Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 141]

Chap 141

"DIA ADA BERSAMAKU MELAWAN PARA EXORCIST! TIDAK MUNGKIN BERADA DI TEMPAT YANG SAMA. MEMANG ITU MUNGKIN, TAPI PADAMU SEMUA ITU TIDAK ADA ARTINYA. LANGSUNG LENYAP."
"La-lalu s-siapa y-yang... Ini SPERMA kan!?" Hana memperlihatkan bercak cairan putih kental di rangangnya--dan Yoshiki--yang masih tersisa.
Tomuro segera menyentuh cairan putih itu.
"Benar. Ini sperma. Tapi... Kau bisa melakukan tes untuk membuktikan apakah itu sperma Yoshiki atau bukan"
"Dia pasti bisa memanipulasinya!"
"kalau begitu kita ambil sperma Yoshiki sekarang. Dia sedang tak sadarkan diri, kita bisa mengambil spermanya secara diam-diam. Dan dia tak melakukan apapun. Kita lakukan secara jujur."
Hana setelah menatap wajah serius Tomuro semakin kehilangan kata-kata. Hana hanya bisa menunduk setelahnya. Kepalanya kembali dirundung pertanyaan-pertanyaan yang berjubel.
"Kau tahu... Hana..." Hana kembali mendongkakkan kepalanya untuk menatap Tomuro yang menggumankan namanya.
"Setelah membunuh Taichi si ketua, Yoshiki segera melarikan diri dan... Ini dia..." KLIK. Tomuro menyalakan mini recorder yang selalu dibawahnya.
"'Hn, kau selesaikan sisanya Tomuro' ... . 'Sudah mau kembali?' ... 'Hn, dia sudah menungguku' ... . 'Wah... Jadi hubungan kalian sudah membaik?' ... 'Hn'" dan Tomuro menekan tombol berlogo kotak merah untuk mem-pause rekamannya lalu kembali mengantongi mini recordernya.
"Dia ingin segera menemuimu. Walaupun di medan perang pun dia selalu memikirkanmu. Aku bisa membayangkan..." Tomuro mendongkakkan kepalanya, "Dia bergegas pulang ke mari. Hanya untuk melihatmu. Dan ternyata setelah sampai dia malah ditikam hingga tak sadarkan diri oleh orang yang selalu dipikirkannya..."
Badan Hana seolah lemas mendengar penuturan Tomuro.
"Jadi... Selama ini Yoshiki menahan kekuatanku dengan sihir di bibirnya... Kenapa!? Bukannya Yoshiki hanya menganggapku sebagai budaknya!? Dia mencium dan melakukan hubungan badan denganku hanya untuk mendapatkan kekuatan kan!? Lalu kenapa... Kenapa... Dia malah menahannya!?" teriak Hana kacau.
"Karena dia mencintaimu. Dia menahan kekuatanmu seolah dia tidak membutuhkannya. Dan yang dibutuhkannya hanya kau saja. Bukan kekuatan dalam tubuhmu" jawab Tomuro.
"Eh?" air mata kembali membasahi pipi tan Hana.
Sekelebat bayangan dimana Yoshiki mati-matian menolongnya di tebing kemarin kembali muncul. Bagaimana Yoshiki memeluknya. Bagaimana Yoshiki mencium keningnya dengan penuh rasa sayang.
"Hiks... hueeeeee!!!" tangis Hana semakin pecah. Air mata membanjiri wajahnya seketika.
"Bagaimana ini Tomuro-kun? Aku sudah bersalah padanya! Bersalah sekali hiks!! Lebih baik aku mati saja!!"
Tangan Tomuro menepuk pundak Hana.
"Ayo kita temui dia"

Di sebuah ruangan putih dan berbau khas obat-obatan dan alkohol terbaring diatas sebuah ranjang yang berwarna putih seseorang dengan rambut biru dongkernya. Tubuhnya diselimuti oleh kain biru muda hingga lehernya. Menyembunyikan peralatan medis yang tertempel di sekitar dadanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.