Sabtu, 03 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 171]

Chap 171

Ia tersenyum. Gadis gipsi gelap itu tersenyum.
"Apa menurutmu aku berhasil melawanmu?"
Yoshiki menatap datar Saan.
Ia tahu, karena ia bisa membaca pikiran perempuan sekarat di bawahnya.
Saan Liam, sebenarnya mengalami cekcok dengan Exorcist lainnya. Untuk membuat argumennya terbukti juga sekalian membuktikan dirinya lebih baik, ia memilih untuk menyerang sang raja iblis sendirian.
"Hn. Manusia konyol" guman Yoshiki. Ia mengangkat kakinya, berniat menendang atau menginjak tubuh di dekat kakinya itu.
Hana yang melihat itu dari kejahuan langsung berteriak, "Yamete Yoshiki-kun!"
"Hn?" refleks Yoshiki membalikkan tubuhnya.
Hana berlari ke arah Yoshiki. "Sudah cukup.... Sudah cukup Yoshiki-kun" ujar Hana.
"Aku memang membencinya karena dia telah seenaknya mendekatimu. Tapi... Sudah cukup, dia sepertinya sangat menderita" Hana langsung berjongkok di dekat Saan Liam.
"Hn. Jadi memang benar ini salah paham?"
Hana mengangguk.
"Hh.. Dasar perempuan" Yoshiki menghela nafas berat.
"Sekarang menjauhlah. Akan kusegel saja dia, tanpa kubunuh. Aku tak mau melawan dia lagi kedepannya"
Hana bangkit lalu berjalan mundur menjahui tubuh Saan Liam yang sudah semakin lemas dan pucat karena kehabisan darah.
Yoshiki merapalkan sebuah mantara. Lalu disentuhnya dahi Saan Liam yang sudah tak bisa melakukan apapun itu. Cahaya tipis keunguan sedikit terpancar pada telapak tangan Yoshiki.
Bersamaan dengan sebuah suara melengking tipis, sebuah lubang terbuka di dekat tubuh Saan Liam. Lubang itu nampak kelam dan sangat luas. Tubuh Saan Liam tertaik ke 'dimensi' tersebut sampai lubang itu tertutup kembali.
"Hn" Yoshiki menatap datar lubang yang dibuatnya telah tertutup.
"Yoshiki-kun..." akhirnya Hana angkat bicara.
"Hn?"
"Boleh kupinjam ponselmu?"
Yoshiki segera mengambil benda hitam kecil dari saku celanannya.
"Hn" Yoshiki menyodorkan ponsel canggihnya.
"Eh!!?!" Hana terkaget melihat Yoshiki yang menyodorkan ponselnya. Hancur sudah hayalannya yang mengatak Yoshiki akan berkata, "Hn. Untuk apa?" ternyata tidak! Hana senang karena dengan begitu ia bisa memata-matai ponsel Yoshiki kapan pun.

"Hee.. Kau banyak menerima email dari para siswi" guman Hana sambil sedikit sweatdrop menatap layar ponsel suaminya itu yang kini telah menampilakan list email masuk.
"Hn" Yoshiki mulai fokus pada kemudinya.
"Waa! Ada Kurama Wataru si Bendahara OSIS! Kau... Benar-benar tenar Yoshiki. Bahkan ketua OSIS si ice-princess kebalikan darimu sampai mengrimi pesan pendek bertuliskan "Ohayoo" saja. Tapi.. Kenapa kau tak membalasnya!?"
"Hn. Tidak penting. Aku akan ganti alamat email"
"Eh? Bagaimana denganku? Apakah aku akan juga tidak punya alamat emailmu?"
"Hn, untukmu--spesial--kuberikan hanya untukmu. Atau jika tidak aku yang paling awal memberitahumu"
"Yatta!" Hana bersorak aneh.
"Hn.. Tentu saja karena aku kekasihmu" gumannya datar.
"Yoshiki-kun? Kenapa kau tak meng-acc semua kontak yang ingin berhubungan denganmu?"
"Hn, karena aku tidak peduli"
Hana sweatdrop mendengar ucapan Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.