Chap 180
Begitu sampai di gerbong 4, Yoshiki langsung di sambut banyak gerutuan dari para penumpang.
Kepalanya ia tolehkan ke kanan dan ke kiri mencari sosok istrinya.
"My Lady!?" gumannya kebingungan. Ia berlari menuju pintu ke penghubung gerbong 5.
BRAK. Dibukanya pintu itu dengan kasar. Dan ia langsung di sambut oleh seorang siswa berumur sekitar 15 tahun dengan rambut coklatnya.
"R-vierundzwanzing!!" ujar Yoshiki geram.
"Akhirnya anda sampai disini juga" ucap pemuda itu sambil memakai bando lengannya yang bertuliskan "R-24".
"kembalikan milikku...." guman Yoshiki. Ekspresinya tak tentu saat ini. Kedua matanya sukses tertutup rambutnya karena ia menundukan kepalanya.
"Milikmu? Hanya karena kau sudah sembarangan menikahi dan menyetubuhinya kau menyebutnya "milikku""?
"..." Yoshiki terdiam di tempatnya. Ia sedikit tercekat mendengar ucapan musuhnya ini.
Bayangan wajah Hana menari di benaknya.
Benar... Dia yang telah seenaknya merenggut kehidupan normal wanitanya itu.
"lalu kenapa?" ujar Yoshiki tertahan. "lalu kenapa jika memang begitu?"
"Tak sadarkah kau? Kau sudah mengurungnya ke dalam sangkarmu yang sempit dan mengerikan itu"
"..." Yoshiki kembali terdiam untuk beberapa saat. Perlahan-lahan giginya menggerat.
TRANG
Dengan hitungan seperjuta detik, yang terlihat adalah adu dua benda logam mengkilat.
Yoshiki dengan pedang kusanagi-nya. Dan si Exorcist dengan sebuah pisau kecil.
"Heh... Kau bahkan tak bisa menahan emosimu. Ada apa denganmu tuan Iblis? Tak biasanya emosimu kacau" ejek sang Exorcist.
"Hentikan omong kosong ini dan kembalikan milikku kau Exorcist sialan!!" teriak Yoshiki.
"Tidak bisa. Aku sudah mengikatnya pada alat pencincangku" Sang Exorcist masih menahan pedang Yoshiki dengan pisau bermata kecil di tangannya. Peluh mulai membasahi tubuhnya. Harus ia akui kekuatan pria yang kali ini menjadi lawannya sangatlah luar biasa.
"APA!?" geram Yoshiki.
"Aku menyebutnya begitu sih. Dia ku taruh di tengah-tengah, dan di sekelilingnya terdapat besi-besi runcing yang sudah ku atur timer selama 10 menit--ah sekarang mungkin sudah 7 menit--untuk mencincang tubuhnya"
"!?" Yoshiki segera melepaskan panggutan pedangnya dan hendak bersiap-siap berpindah tempat dengan cepat. Namun kakinya seperti di tahan sesuatu.
"Sebelum aku mengizinkanmu pergi kau takkan bisa kabur dari sini" ucap si Exorcist.
"Aku tahu kau bisa dengan mudah melepaskan diri dari sini dengan kekuatan Iblis sejatimu. Tapi aku berharap kau mau menjawab pertanyaan mudahku. Sebuah pertanyaan yang menurutku penuh misteri yang harus kau selesaikan. Anggap saja sebagai kemenanganmu melawanku setelah kau berhasil menjawab pertanyaanku"
Yoshiki menaikkan satu alisnya.
"Bagaimana perasaanmu kepada Rayumi Hana?"
Yoshiki untuk kesekian kalinya terdiam mendengar pertanyaan lawannya.
"Aku mencintainya" tak peduli harga dirinya yang dingin hancur atau apapun itu, Yoshiki mengatakan perasaannya. Entah mengapa sepertinya perasaannya mengalahkan harga dirinya yang konyol.
"apa itu "cinta" bagimu?"
Selasa, 13 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar