamar" guman Hana.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar