Kamis, 08 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 175]

Chap 175

"Orang?" Hana memiringkan kepala menatap Yoshiki.
"Hn. Semua orang yang ada di gerbong ini"
"He? Bagaimana caranya?"
"Hn..." Yoshiki berguman sebentar.
"Hhh... Itu memang mudah bagimu! Tapi tidak untukku!" Hana menyilangkan kedua tangannya lalu menggembungkan pipinya sambil menatap ke arah lain.
"Hn..." Yoshiki hanya berguman. Tapi sepertinya ia berusaha menahan senyumannya karena melihat wajah polos Hana.
"Huh" Hana masih merajuk.
"Hn, akan kuberi tahu"
"Nah, begitu!" Hana langsung menatap Yoshiki penuh arti.
"hhh.... Di gerbong ini seperti kau tau hanya diisi oleh kelas bangsawan"
"Hum! Hum!" Hana mengangguk.
"Akan kuurutkan dari bangku sebelah kanan dari depan. Pertama, Yuuta Kanna. Seorang broker permata untuk daerah timur. Lalu Mao Ling, seorang pedagang besar Cina. Kamijou Hagane, pemilik Hagane Corp."
"Hoo... Yang ada di televisi dalam iklan tekstil kemarin ya?" potong Hana.
"Hn. Lalu selanjutnya Akira Kujiki. Pemain opera"
"Eh!!? Dia pemain opera Akira-san!?" Hana terbelalak kaget.
"Hn. Pelankan suaramu" ujar Yoshiki datar.
"Eh maaf" Hana memelankan suaranya.
"Hn. Sekarang bangku deretan kita. Pertama yang diujung adalah Dex Uria. Wanita keturunan Yunani, istri dari Watanuki Renji. Dia menggantikan suaminya yang terbang ke Eropa hari ini. Lalu ada Taiyo Umae. Pelajar kaya raya karena dipercayai dalam pembuatan softaware. Dan dibelakang kita, Pakuri Suba, anak dari penulis novel misteri best seller."
"Heee.... Yoshiki-kun kereeeen!!"
"Hn. Mereka orang terkenal" Yoshiki hanya berguman datar.
"Lalu... Lalu... Bisahkah kau membaca pikiran mereka?"
"Hn, Uang, Game, Kekuasaan, wanita, dan hal membosankan lainnya"
"Hee... Begitu"
'Hn, ya. Andai aku juga bisa membaca pikiranmu... My Lady...' ucap Yoshiki dalam hati sambil menatap Hana datar.
"Yoshiki-kun aku permisi mau ke toilet" Hana mulai bangkit dari duduknya.
"Hn. Jangan lama-lama"

"fyuh" Hana mencuci tangannya di wastafel sesudah keluar dari kamar kecil untuk sekedar membuang urinenya.
Sambil berkaca, Hana masih mencuci tangannya.
Mata saphire Hana terbelalak mendapati sesuatu tertempel di pintu bilik toilet yang tadi digunakannya.
Dengan segera diambilnya kertas yang tertempel itu. Di sana tertulis,
"selamat, anda berperan sebagai detektif dalam drama pembunuhan kali ini. Segera menuju gerbong 1 untuk melihat TKP"
"Eh? Sudah dimulai!?" Hana langsung melirik jam tangannya.
Masih jam 1 kurang beberapa menit.
"hmm? Apa perkiraan Yoshiki-kun salah? Ah ya sudahlah" Hana terlalu girang. Ia sangat bahagia ternyata kasus di dalam kereta Misteri di mulai juga.
Dirinya kebetulan berada di toilet antara gerbong pertama dan gerbong VIP, jadi ia bisa langsung menuju gerbong 1 tanpa di ketahui Yoshiki.
Kenapa ia tak ingin Yoshiki mengetahui? Tentu saja karena nanti Yoshiki akan mengacaukan semuanya. Dengan segala kemampuan Yoshiki, suaminya itu nanti pasti akan langsung memecahkan misterinya. Tidak seru! Oleh sebab itu Hana tak ingin Yoshiki tau.
Karena perannya kali ini adalah detektif.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.