Chap 173
"Hn, Kuroto Yoshiki" ucap Yoshiki menunjukan tiket miliknya kepada penjaga.
"woaaa?!! VIP class?" guman si penjaga pintu kaget.
Hana ikut memberikan tiketnya. "Kuroto Hana" ucap Hana bersemangat.
"Anda berdua... Adik-kakak?" ucap salah satu pria yang gendut berkacamata.
Seketika Yoshiki menatap si ptugas dengan dingin.
"Eh-eh" untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan Hana segera melerai keduanya. "Tak apa Yoshiki-kun... Sudahlah jangan dipikirkan...." Hana segera menarik tangan Yoshiki menaiki kereta.
"Hn..." Yoshiki hanya berguman.
Andai saja Hana tak bertindak cepat tadi, mungkin petugas gemuk berkacamata itu sudah menjadi babi panggang sekarang. Tapi mau bagaimana pun tidak ada yang menyalahkan ucapan petugas yang baru melihat sekilas Hana dan Yoshiki. Lihat saja penampilan Hana sekarang, ia mengenakan kaos hitam yang ditutupi oleh kemeja putih berlengan panjang bersama celana jeans hitamnya. Ditambah rambut ekstra pendeknya, sungguh Hana terlihat sangat seperti pria. Apalagi lihat rambut Hana yang sangat hitam dan hampir sewarna dengan rambut raven Yoshiki. Hanya iris mereka sajalah yang berbeda.
Tapi ada satu hal yang Hana syukuri dari tadi. Untung saja petugas tadi hanya berujar demikian, bagaimana jika ia malah berujar, "kalian... Yaoi?" ah mungkin Hana yang akan menghantam pria gendut itu sampai hidungnya patah jika memang ia berujar begitu tadi.
"Ini tempat duduk anda. Silahkan" petugas satunya yang dari tadi mengikuti Hana dan Yoshiki sambil membawakan tas kecil Hana menunjuk dan mempersilahkan keduanya pada sebuah bangku khas kereta uap yang sudah dimodifikasi.
Yoshiki langsung duduk di ujung bangku hingga membuat dirinya menempel pada cendela kereta uap itu. Hana segera menyusul duduk di depan hadapan Yoshiki.
"...." Yoshiki terdiam seketika setelah sempat mengawasi sekitar.
"Woaaa!! Ruangannya kereeeen!!" Hana bersorak lucu sambil tangannya ia gerak-gerakkan menggambarkan kebahagiaannya. Memang gerbong VIP ini di desain khusus bagi para bangsawan yang biasanya mendapat undangan khusus.
"Nee... Terima kasih Yoshiki-kun! Terima kasih!!" Hana berjingkrak di depan Yoshiki.
"Hn," Yoshiki hanya berguman. Andai Hana tahu siapa yang mengrimkan dua tiket kereta misteri itu...
'Dia disini... R-vierundzwanzing....' pikir Yoshiki.
Dari salah satu gerbong kereta, di salah satu bangku penumpang, seorang pria berambut coklat berkacamata menyandarkan kepalanya pada tangannya yang ia sandarkan pada cendela tengan tersenyum. "Game... Start... My Lord" gumannya.
"!?" Yoshiki tiba-tiba membuka matanya yang tadi ia pejamkan.
"My Lady!?" Yoshiki langsung bangun dari tempat duduknya. Dilihatnya bangku di depannya sudah kosong. Wanitanya itu sudah raib dari pandangannya.
Segeralah Yoshiki berlari menuju pintu menuju keluar gerbong untuk menemukan wanitanya itu.
SRAK
Dibukanya pintu gerbong VIP dengan kasar.
"Jam 1 siang ya?" terlihat Hana sedang bertanya kepada seorang wanita berambut ikal.
"Ya, jam 1. Wah kau baru ya?" ujar wanita itu.
Selasa, 06 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar