Chap 163
Besok dengan alasan survey tempat, ia bisa bertemu dan memastikan sosok sebenarnya Saan Liam.
Tapi untuk sekarang ia harus tidur dan mengistirahatkan tubuhnya....
"Kau mau mensurvey tempai Akaido kami untuk keperluan klub Misteri?" Harase Goku. Siswa kelas 3-3 menatap Hana degan perawakannya yang kuat sebagaimana seorang Akaido.
"Eh i-iya senpai. Aku sudah izin kepada Natsu-senpai kok. Tapi sepertinya..."
"Natsu cedera punggung ringan. Dia tidak masuk hari ini"
"Heee!? Benarkah? Lalu bagaimana..."
"Ya baiklah aku yang akan memandumu. Tapi di dalam mungkin akan berisik. Kita sedang latihan"
"Ah tak masalah!" Hana menjawab dengan bersemangat.
Mereka pun memasuki ruangan klub Akaido.
Langsung mereka disambut oleh teriakan-teriakan para anggota yang sedang menyaksikan sebuah pertandingan.
"1 point untuk Saan"
Hana menengadah kaget. Secepat inikah ia akan menemukan targetnya?
Segeralah dicarinya ruang kosong diantara penonton yang bersorak. Untuk melihat sosok Saan Liam dari depan.
Mata Hana membulat. Melihat betapa sempurnanya sosok perempuan berkulit coklat yang tengah mengenakan seragam Akaido putih tengah menguatkan kuda-kudanya.
Itu Saan Liam si murid baru.
"Hoi Rayumi-san? Bukannya kita akan survey tempat!?" Harase Goku yang menyentuh pundaknya membuat Hana kembali tersadar dari lamunannya yang terpesona kepada Saan Liam.
"Eh!? Ya, mari kita lanjutkan" Hana menjawab kikuk.
Tunggu dulu, seingatnya, secantik apapun wanita yang ditemuinya, ia tak pernah sampai terpesona seperti itu. Hana seorang straight asli. Bukan seorang Yuri.
'Ada sesuatu yang aneh dari Saan Liam...' guman Hana.
"Ini sekalian pamflet untukmu" siswa berambut hitam cepak dari kelas 3-3 itu menyodorkan pamflet klub Akaido.
"Terima kasih. Apa disini ada denah ruang?" Hana menerima pamflet yang diberikan oleh Harase.
"Ada. Cek saja"
"Oke. Terima kasih ya!"
"Rayumi-senpaiiiii!!" belum sempat Hana melangkahkan kakinya meninggalkan klub Akaido. Sampai namanya di panggil oleh suara khas perempuan cempreng.
"Matte yo Hana-senpai!!" suara itu semakin mendekat. Mendorong niat Hana untuk melihat kebelakang.
Matanya membulat lebar. Saat melihat Saan Liam tengah melangkah lebar menyongsongnya dengan senyumannya.
"Eh?" Hana refleks membeku di tempatnya.
"Rayumi-senpai! Apa Rayumi-senpai pacar Yoshiki-kun?" Saan Liam dengan wajah polosnya bertanya di depan Hana.
'Apa? Apa maksud pertanyaan gadis ini?' batin Hana.
'Kenapa dia bertanya seperti itu?'
'Apa tujuannya berkata sok polos begitu di depanku?'
Hana terdiam di tempatnya.
"Neee?? Rayumi-senpai aku bicara padamu. Kau pacar Ki-kun?"
emosi Hana memuncak saat mendengar adik kelasnya itu memanggil nama suaminya dengan akrab.
"Ya aku pacarnya. Kenapa!!!?" Hana sedikit membentak.
"Etto... Bisa sampaikan kepadanya jangan terlalu workaholic? Aku agak khawatir pada kesehatannya"
'Apa-apaan gadis ini? Apa maksud dan tujuannya? Bukannya ia sudah tahu kalau aku pacarnya?'
"Kau... Apa hubunganmu dengan Yoshiki-kun?" ucap Hana tajam.
Rabu, 10 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar