Sabtu, 17 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 184]

Chap 184

"Uhm apa ya..." Hana berfikir sejenak.
"Aha! Bagaimana jika Kurosu!"
"Kurosu?" Yoshiki mengulang nama yang diberikan Hana kepada kucing barunya.
"Humm!" Hana hanya mengangguk.
"Hn. Kenapa Kurosu?" tanya Yoshiki datar.
"Entah... Nama itu lewat begitu saja di kepalaku" jawab Hana polos.
"Hn..."

Hana memasuki manor house Yoshiki masih tetap dengan menggendong kucing yang dinamainya dengan nama "Kurosu".
"Ah, Yoshiki" Tomuro yang sepertinya baru saja lewat berpapasan dengan Hana dan Yoshiki langsung menuju ke arah Yoshiki.
"Hn"
"Dunia bawah mengirimimu banyak data" ujar Tomuro.
"Hn..." Yoshiki segera berjalan meninggalkan Tomuro dan Hana yang sibuk dengan kucingnya.
Setelah menatap kepergian Yoshiki, Tomuro beralih menatap ke arah Hana.
"woaa!! Kucing!" ucap Tomuro bersemangat.
Hana yang sedang menurunkan si kucing dari gendongannya menjadi kaget karena teriakan Tomuro.
"Maoww!!" si kucing tiba-tiba menyalak Tomuro.
"Woe! Galak!" Tomuro berhenti seketika dan sweatdrop di tempat.
"eh?" tiba-tiba Tomuro merasakan sesuatu yang berbahaya dan asing dari tubuh si kucing.
"Kau dapat dari mana kucing itu Hana-chan?" tanya Tomuro sambil menunjuk kucing yang seakan terus menatapnya dengan sinis.
"Rahasia" Hana kembali menggendong kucingnya. "dan sepertinya kau sudah bosan memanggilku 'kyun'. Baguslah"
"Hee... Kau mau kupanggil 'kyun' saja?"
"Tidak terima kasih" jawab Hana ketus lalu berjalan menuju kamarnya. Untung saja Tomuro tak mengikutinya.

"Nee, Kurosu makanlah. Aku sudah meminta ini dengan susah kepada bibi koki. Kau harus menghabiskannya oke?" Hana menuangkan semangkuk 'sereal' kucing di sebuah piring yang ia sediakan khusus untuk kucingnya.
"myaww..." si Kucing hanya menatap datar tumpukan sereal di piring'nya'.
"Eh? Kenapa? Kau tidak suka?"
"miyaww"
"Ini enak loh"
"Mauw..." si kucing abu-abu malah berbalik badan dan berjalan ke arah lain. Ia melompat ke arah meja dan mulai mengendus di sana.
Hana sekarang berada di beranda lantai 3 manor house. Ia tengah bersantai bersama secangkir teh dan beberapa biskuit dan sepiring omelette.
Apa? Omelette? Seingatnya ia tak membawa omelette. Lalu omelette siapa?
Hana mengedarkan pandangannya. Tapi tak menemukan siapapun.
Kurosu terus mengendus sampai akhirnya ia berhenti mengendus saat berada di depan sepiring omelette. Langsunglah disantapnya omelette nikmat di piring itu.
"eeh! Kurosu!! Kau tak boleh makan sembarangan! Itu serealmu habiskan!" Hana kewalahan terhadap sikap Kurosu yang terus memakan omelette nikmat itu.
"...." sepasang mata Azure merah yang sedari tadi mengawasi dari balik dinding akhirnya menarik dirinya seolah sudah puas akan apa yang telah ia lihat.

"salam, My Lord" sebuah monitor transparan menampakkan wajah seorang pria paruh baya berwibara di depan Yoshiki persis.
"Hn. Apa maumu?" tanya Yoshiki dingin to the point.
"Kami--"
"Jika kau ingin membahas soal istriku lagi, aku tak akan memberimu kesempatan menghubungiku lagi" potong Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.