Rabu, 10 Desember 2014

Yami no Ai [Chapter 152]

Chap 152

" ... ." Tomuro tak menjawab.
"Eh... Yoshiki-kun. Anno... Aku aku hanya minta Tomuro-kun mengajariku bagaimana menjadi maid yang baik" Hana mencoba memberikan penjelasan.
Onix Yoshiki melirik ke arah Hana. "Hn. Untuk apa? Kau istriku" ujar pria itu masih dengan keangkuhannya.
"A-a...." Hana kebingungan akan jawabannya. "Uh karena aku ingin" Oke, Hana tak berhasil mencari alasan yang cocok.
"Hn" guman Yoshiki.
"Kemari Tomuro" Yoshiki melangkah menjauh.
" ... ." Tomuro menatap lekat punggung Yoshiki sebentar. Lalu memutuskan untuk mengikutinya.
"Hn. Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi"
" ... ." Tomuro terdiam sejenak. Muncul bayangan-bayangan saat Hana menuju toilet dikarenakan melihat Yoshiki dan Hazel. Dan bagaimana wajah muram Hana saat mengatakan "aku tak bisa melayani Yoshiki-kun seperti Hazel..." teringat jelas di kepala Tomuro.
"Egois seperti biasa" ledek Tomuro.
"Hn. Apa maksudmu?" ujar Yoshiki masih dengan kesabarannya.
"Menurutmu? Kau tahu My Lord. Sepertinya aku juga menginginkan milikmu" ujar Tomuro dengan nada angkuhnya pula.
Oke. Amarah Yoshiki sudah di ambang batas.
BRUAK!
GRSAK... GRASAK...
Suara hantaman yang sangat keras lalu diiringi suara gemerisik rerumputan menggema di seluruh taman belakang manor.
"ghh..." Tomuro berusaha bangkit dengan memegangi bekas lebam di pipi kanannya.
"TOMURO-KUN!!" Hana refleks langsung mendatang Tomuro yang berusaha bangkit.
" ... ." Yoshiki menatap datar Hana yang tengah menolong Tomuro.
"Ck!" decaknya lalu pergi.
"D-daijobu ka Tomuro-kun?" ujar Hana khawatir.
"Hah? Ini? Ah sudah biasa" jawab Tomuro dengan agak cekikikan.
"Ta-tapi sakit sekali ya?" Hana masih tidak sanggup membayangkat sakitnya dihantam begitu oleh bogem Yoshiki.
"Sudah kubilang tak apa. Kita besok latihan lagi ya disini. Sekita pukul 6 malam. Oke?"
"Apa sih! Kau sedang terluka Tomuro-kun! Itu salahku! Dan kenapa kau malah--"
"Ini sih kusembuhkan sendiri juga bisa" potong Tomuro. "Pokoknya besok jangan telat!"

keadaan di dalam mobil, kelas, atau di manapun tak jauh beda. Hana dan Yoshiki sama-sama saling mendiamkan. Yoshiki nampak biasa saja. Dan ia malah terlihat sangat sibuk dengan ponsel canggihnya.
Sampai akhirnya keduanya terpisah. Hana harus pasrah setelah ditarik oleh Shiro untuk mengantarkan buku pelajaran Bahasa yang ditinggalkan oleh sang sensei kiler menuju ruang guru.
Kelas Shiro ada di 2-4 dan Hana di 2-1. Jadi Shiro duluan yang memasuki kelas.
Hana berjalan sendirian melewati 3 kelas yang juga hampir sepi.
Awalnya Hana hanya menatap kebawah. Entah apa yang dicarinya.
Ketika mata saphirnya menatap sebuah sepatu coklat berjalan ke arahanya. Hana segera mendongkak.
"Hentikan latihanmu itu" Yoshiki Kuroto. Berbicara dengan nada peruh perintah seperti biasa.
"Eh? Yoshiki-kun? T-tapi aku benar-benar ingin menjadi maid yang baik"
" ... ." Yoshiki menatap Hana sebentar. "Kalau begitu aku yang akan melatihmu"
"TI-TIDAK!! Biar Tomuro-kun saja yang mengajariku. Aku tidak mau Yoshiki-kun yang mengajariku"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.