Minggu, 25 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 191]

Chap 191

"Kau menghantamnya tepat di bawah dagu?" Yoshiki mendongkak ke arah Hana sambil tangannya menunjuk dagunya sendiri.
"Eh? Tahu dari mana!?" Hana salah tingkah.
"Hn, dagunya bengkak"
"Ah begitu. Maaf maaf aku tidak sengaja menghantamnya tadi" jawab Hana polos.
'Tak sengaja' katamu?' pikir Yoshiki.
"Hn. Sudahlah. Biar Tomuro yang mengurus ini. Kita kembali. Ada yang ingin kubicarakan" Yoshiki segera bangkit dan menarik tangan Hana.
Di luar gedung mereka berdua bertemu Tomuro yang baru saja mengamankan komplotan para penculik.
"Hoe... Sudah?" Tomuro menghentikan pekerjaannya sebentar.
"Hn. Yang di sini kuserahkan padamu Tomuro" Kuroto Yoshiki berbicara dengan nada dinginnya yang penuh perintah seperti biasa.
"Yes! My Lord!" ujar Tomuro penuh penekanan.

Kini keduanya telah berjalan di lorong manor house Yoshiki. Tangan kanan Hana yang lecet telah di beri plester luka oleh para maid. Dan sekarang saatnya ke topik utama. Pembicaraan yang ingin di lakukan Yoshiki. Oleh sebab itu Hana sekarang terus mengekor di belakang Yoshiki.
"Nee... Yoshiki-kun... Kita ke mana?"
Yoshiki tak menjawab. Ia terus berjalan tanpa menghiraukan Hana sedikit pun.
'Hmm... Kenapa dia?' bersamaan dengan pipi Hana yang menggembung ia berfikir. 'Marah padaku?'
TAP
Akhirnya kaki Yoshiki berhenti melangkah. Setelah mereka berdua turun 4 lantai sampai lantai pertama bawah tanah akhirnya Yoshiki berhenti di depan sebuah pintu besar. Berdaun dua, dan.... Sepertinya menyeramkan.
"Itu ruangan apa Yoshiki-kun?" Hana agak bergidik ngeri.
"Hn" Yoshiki hanya berguma. Dan kedua pintu itu terbuka. Yoshiki langsung melangkah masuk.
Awalnya Hana sangat ragu untuk masuk mengikuti langkah suaminya. Tapi ia sangat penasaran akan apa yang akan di katakan suaminya. Lagi pula, walau ia merasakan hawa mengerikan, ia malah merasa hormon dalam tubuhnya sedikit terangsang. Mirip seperti hormon seksualnya yang bekerja... Tapi bukan... Bukan yang seperti itu. Ini aneh... Terasa lebih aneh.
Akhirnya diputuskannya untuk ikut memasuki ruangan gelap itu.

"Orion Futaba" suara dingin Yoshiki menggema di dalam ruangan gelap itu.
Hana yang berada di belakang Yoshiki langsung membulatkan matanya saat melihat kucing berbulu abu-abunya di rantai dengan kejam di sebuah kursi. Setiap kaki dan tangannya dirantai. Begitu pula lehernya.
"Kurosu! Yoshiki-kun!? Kenapa kau merantai Kurosu!?" Hana yang mungkin hendak menyelamatkan kucingnya langsung di tahan Yoshiki.
"Kenapa!? Kenapa Yoshiki-kun!?" Hana terus meronta dan bertanya.
"Hn. Dia bukan kucing. Dia iblis rendahan" ujar Yoshiki dengan dingin.
"Apa!?" Hana semakin kaget mendengar penuturan Yoshiki.
"Orion. Dia klan yang bisa meng'copy' kemampuan orang di dekatnya. Dia memanfaatkanmu untuk menyembunyikan identitasnya dariku My Lady" jelas Yoshiki.
"K-Kurosu..." Hana masih shock.
Kucing abu-abu itu tak memancarkan keceriaan seperti biasa. Kali ini kucing itu hanya diam terantai tak bergerak. Seolah menyerah pada takdirnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.