Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 137]

Chap 137

Sedikit darah merembes keluar dari luka tusukan pedang Taichi. Dicabutnya pedang seberat 3kg itu dari tubuhnya. Namun, luka menganga lebar akibat tusukan pedang Taichi yang harusnya terlihat di perut hingga dada Yoshiki sudah tidak nampak.
"Hn. It's Over" Yoshiki menyeringai. Aura hitam telah sepenuhnya mengelilinginya. Semua pasukannya--termasuk Tomuro--langsung berhenti bergerak merasakan hebatnya sihir dan aura tuannya.
"Taichou! Kekuatan sihir Kuroto Yoshiki meningkat sampai 42%!" teriak salah satu anggota Taichi.
"Hn, cukup main-mainnya. Dia pasti sudah menungguku sekarang" Yoshiki mendongkakkan wajahnya.
Seketika, SLASH! Sebuah vektor tak kasat mata dalam waktu seper detik di rasakan oleh banyak pasukan Exorcist.
"Eh?" batin mereka kebingungan.
"serangan apa itu?" tanya mereka.
Tapi setelah itu mata mereka membelalak kaget melihat banyak darah merembes keluar secara melingkar dari mulai bagian pinggul mereka masing-masing.
"a-arghhh!!" mereka berteriak. Tubuh mereka terbelah dua dan mereka mati.
Taichi yang kebetulan berada di udara tidak terkena dampak vektor mematikan Yoshiki. Wajahnya merah padam atas kemarahan. Pasukannya kini hanya tinggal 12% dalam waktu kurang dari sedetik saja.
"Kuroto... Yoshiki!!!" teriak Taichi marah. Serangan pedangnya sudah mulai kacau tak berpola. Akhirnya Yoshiki hanya perlu menghindari serangan-serangan konyol Taichi.

"Unghhh...." Hana mengerjap-ngerjapkan matanya. Kepalanya terasa sangat pusing. Perempuan bermata saphire itu perlahan bangkit dari tidurnya, dan ganti bersandar pada suatu bantal.
"Hmmm" guman Hana. Ia menarik nafas dalam-dalam. Mencoba merilekskan tubuhnya yang terasa kaku. Apalagi kepalanya. Seperti ia baru saja diberi obat tidur.
Saphire itu tiba-tiba terbelalak saat selimut yang tadi menutupinya kini telah menghilang. Tergantikan oleh tubuh telanjangnya dan beberaa cairan lengket dimana-mana di tubuhnya.
Hana mencoba menyentuh cairan lengket yang ditebarkan ditubuhnya.
"Ini... S-sperma...?" tanya Hana nanar.
Sperma ini? Tubuhnya kenapa bisa telanjang? Apakah ada yang memperkosanya? Benar. Pasti ada yang memperkosanya. Tapi siapa!!? Ini adalah kamar Yoshiki. Siapa lagi yang bisa memasuki kamar sang raja kalau bukan sang raja sendiri.
"Yoshiki? Ha... Hahahaha! Dia memperkosaku lagi?" racau Hana gila.
"SIALAN!!" Hana berteriak sejadinya. Air mata mulai menetes keluar dari pelupuk matanya.
"sudah kuduga... Tidak ada cinta... Aku hanya alat pemuas dan pemasok kekuatan..." guman Hana hambar. "...ki-kun..."
Tiba-tiba Saphirenya menangkap bayangan sesuatu yang mengkilap diujung meja ranjang.
Itu sebilah pisau. Kenapa benda itu disana? Entahlah. Hana tak memperdulikan hal itu, ia berjalan gontai ke arah pisau itu lalu mengambilnya.

"Memang apa yang kau tahu soal perasaan manusia!? Kau hanya iblis sialan yang hanya melukai kami para manusia!" Taichi terus menerus menyerang Yoshiki dengan serangan awut-awutan. Pikirannya kosong. Temannya telah terbunuh semua dalam sekejap.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.