Jumat, 02 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 170]

Chap 170 Gadis berambut coklat yang mengenakan bando tangan bertuliskan "S-11" itu terus melesat. Berusaha meraih tubuh Yoshiki dengan cakar-cakar tajamnya yang pada bagian pegangannya memiliki sebuah logo cross. Yoshiki dengan mudah menghindari serangan-serangan yang dilancarkan oleh Saan Liam. Ia menatap datar setiap serangan Saan. Ia bosan. Tapi tak apalah, ia sudah hampir mati kebosanan karena selalu melawan lawan yang berperingkat lemah. Awalnya ia nampak tertarik dengan peringkat "11" musuhnya kali ini. Tapi rasanya tetap biasa-biasa saja. "Hn, hanya begitu?" Akhirnya Yoshiki memutuskan berhentik. Kedua tangannya masih tertanam di dalam saku celanannya. Wajahnya mengekspresikan suatu kebosanan. "Masih belum, itu tadi hanya pemanasan. Lagi pula kau belum membalas seranganku lho Ki-kun. Apa kau takut terbawa rangsangan tubuhku lalu tiba-tiba memperkosaku di depan istrimu?" wanita Gipsi itu menatap Yoshiki dengan wajahnya yang terlihat seperti mengejek. "Hn, kau membosankan" ucapan dingin Yoshiki refleks membuat perempat siku di dahi Saan. "APA KAU BILANG!?" Saan Liam terbawa emosi dengan konyolnya. "SIAL!" Saan Liam mulai menyerang dengan membabi buta. Yoshiki semakin mudah menghindari serangan konyol Saan. Namun kali ini serangan Saan Liam agak bervariasi. Cakaran-cakaran yang ditimbulkannya sedikit-demi sedikit membuat Yoshiki merasakan kembali nikmatnya pertarungan. "Hn" Yoshiki berhenti sebentar lalu mengeluarkan pedang Kusanagi miliknya. Lalu ia melesat ke arah Saan Liam yang langsung menyambutnya dengan tahanan pedangnya dengan menggunakan cakar-cakar di tangan Saan. "...." sementara Hana hanya terdiam menatap pertarungan yang diluar akal yang sedang dilihatnya. Bagaimana Yoshiki melesat dan menyerang Saan. Bagaimana Saan Liam berusaha merobek walau sejengkal tubuh Yoshiki. "Hn, nikmati kematianmu" guman Yoshiki. Lalu dihunuskannya pedangnya bertepatan saat Saan Liam tak melindungi bagian vitalnya--yaitu perut. Sehingga pedang itu tertancap masuk kedalam perutnya, merobek dan menembus segala organ Saan yang dilalui oleh pedang bermata tajam itu. "ugh.." Saan membeku di tempatnya. Mulutnya memuntahkan darah segar. Dirinya tak menyangka bisa seceroboh ini. "Hn" Yoshiki hanya menatap datar seongok tubuh sekarat di depannya. Tangannya terus menekan pedang kebanggaannya itu hingga membuat bunyi 'CRAT' tipis menandakan pedangnya telah berhasil menusuk tubuh Saan Liam dari depan ke belakang. Sebuah bekas menghitam tercetak di bawah mata Saan. Bibirnya memucat. Darah segar tak henti-hentinya keluar baik dari depan maupun dari belakang di bagian luka yang dibuat Yoshiki. 'CRAT' Dicabutnya pedang Kusanagi miliknya dengan kasar. Tubuh gadis Gipsi itu langsung limbung dan rebahlah tubuhnya di tanah dengan kasar. Darah masih saja merembes keluar. "saa.. Aku kalah ya" gumannya sambil menatap permukaan tanah yang kini menjadi ranjangnya. "Hn" Yoshiki menatap datar lagi tubuh sekarat di bawahnya dengan angkuh. Saan berusaha mendongkak menatap Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.