Chap 151
"Kita istirahat di taman belakang saja ya Yoshiki-kun" ajak Hazel.
"Hn"
Hazel tersenyum menanggapi. Betapa bahagianya dirinya kali ini. Bisa sangat dekat dengan pria yang disukainya.
Yoshiki langsung menduduki salah satu dudukan marmer di salah satu kubah di taman belakang.
Hazel tetap setia mengikuti Yoshiki dengan senyumannya.
Langit cerah membuat pemandangan rerumputan semakin indah.
"Hn, Hazel bawakan aku jus apel" perintah Yoshiki datar.
"Yes My Lord" Hazel menanggapinya dengan senyuman lalu segera melaksanakan permintaan Yoshiki.
"Masih kaku" Tomuro menatap Hana sweadrop.
"Aghhh!! Moo! Aku tidak tahan!" Hana frsustasi.
"Coba lagi!"
Awalnya Hana menatap Tomuro dengan menggembungkan pipinya. Tapi setelah itu ia mendadak tersenyum dan berujar, "Konnichiwa kousujin-sama" dengan sangat-sangat manis.
" ... . Uh...." wajah Tomuro mendadak sedikit memerah menatap kelakuan Hana barusan.
'Di... Dia... S-sungguh... M-manis...' guman Tomuro sambil menjaga imagenya.
"begitu?" Hana menatap Tomuro bosan. Dan hampir menggembungkan pipinya lagi.
"B-bagus..." Tomuro agak tergagap. "Sekarang tuangkan chinesse-tea-nya"
"Dozo... My Lord..." ujar Hazel sambil tersenyum sementara tangannya menyodorkan segelas jus apel.
"Hn..." Yoshiki menanggapi datar. Diarahkannya sedotan putih di jus ke arah mulutnya.
Sambil perlahan-lahan menghisap dan menikmati rasa asam dari jus jeruk, mata onix Yoshiki menatap sebuah bayangan dari kejahuan.
Alis pria tampan itu agak menggerut. Untuk mempertajam penglihatannya mungkin.
Dilihatnya, seseorang mengenakan seragam maid. Dan seorang pria yang sepertinya Tomuro--terlihat dari rambut merah mencolok yang hanya dimiliki Tomuro seorang--tengan dilayani oleh sang maid.
Onix Yoshiki kembali mengamati si maid karena ia belum mendapat wajah si maid karena selalu terhalang tiang-tiang kubah.
Sampai akhirnya si maid menjahui tiang kubah dan memperlihatkan wajah aslinya.
Berambut hitam pendek. Tengah tersenyum menatap Tomuro...
BRAK!
Yoshiki langsung bangkit dari tempatnya.
Giginya bergemelatuk emosi. Sementara kakinya berjalan dengan mantap ke arah kubah si maid.
"eh?" Hazel kebingungan menatap tingkah Yoshiki.
"Dozo... Kousujin-sama" Hana menyodorkan sepiring manisan ke arah Tomuro.
"A-a... Lebih kawaii lagi" ujar Tomuro tegas.
"uuuh!" Hana menggerutu.
"D-dozo... Kousujin-sama" Hana--dengan tersenyum tulus hingga membuatnya terlihat manis--kembali menyodorkan manisan di atas piring ke arah Tomuro.
"Hn. Apa yang kalian lakukan?" sebuah suara dingin melantun terdengar.
Hana refleks berbalik dan melihat Yoshiki dengan tatapannya yang dingin menatap ke arahnya dan Tomuro.
"Hn..." Yoshiki berjalan mendekat dengan segala kewibawaan dan keangkuhannya.
"Aku tidak ingat pernah memberimu izin untuk mendekati milikku. Bahkan sampai kalian bermain master-maid seperti ini" Yoshiki menatap Tomuro datar. Tapi siapapun pasti tau yang sebenarnya setalah mengamati dengan seksama kilatan emosi yang terpancar di onix Yoshiki.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar