Chap 136
Segeralah mata coklatnya membulat total.
Di atas ranjang tuan yang selalu ia puja-puja, terdapat seorang perempuan yang sangat ia benci tengah tertidur pulas.
Rasa dendam dalam dirinya seakan kembali berkobar. Tangannya menggenggam udara dengan keras.
Ia membenci. Sangat membenci orang yang telah merenggut kebahagiannya. Seharusnya ia lah pendamping yang pantas untuk sang raja!
Tiba-tiba bibir berkilau dari wanita berambut panjang itu tersenyum. "Ide yang bagus"
Tangan kanannya entah sejak kapan sudah membawa sebuah suntikan berisi cairan bening, dan tangan kirinya membawa sebuah botol berisi cairan yang sedikit liquid namun berwarna keputihan.
Kaki jenjangnya melagkah perlahan memasuki kamar Yoshiki dan semakin mendekati Hana.
Raut wajah wanita cantik itu hilang. Tergantikan oleh wajah kebencian yang teramat sangat.
"It's over My Lady" gumannya.
Segera disuntikan cairan bening dari suntikannya ke tangan Hana yang sedikit terbuka.
Dengan kecepatan tinggi, cairan--yang merupakan obat tidur--bening itu mengalir di seluruh pembuluh darah Hana.
Tubuh Hana sedikit tersentak. Namun setelah itu Hana kembali terlelap. Lelap dan semakin lelap. Menuju alam mimpinya.
Mata coklat roti wanita itu berbinar menatap tubuh Hana yang terlihat damai dalam tidurnya.
Ia sempat terkekeh pelan, namun menahannya supaya tidak ada orang lain yang mendengarnya lalu menggagalkan rencana emasnya.
Kini Hana sudah sepenuhnya dikuasai oleh obat tidur.
Rambut coklat Hazel terlihat bergerak-gerak saat si pemilik mencoba melepas tiap helai pakaian yang di kenakan Hana.
Sampai akhirnya tubuh Hana benar-benar telanjang tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Seringai terbayang di wajah manis Hazel. Di ambilnya botol berisi luquid keputihan tadi. Dan mulai di tuangkan perlahan-lahan di tubuh telanjang Hana yang terlentang. Sedikit kaki Hana direntangkan. Cairan liquid yang tinggal sedikit itu di tuangkan di sekitar paha Hana.
Jelas sudah apa yang direncanakan Hazel kali ini.
ZRASH...
Tiba-tiba sebuah pedang panjang bercahaya menembus tubuh Yoshiki.
"!!?" pria emo itu segera menghadap kebelakang untuk melihat siapa penyerangnya.
Terlihat seorang pria berambut orange di kejahuan.
"Taichi... Sabaku!" teriak Yoshiki geram.
"Apa yang terjadi denganmu Kuroto-san! Bahkan kau tidak bisa menghindari tusukan pedangku!"
Yoshiki terdiam. Benar. Kenapa ia tak bisa menghindari serangan selemah itu?
Memang benar tadi pikirannya sempat teralihkan ke pada Hana tadi. Jujur saja pria berambut shagy itu sedang membayangkan bagaimana wanitanya nanti memeluk dan menantinya saat ia pulang tadi. Sungguh rasa bahagia yang berlipat ganda.
"Kau sudah kuampuni. Tapi kau malah mendatangi kematianmu sekarang" guman Yoshiki.
SLASH.
Sebuah aura kematian menguar dari tubuh Yoshiki. Tatapan datarnya seolah menusuk-nusuk bagian tertentu dari organ Taichi. Untung saja pemimpin perlawanan kali ini itu sudah sedikit pahan akan Yoshiki karena pertarungannya dulu.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar