Chap 181
'Cinta? Apa itu cinta?' Yoshiki terpaku pada pikirannya sendiri.
"Kau tak bisa menjawab?" ujar si Exorcist.
"...." Yoshiki masih terpaku terhadap pikirannya.
"Sudah kuduga ini akan menjadi soal tak terpecahkan untukmu"
"... Perasaan..." Yoshiki membuka mulutnya "... Menjijikan. Di mana aku ingin selalu bersamanya, memeluknya, menjaganya, melihatnya tersenyum, membahagiakannya, memberinya kasih sayang, dan... Benci saat melihatnya bersama orang lain"
"..." pemuda berambut coklat itu hanya memperhatikan gerak bibir Yoshiki dengan datar. "Kasih sayang? Aku baru tahu jika di kamus iblis ada 'Kasih sayang'" cibirnya.
"Oleh sebab itu aku menyebutnya menjijikan" Yoshiki menggeratkan giginya saat menyebut kata 'menjijikan'.
"Kau hanya menginginkan kekuatannya saja kan?" tanya si Exorcist lagi.
"... Kau tak perlu tahu itu..." balas Yoshiki.
"Hee... Begitu..."
"Jangan katakan... Kau membawanya ke markas para Exorcist?"
"Ah tidak tidak. Dari awal aku tak berniat menyerahkan si bodoh tak bisa bermain lompat tali itu kepada Exorcist. Aku sendiri yang tidak akan tega melihatnya tersiksa" Si Exorcist mulai melepas sihir pengikatnya.
"Lakukan sesukamu tuan Iblis. Kau lulus. Anggap saja begitu. Dia ada di gudang bekas penyimpanan ikan di dekat pelabuhan sini. Sampaikan salamku padanya" dan sang Exorcist membuka pintu gerbong 4 dan memasukinya.
Yoshiki langsung melesat begitu saja. Ini sudah tinggal 1:03 detik lagi. Sial! Lain kali pasti akan dibunuhnya pemuda itu!
0:12 Yoshiki menemukan gudang yang di maksud.
0:05 Yoshiki membuka gudang yang dikunci gembok super banyak.
0:04 Hana menatap Yoshiki dengan wajah sembam dan putus asa. Yoshiki menatap Hana dengan raut terbelalak luar biasa shock. Jaraknya dan Hana yang terbaring di lantai sekitar 5 meter. Dan alat-alat berat yang siap meluncurkan besi-besi runcing terlihat siap mencincang Hana.
0:03 Yoshiki melesat ke arah Hana.
0:02 Mesin mulai berbunyi.
0:01 Yoshiki semakin dekat dengan Hana. Hana memejamkan matanya pasrah.
0:00 TIIIT Mesin berbunyi nyaring dan langsung melepaskan besi-besi runcing ke arah sasaran--tubuh Hana.
DRAK!! DRAK-DRAK! TAK!!
Tes...
Tes...
Tetes demi tetes cairan merah membasahi lantai dingin gudang
Clack... Clack...
Lagi... Tetes demi tetes cairan merah kental itu menetes
"Daijobu.. Ka... My Lady ghh..?" suara berat Yoshiki membuat Hana yang terpejam langsung membuka matanya.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang biasa ia lihat nampak dingin kini berubah menjadi wajah berekspresi campur aduk.
Tes...
Darah yang meluncur dari sudut bibir suaminya menetes tepat di pipi tan Hana.
Kuroto Yoshiki perlahan kembali menegakkan badannya walau punggungnya terasa berat, dan perih.
Ya, ia telah melindungi istrinya dari serbuan besi-besi runcing dengan punggunya.
"Yoshiki-kun... Hiks... Yoshiki-kun!!!" tangis Hana pecah walau tidak dengan suara cempreng biasanya. Mungkin suaranya telah habis karena selama kurang lebih 10 menit ia terus berteriak meminta tolong.
Rabu, 14 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar