Chap 192
"Orion Futaba. Kau bertujuan menculik My Lady untuk menyerahkannya pada dewan mentri Jiroubu" Yoshiki kembali bicara dengan nada dingin.
"Ah!? Kurosu... Benarkah itu?" nada bicara Hana semakin menjadi lirih.
"Tapi kenapa Yoshiki-kun!?" Hana kembali bertanya kepada Yoshiki.
"Hn. Exorcist terus gencar menyerang. Para dewan ingin cepat--" Yoshiki tiba-tiba menghentikan ucapannya di tengah-tengah.
"cepat?" Hana memiringkan kepalanya. Ia membutuhkan kelanjutan ucapan Yoshiki!
"Hn. Tidak. Lupakan" tiba-tiba Yoshiki berubah aneh.
"??" Hana menatap Yoshiki aneh.
"Hn. Orion Futaba. Aku akan memaksamu untuk memperlihatkan wujud aslimu"
tidak ada reaksi sedikit pun dari si kucing.
Ah sepertinya di sudah benar-benar menyerah sekarang.
"Zurück zur Form von der Sie kamen!!"
Muncul sebuah cahaya hitam yag tiba-tiba menyelimuti Orion.
"Hmm... Ini pilihanku..." guman Orion.
Perlahan-lahan tubuhnya terasa perih dan nyeri yang terasa sangat menyakitka. Tubuhnya sedikit demi sedikit berubah.
Rantai yang mengekangnya telah di lepas saat Yoshiki menyerukan perintah mutlaknya.
Rintihan demi rintahan memilukan terdengar dari mulut si kucing. Air mata mengucur dari pelupuk matanya. Siapapun yang melihat ekspresi si kucing pasti langsung mengiba. Begitu pula Hana.
"RRRAAAAARGHHHH!!" jeritan Kurosu yang awalnya terdengar melengking kini terdengar seperti suara manusia.
Saphire Hana membulat. Di depannya. Sudah bukan lagi seekor kucing manis berbulu abu-abu yang ditemukannya beberapa hari yang lalu.
Tapi seorang pemuda berambut abu-abu yang cukup kurus. Hana tak bisa melihat ekspresi si pemuda karena ia tengah tertunduk sekarang.
"K-Kurosu..." Hana mencoba memanggil nama 'si kucing'.
"Saya... Bukanlah Kurosu... Nama saya adalah Orion Futaba. Saya memiliki Misi untuk... Menculik anda..." Si pemuda berambut abu-abu dengan sekuat tenaga mencoba kembali mengangkat kepalanya menatap wajah Hana.
Sel-sel tubuhnya yang masih terasa sakit, seakan semaki terbakar saat ia mencoba menggerakan tubuhnya.
"Hn. Hukuman matimu 3 hari lagi" Yoshiki berbalik badan dan langsung berjalan keluar ruangan gelap itu.
"Tunggu! Yoshiki-kun!? Kenapa kau kejam sekali! Lagi pula dia tidak berhasil menculik atau pun melukaiku kan!?" Hana yang menyongsong Yoshiki menarik coatnya hingga pria itu berhenti berjalan.
"Hn. 'Kejam'?" Yoshiki berhenti berjalan. Pria it terdiam di tempatnya.
"Dia memanfaatkanmu..."
Hana terdiam mendengar ucapan Yoshiki.
"Menyembunyikan identitasnya yang ternyata seorang pria, dan bermanja-manja denganmu... Membayangkannya sudah membuatku muak!" geram Yoshiki.
"..... Eh? Yoshiki-kun cemburu?" ceplos Hana polos.
"Tentu saja! Orion sialan itu seenaknya bermanja-manja dengamu dengan menyamar sebagai kucing! Ck!"
Hana terdiam menatap ekspresi suaminya.
Lucu. Iya, sangat lucu.
Perlahan senyum mengembang di wajah Hana.
Tangan Hana bergelayut tiba-tiba di lengan Yoshiki. "Kalau begitu kenapa Yoshiki-kun tidak coba bermanja-manja denganku?" goda Hana.
Senin, 26 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar