Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 165]

Chap 165

Sementara otak Yoshiki masih memproses apa yang baru saja terjadi.
Hana menangis?
Kenapa?
"ck!" sambil berdecak ia langsung mengambil tindakan untuk mengejar Hana.

Langkah kaki ekstra lebar Yoshiki telah di langkahkannya dimana-mana. Seingatnya ia telah empat kali mengitari kompleks ini.
Peluh mulai membanjiri wajahnya, di bawah matahari tenggelam pria itu masih tak mau menyerah mencari istrinya yang sudah setengah jam lalu melarikan diri dikarenakan salah paham. Ya, ini pasti salah paham.
"Ck! Kusso! Kemana dia!?" Yoshiki terus menerus menggerutu kepada dirinya sendiri kepada kebodohannya, dan kepada kelemahan dirinya.
"sial! Andai aku bisa melacak keberadaannya!" ia terus memaki dirinya sendiri di tengah kebingungannya.
Ponsel ditangan kanannya sepertinya sudah cukup bosan memencet tombol yang sama, yaitu... Untuk menghubungi ponsel Hana.
Mustahil Hana si maniak IT dan ponsel itu tak membawa ponselnya serta.
Hana tak pernah mematikan ponselnya, kecuali jika ia memang sedang merombak bagian dalam ponselnya. Jadi dipastikan, ia sedang membuat ponselnya dalam mode "silent".
"SIAL!" Yoshiki kembali merutuk.
Di sandarkannya tubuh atletisnya pada dinding-dinding rumah yang memanjang.
Matahari sudah hampir menghilang. Udara semakin dingin saja.
Akhirnya diputuskannya untuk mengirimkan email kepada Hana. Ini satu-satunya jalan yang mungkin bisa bekerja. Atau paling tidak, pesannya kepada Hana bisa tersampaikan.

To: Mine
Content:
Udara semakin dingin. Kau harus menginap di rumah Yui atau Shiro. Karena jika kau kembali ke rumahmu itu cukup jauh.
Jaga dirimu baik-baik.
Yours.

SEND>>>

"Ya-ya, sebentar" Umei Yui membuka kenop pintu depan rumahnya.
Menurut firasat Yui, sepertinya apa yang ada di balik pintunya akan membawa sebuah masalah mengingat irama dan ritme ketukan pintu yang memaksa.
Tapi siapa peduli. Ia hanya ingin malamnya kembali tenang.
CKLEK.
Mata lavender Yui membelalak kaget melihat sahabatnya berdiri di ambang pintu rumahnya dengan penampilan yang berantakan. Wajahnya yang kotor karena debu dan air mata, dan seragamnya yang terlihat berantakan berkesan seperti Hana baru saja terterjang angin topan.
"Ada apa denganmu?" tanya Yui kaget. "Ayo masuk"
Hana menunjukkan ponselnya yang menampilkan isi email dari Yoshiki lalu berjalan memasuki rumah Yui.
Yui langsung mengambil ponsel Hana guna melihat isi email Yoshiki lebih jelas.

"Ini masalah Saan Liam. Aku benar?" tebak Yui sambil merapikan futon-nya.
Hana mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Tangan-tangannya juga tak kalah sibuk dengan Yui yang merapikan futon.
"Lalu?"
"Sepertinya memang Saan Liam adalah selingkuhan Yoshiki" Hana berujar miris.
"Darimana kau tahu?" Yui mulai menduduki futonnya yang sudah rapi.
Hana mulai menceritakan semua 'pengalaman pahitnya' sambil berbaring di atas futon. Ngomong-ngomong, sudah cukup lama ia tak tidur di atas futon.
"Hmmm... Begitu, lalu atas saran Kuroto-kun kau kemari?"
Hana mengangguk.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.