Chap 190
"wah... Wah... Kau berani rupanya" si pria bangkit membawa pisau lipat.
Hana bergeser mundur.
Oke, dia tidak memperhitungkan kalau pria itu akan bangkit dan sedang membawa pisau.
BRAK! SRAK!!
Suara hantaman-hantaman di luar makin keras.
"Bos! Dua orang penyusup menghancurkan semuanya! Bagaimana ini!?" seorang remaja pendek masuk ke ruangan Hana dengan berwajah ketakutan.
"cih! Kau tangani itu! Aku masih punya dendam pada wanita ini" si pria kembali menoleh ke arah Hana dengan wajah dibuat mengerikan.
"Saa... Nona, mari kita berpesta!" si pria menghunuskan pisaunya dari atas ke bawah.
KRACK!
Pisau itu tepat membelah ikatan rapat tali di tangan Hana.
Hana segera melompat mundur sambil menyeringai.
"Bo-doh!" Hana menendang wajah pria itu dengan punggung kaki kanannya.
DRAAK!
Pria itu jatuh terlungkup di lantai. Kini dahi kepala pria itu yang agak benjol.
"Khhh...!" tapi si pria tetap berusaha bangun.
"Kono Yaroo!!" ia kembali bangun dan menyerang Hana dengan pukulan bertubi-tubi.
Hana terus berusaha menghindari pukulan demi pukulan yang di lancarkan oleh si pria. Hana terus bergerak mundur, karena si pria terus melangkah maju sambil telus melancarkan pukulan demi pukulan.
DUK
Jalan buntu Kuroto Hana. Kau terlalu banyak mundur sampai tidak menyadari tembok di belakangmu.
"HAHA!" Si pria terbahak dan melancarkan serangan terakhirnya yang dipikirnya akan menghancurkan wajah Hana.
Dalam detik-detik saat kepalan kuat tangan si pria yang hendak menggepengkan wajahnya, kepala Hana beringsut turun dan--
BRAK!
Tangan si pria menghantam dinding.
"AKH!" si pria refleks menjerit.
DRAK!
Tepat dari bawah, Hana melancarkan bogemannya ke arah dagu si pria dengan sekuat tenaga.
Si pria terbanting dengan keras. Tak sadarkan diri.
"a-ittai..." Hana meringis melihat tangannya yang baru saja ia gunakan untuk membuat pingsan pria berbobot 70kg.
"My Lady!" sebuah suara Familiar terdengar menggema memasuki ruangan Hana.
Kuroto Yoshiki, pria itu masuk dengan wajah khawatir luar biasa. Lari pria itu terhenti karena melihat orang yang dicarinya berdiri dengan senyum mengembang. Tangannya melambai seolah tak pernah terjadi apapun.
Sementara di sampingnya, terletak tubuh pingsan si penculik.
"Yo! Yoshiki-kun!" ujar Hana bersemangat.
TAP
Kaki Yoshiki kembali melangkah lebar. Di sambutnya Hana dengan pelukan erat.
"Ah? Hahaha" Hana hanya tertawa saat pria yang dicintainya memeluknya erat.
"Kau tak apa?" Onix Yoshiki langsung menelusuri setiap sudut bagian tubuh Hana.
"Ah tidak apa!"
"Tanganmu lecet!" Yoshiki memegang lembut jemari Hana di mana punggung tangannya terlihat agak terkelupas tipis.
"Hehehe. Sudah terbiasa"
Onix Yoshiki kembali menatap tubuh pingsan si penculik. Ah hampir saja ia melupakan kecoak itu.
"Hn, kenapa?" Yoshiki kembali pada nada dinginnya.
"Eh? Etto--" Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal. "bagaimana ya menjelaskannya..."
"Hn" Yoshiki berjongkok di dekat tubuh pingsan si penculik.
Sabtu, 24 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar