Jumat, 23 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 189]

Chap 189

Tomuro yang sedang membaca sebuah buku langsung melirik Yoshiki sebal.
"ada apa?"
"Ponsel Hana tidak bisa dihubungi!"
"Eh? Apa terjadi sesuatu!?"
"Ck!"
"Aku akan mencarinya di sekitar taman kota. Kau tunggu disini!" Tomuro segera melompat dan melesat mencari keberadaan Hana.

Kaki-kaki kecil Kurosu terus berusaha berlari secepat mungkin.
Akhirnya sampai juga ia di kediaman tuan rajanya. Sekarang ia harus mencari di mana keberadaan tuan rajanya itu.
Mudah saja, tinggal mengikuti aura kematian dan kau akan menemukannya.
Kurosu memasuki sebuah beranda di lantai 3. Di sana sang raja berada. Menatap khawatir pemandangan di bawahnya.
"Miauw" akhirnya Kurosu mengeong.
Yoshiki langsung menoleh ke asal suara dengan cepat.
"Orion... Futaba..." Yoshiki berujar dingin sambil menyipitkan matanya.
Kurosu langsung bergidik begitu berhadapan dengan sang raja. Seakan ia bisa melihat sekeliling remaja di depannya di kelilingi aura hitam pekat. Dan seolah ia bisa mencium bau busuk kematian dari remaja di depannya.
Sel-sel dalam tubuh kucingnya seakan gemetar ketakutan.
"Apa yang kau lakukan pada milikku?" Di tangan Yoshiki sudah terdapat api hitam siap menembak Orion.
"Ti-tidak tuan. Sa-saya hanya pesuruh. Tadi My Lady mengajak saya bermain, lalu My Lady diculik oleh 3 orang pria"
"Apa? Ceritamu konyol Orion"
"Tidak My Lord! My Lady dimasukkan ke dalam mobil sedan putih!"
"Hentikan omong kosongmu Orion!"
"Mereka menuju gedung Shiratori yang tidak di teruskan!"
"Ap--" Yoshiki tiba-tiba teringat berita penjualan organ tubuh yang tadi pagi menjadi headline di koran langgangannya. Semua terjadi di lingkup Shiratori Construction. Sudah ditemukan 6 mayat termutilasi dengan banyak organ tubuh di ambil. Motifnya adalah penjualan organ tubuh.
Dengan cepat di raihnya ponselnya dan menghubungi Tomuro.
"Halo? My Lord?"
"Hn, Shiratori Construction. Cepat"
"Yes, My Lord!"
Dan Kuroto Yoshiki bersama Arashi Tomuro melesat ke arah Shiratori construction.

"Hei... Dia perempuan atau laki-laki sih?" seorang pria paruh baya menarik dagu Hana guna melihat wajahnya.
"Mana?" pria lain menanggapi.
"Laki-laki manis mungkin"
"Dia perempuan"
"Hahh... Kenapa kita ribut? Kita tinggal menelanjanginya. Apa susahnya?"
"Ah kau benar"
Mata Hana membulat sempurna. Ia kembali menendang-nendang mencoba melepaskan diri dari pria di dekatnya.
"Wah, wah... Jangan terlalu bertingkah...!" pria di dekat Hana mulai meelpaskan jacket Hana.
DUAKH!
Sebuah suara hantaman terdengar dari arah depan. Hana dan si pria lantas mendongkak melihat keadaan.
BRAAK! BRUK! DRAK!
Suara itu semakin keras.
'Itu Yoshiki-kun!' pikir Hana senang.
Matanya menangkap ekspresi wajah pria di sampingnya yang nampak kebingungan. Ia tak bisa melewatkan kesempatan ini!
DURKH!
Hana menghamkan kakinya dengan kuat ke pusat kepala si pria. Kebetulan solnya terbuat dari benda keras.
Si pria jatuh menghantam lantai dengan keras. Hidung pria itu berdarah karena menghantam lantai beserta gigi-giginya.
"Ittai!" ringis pria itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.