Chap 176
Ia akan memecahkan misterinya ini! Ia pasti bisa!
Sementara si pria raven masih tetap terdiam di tempat duduknya. Ia masih berusaha membaca pikiran lawannya kali ini. Menunggu si lawan lengah, dan saat itu ia akan masuk dan menyerang lalu menghancurkan segalanya. Tak sengaja bibirnya tertarik membentuk seringaian yang cukup menawan.
Dan Kuroto Yoshiki.... Sementara kau sibuk dengan pikiranmu sendiri... Istrimu sudah melangkah memasuki kandang Singa...
Hana membuka pintu gerbong 1 dengan perlahan. Kakinya melangkah perlahan sementara matanya sibuk memperhatikan sekelilingnya.
Gerbong 1 tak jauh beda dengan gerbong VIP. Hanya saja gerbong VIP lebih mewah--ya, siapapun itu tahu itu. Tapi selebihnya struktur pemetaannya tak jauh beda dengan gerbong VIP. 4 di kanan, 4 di kiri.
Tapi sejauh mata memandang, tidak ada secuil pun kasus terlihat. Tidak ada darah, tidak ada jeritan, tidak ada suara tembakan, tidak ada apapun! Hanya suasana seperti keadaan gerbong kereta pada umumnya.
Seorang anak berumur sekitar tujuh tahunan terlihat mendekat ke arah Hana.
"Nii-chan!" ucap anak itu.
Hana menundukkan wajahnya untuk melihat bocah tujuh tahun di bawahnya itu.
Hana sempat sweatdrop saat mendengar dirinya dipanggil dengan sebutan 'nii-chan' tadi.
"Uhm? Ada apa?" Hana tersenyum ramah.
"Nii-chan ayo bermain!" ucap anak itu.
"Hmm? Bermain?" Hana berjongkok untuk menyamakan tingginya dan tinggi anak itu.
DOOOR!! DOOR!!
Tiba-tiba terdengar dua bunyi tembakan dari belakang Hana.
Hana refleks terbelalak kaget dan menoleh ke belakang.
BRAK!
Tiba-tiba tubuhnya di tabrak oleh seseorang pria bertubuh besar yang baru saja melakukan penembakan barusan.
Hana terjatuh sambil memegang bahunya yang terasa agak sedikit sakit.
Saat Hana bangun, Hana langsung shock melihat genangan darah di dekat kakinya.
Di situ... Mayat seorang wanita yang sangat cantik tergeletak bersimbah darah secara tertelungkup.
Sementara pistol yang pelurunya telah menembus bagian tubuh sang wanita juga tergeletak begitu saja di dekat mayat.
Refleks Hana langsung menutupi mata bocah tujuh tahun di dekatnya.
"KYAAAAA!!" Terdengar pekikan suara khas wanita dari belakang Hana.
Yoshiki langsung bangkit dari duduknya saat mendengar suara teriakan wanita dari gerbong sebelah.
"My Lady!!" bukan, bukannya Yoshiki tak sadar itu bukan suara Hana, tapi Yoshiki sangat khawatir mengenai keadaan Hana saat ini. Wanitanya itu sudah sangat dekat dengan hal-hal berbahaya sekarang. Ya, itu sudah pasti.
Di langkhakannya kakinya menuju pintu gerbong penghubung gerbong VIP dan gerbong 1. Nampaknya seluruh penghuni gerbong VIP lainnya juga merasakan penasaran sehingga berebut menuju pintu.
Saat semua orang berebut pintu, Yoshiki menyadari seseorang penghuni gerbong VIP tidak ada.
Akira si penyanyi opera tidak ada. Dan sadarlah Yoshiki bahwa wanita cantik berambut pirang kalem itu telah tewas di depan pintu gerbong VIP.
"Ck! Sial! Di mana My Lady sekarang!?" Yoshiki berdecak.
Jumat, 09 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar